Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pengertian Haji, Rukun (Caranya) dan Syaratnya

Pengertian Haji - Ibadah haji merupakan salah satu rukun islam, yaitu rukun islam yang kelima. Secara hukum sifatnya wajib bagi umat islam yang telah memenuhi persyaratannya, dalam hal ini, khususnya bagi warga Indonesia, yang menjadi pertimbangan utama tentu masalah biaya/dana.
Pengertian Haji, Rukun Caranya dan Syaratnya

Sehingga rukun ini, tidak wajib secara mutlak berlaku bagi semua umat muslim, namun lebih di khususkan bagi kalangan yang mampu secara finansial. Nah, bagi anda yang berencana menunaikan haji, sebaiknya ketahui dulu seluk beluk ibadah haji yang meliputi pengertian haji, rukun, syarat, dan lainnya. Sebab semua hal tersebut tentunya penting untuk dipahami sebagai bekal, bagi calon jemaah haji.

Pengertian Haji

Secara umum, definisinya atau pengertian haji adalah mengunjungi baitullah (Kakbah) yang terletak di tanah suci mekkah, dalam rangka melaksanakan rangkaian ibadah tertentu, dengan rukun dan syarat tertentu pula. Dari pengertiannya dapat digarisbawahi bahwa tujuan berhaji adalah dalam rangka ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menunaikan ibadah haji sendiri hukumnya wajib bagi setiap muslim, yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh agama. Ibadah haji sendiri minimal dilakukan sekali bagi setiap muslim yang mampu melakukannya.

Rukun Haji

Sebelum membahas rukun haji, kita harus memahami terlebih dahulu pengertian rukun. Secara istilah rukun adalah segala sesuatu yang menjadikan suatu amal ibadah menjadi syah. Dengan kata lain, jika kita tidak melaksanakan rukun (saat menjalankan suatu ibadah), maka ibadah tersebut dianggap tidak sah dan gugur menurut pandangan agama.

Jadi pengertian rukun haji adalah perbuatan yang masuk rangkaian ibadah haji dan wajib dilaksanakan, jika tidak dikerjakan maka ibadah hajinya dianggap tidak sah atau gugur. Mengenai rukun haji sendiri, dikenal ada enam macam, yaitu:

1. Ihram
Yang dimaksud ihram adalah mengenakan pakaian haji yang telah ditentukan dan sesuai dengan perintah agama. Pakaian haji tersebut dikenal dengan istilah pakaian ihram. Ciri khas dari pakaian ihram adalah berwarna putih bersih dan tidak berjahit bagi laki-laki.


2. Wukuf di Padang Arafah
Rukun haji yang kedua adalah wukuf di padang Arafah. Wukuf bisa diartikan sebagai kegiatan bermalam pada suatu tempat. Sedang Arafah merupakan nama suatu tempat yang ada di tanah suci mekkah. Jadi maksud rukun haji yang kedua ini adalah bermalam di padang Arafah. Kegiatan ini juga masuk rangkaian ibadah yang wajib dilakukan oleh para jamaah.

Waktu pelaksanaan wukuf sendiri dimulai sejak waktu dzuhur, ketika posisi matahari sudah sepenggalan naik pada tanggal 9 Dzulhijah, sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 Dzulhijah pada saat musim haji berlangsung.

3. Tawaf
Tawaf memiliki pengertian kegiatan mengelilingi kakbah sebanyak 7 kali putaran. Dimulai dari batu hajar aswad sebagai titik mulainya. Adapun arah putarannya adalah berputar berlawanan arah dengan jarum jam, dengan posisi batu hajar aswad berada disisi sebelah kiri para jamaah.

Tawaf sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya:
a. Tawaf Qudum, yaitu tawaf yang dilakukan ketika baru saja sampai di Kota Makkah
b. Tawaf Ifadah, yaitu tawaf yang dilakukan ketika melakukan rukun haji
c. Tawaf Nazar, adalah tawaf yang dilakukan karena nazar yang dibuat
d. Tawaf Sunah, diartikan sebagai tawaf yang dikerjakan karena adanya sebab-sebab tertentu, seperti karena ingin mencari keutamaan ibadah
e. Tawaf Wada’ yaitu tawaf yang dikerjakan ketika akan meninggalkan Kota Makkah.

4. Sai
Sai adalah kegiatan lari-lari kecil dari Bukit Safa dan Bukit Marwah. Cara pengerjaannya adalah dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah, sebanyak tujuh kali. Berdasarkan urutannya, sai dikerjakan setelah Anda melakukan tawaf.

5. Menggunting (Mencukur) Rambut
Rukun haji selanjutnya adalah menggunting atau mencukur rambut. Adapun waktu pelaksanaanya adalah setelah para jama’ah melakukan lempar jumrah. Lempar jumrah sendiri dilakukan pada hari Nahar. Tepatnya setelah dilakukan penyembelihan qurban, bagi yang memiliki qur’ban. Adapun rambut yang dicukur minimal 3 helai rambut.

6. Tertib
Yang dimaksud tertib adalah Anda melaksanakannya semua rukun haji tersebut secara berurutan, sesuai urutan yang telah ditetapkan. Sebab pengertian haji adalah sebuah rangkaian ibadah yang memiliki aturan tertentu. Mengenai urutannya dimulai dari ihram, wukuf, tawaf, sai dan diakhiri dengan menggunting rambut.

Syarat Haji

Pembahasan selanjutnya adalah syarat haji. Untuk mengerjakan ibadah haji, tentu ada syarat yang harus dipenuhi. Sebab jika salah satu saja tidak terpenuhi, maka tidak bisa melaksanakan haji. Berikut ini persyaratan ibadah haji yang harus dipenuhi:

1. Beragam Islam
Ini merupakan syarat mutlak dari ibadah haji. Sebab perintah haji hanya ditunjukan kepada seorang muslim saja. Maka untuk melaksanakan ibadah haji haruslah seorang muslim.

2. Berakal Sehat
Memiliki akal sehat menjadi syarat kedua yang tidak bisa diganggu gugat. Sebab mustahil ibadah haji bisa dilakukan oleh orang yang memiliki gangguan akal.

3. Baligh atau Dewasa
Syarat berikutnya yang harus dipenuhi calon haji adalah sudah baligh atau dewasa. Kriteria baligh sendiri dalam Islam sudah sangat jelas. Bagi seorang laki-laki, usia baligh ditandai ketika sudah mengeluarkan air mani (mimpi basah), sedangkan bagi perempuan ketika sudah mengeluarkan darah haid (umumnya berumur 15 tahun).

Maka jika syarat umur tidak terpenuhi, maka belum bisa melaksanakan ibadah haji.

4. Merdeka atau Bukan Budak
Perbudakan sendiri sangat jarang sekali kita temukan saat ini. Namun dahulu ketika Jaman Rasulullah masih hidup, perbudakan masih ada. Maka salah satu syarat wajib haji adalah harus merdeka dan bukan menjadi budak.

5. Mampu untuk Mengerjakannya
Syarat terakhir yang harus dipenuhi adalah memiliki kemampuan untuk melakukannya. Yang dimaksud mampu disini adalah mampu secara fisik dan finansial. Bagi calon haji kesiapan fisik menjadi syarat mutlak yang harus terpenuhi. Sebab rangkaian ibadah yang dikerjakan membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Maka biasanya akan dilakukan tes fisik dan kesehatan bagi calon jama’ah sebelum keberangkatan.

Selain itu calon jama’ah haji juga harus memiliki kemampuan secara finansial. Bagaimana pun juga dalam melaksanakan ibadah haji memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang menyangkut biaya operasional dan akomodasi selama melaksanakan haji. Maka mampu secara finansial juga merupakan syarat pokok ibadah haji.

Demikianlah informasi yang bisa kami bagikan, mengenai pengertian haji, rukun dan syaratnya yang sebaiknya Anda ketahui sebagai bekal wawasan sebelum melaksanakan ibadah haji. Semoga bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Haji, Rukun (Caranya) dan Syaratnya