Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pengertian Hadits, Sejarah, Struktur dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Hadits - Bisa dikatakan, hadits merupakan salah satu pedoman hidup umat islam setelah kitab suci Al-qur’an. Biasanya meliputi perkara-perkara yang tidak dijelaskan dalam al-qur’an dikarenakan adanya perkembangan zaman yang menuntut perubahan pada gaya hidup manusia.

Sejarah Hadits

Hadits berasal dari bahasa arab yakni al-hadist yang secara harfiah memiliki arti berbicara ataupun percakapan dan perkatan. Sedangkan menurut pengertian sebenarnya hadits ialah perkataan dan ucapan rasulullah SAW. Menurut terminology islam hadits merupakan setiap tulisan yang menuliskan tentang seluruh perkataan dan perbuatan serta persetujuan Nabi Muhammad SAW yang telah dijadikan ketetapan hukum untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia setelah Al-qur’an.
Pengertian Hadits, Sejarah, Struktur dan Jenis-Jenisnya

Struktur Hadits

Struktur hadits ada dua macam yakni sanad (rantai penutur) dan matan (redaksi).
Sanad adalah orang yang berperan sebagai rantai penutur rawi. Rawi adalah orang-orang yang menyampaikan suatu hadits tertentu. Asal mula sanad adalah orang yang menuliskan suatu riwayat hadist dalam catatannya. Sanad terdiri dari rangkaian orang yang menuturkan hadits tersebut dimulai dari mudawwin hingga rasulullah. Sanad menunjukkan keaslian dari suatu hadits tersebut. Urutan sanad yakni Al-bukhari-Musaddad-Yahya-Syu’bah-Qatadah-Anas-Nabi Muhammad

Pemahaman yang perlu kita cermati terkaithubungan hadits dengan sanadnya adalah jumlah haditsnya, keutuhan sanadnya, dan perawinya.

Sanad sudah ada sejak jaman kedatangan islam. Biasanya sanad digunakan untuk mengutip suatu sumber. Sanad biasanya digunakan untuk mengutip hadits nabawi.

Rawi adalah berbagai macam orang yang telah menyampaikan suatu hadits tertentu. Rawi yang ideal memiliki kualifikasi dan ciri-ciri tertentu yakni  bukan seorang pendusta, tidak memilki banyak kesalahan, biasanya merupakan orang yang dikenal sebagai ahli hadits pada jamannya, tidak  ahli dalam bid’ah, memiliki ingatan khususnya dalam hafalan yang kuat, teliti, tidak pernah ragu, tidak fasik, dan tidak sering bertentangan dengan para rawi yang kuat. Rawi yang tidak memiliki kualifikasi seperti yang telah ditetapkan, maka haditsnya tidak dapat diterima.

Matan adalah redaksi dari suatu hadits. Yang perlu dicermati saat memahami hadits dari matannya ialah melihatnya dari ujung sanad apakah berujung pada nabi muhamad atau tidak. Kedua matan hadits apakah bertolak belakang dengan ayat al qur’an atau tidak serta berhubugan dengan kekuatan sanad (apakah hadist tersebut ada yang menguatkan ataupun melemahkan).

Jenis-Jenis Hadits

Jenis-jenis digolongkan menjadi beberapa macam berdasarkan jumlah penuturnya:

1. Hadits Mutawatir
Pengertian hadits mutawatir yakni merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang sudah disepakati untuk saling percaya dalam tiap tingkat sanadnya. Rawi dari hadist mutawatir mustahil untuk berdusta. hadits ini sangat diyakini kebenarannya karena sudah disepakati dan dipercayai oleh banyak orang.

Para ulama telah menyepakati bahwa hadits mutawatir wajib untuk diamalkan. hadits ini berdasarkan keotentikannya sudah dipastikan sama dengan Al-qur’an yakni keduanya merupakan sesuatu hukum yang pasti. hadits mutawatir dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yakni  mutawatir lafzi, yakni perkataan Nabi Muhammad. Kedua yakni mutawatur amali, yakni perbuatan Nabi Muhammad.

2. Hadits Ahad
Pengertian hadits ahad yakni merupakan haditsyan diriwatkan oleh seseorang namun belum tercapai pada derajat mutawatir. hadits ahad dapat menjadi hujjah amaliah bukan ilmiah ataupun jika yang merawikannya adalah orang-orang adil. Pendapat dari Imam Malik yakni hadits ini bisa dijadikan untuk menetapkansuatu hukum yang tidak ditemukan dalam Al-Qur’an namun harus melewati qias zhoni (tidak pasti).

Hadits Ahad Dibagi Menjadi 3 Jenis Yakni:
• Gharib yakni hadits yang sanadnya hanya satu jalur (pada salah satu lapisan hanya terdapat satu penutur walaupn pada lapisan yang lain ditemukan banyak penutur).

• Azis yakni hadits yang sanadnya terdapat dua jalur (ditemukan dua penutur pada satu lapisan namun banyak penutur pada lapisan lain).

• Masyhur  yang dikenal juga dengan hadist mustafidi yakni bila sandnya terdapat lebih dari dua jlur (terdapat tiga atau lebih sanad pada satu lapisan dan banyak sanad pada lapisan lain) namun haditsini juga belum bisa mencapai tingkatan hadits mutawatir.

Jenis-jenis hadits digolongkan berdasarkan tingkat keutuhan rantai sanad:
1. Hadits Mursal
Hadits mursal adalah hadits yang salah satu penuturnya tidak dapat dijumpai secara langsung. Dapat dijelaskan pula seorang tabi’in yang menisbatkan langsung kepada Rasulullah. Sehingga penutur ke dua itu tidak mengakui bahwa haditstersebut pernah dituturkan sebelumnya oleh yang lain.

2. Hadits Munqathi
Pengertian hadits munqathi yakni hadits yang gugur sanadnya pada salah satu orang ataupun beberapa rawi pada tingkatan tabaqat, kecuali shabalah baik yang disandarkan pada Rasulullah ataupun yang lain. Oleh karena itu, hadits munqathi merupakan keumuman judul yang mendefinisikan setiap hadits yang sanadnya terputus.

3. Hadits Mu’dlal
Hadits mu’dlal adalah hadits yang sanadnya terputus pada dua generasi secara berutur-turut dan berurutan.

4. Hadits Muallaq
Pengertian hadits muallaq yakni hadist yang sanadnya sudah terputus hingga lima penutur. Dimulai dari penutur pertama hingga berturu-turut mencapai lima penutur.

5. Hadits Mudallas
Pengertian hadits mudallas yakni merupakan hadits yang disampaikan kepada penutur secara tidak tegas .  yakni tidak ada ketegasan bahwa hadits ini disampaikan kepadanya secara langsung. Biasanya dalam hadits ini ada rawi tidak terkenal yang tidak disebutkan.

Hadits ini adalah hadits yang kecacatannya disembunyikan karena hadits ini diriwayatkan melalui sanad yang seolah memberikan kesan kesempurnaan padahal sebenarnya pada hasit ini terdapat ketidaksempurnaan. haditsini ditutu-tutupi kelemahan dari sanadnya.

6. Hadits Musnad
Pengertian hadits musnad ialah hadits yang tidak terputus urutan sanadnya pada bagian tertentu. Urutan-urutan sanadnya jelas dan dituturkan dengan jelas berdasarkan kondisi dan waktunya. hadits ini memiliki sebutan lain maushul.

Jenis-jenis hadits berdasarkan tingkat keaslian hadits:
1. Hadits Shahih
Hadits yang sanadnya tidak terputus dan bersambung. haditsni paling diakui tingkat keakuratannya dan paling banyak digunakan oleh para ulama.

2.  Hadits Hasan
Hadits yang sanadnya bersambung namun diriwayatkan oleh rawi yang hafalannya tidak kuat.

3. Hadits Dhaif
Hadits yang tidak bersambung dan diriwayatkan oleh rawi yang tidak kuat hafalannya.

4. Hadits Maudlu’
Hadits yang dicurigai palsu dan merupakan karangan manusia.

Nah, itulah diatas penjelasan mengenai pengertian hadits dan jenis-jenisnya. Semoga dapat menambah wawasan anda, terutama buat para muslim.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Hadits, Sejarah, Struktur dan Jenis-Jenisnya