Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pengertian Sejarah, Bentuk dan Konsepnya

Pengertian Sejarah - Mungkin bagi sebagian orang, sejarah menjadi salah satu mata pelajaran yang paling membosankna karena selain harus mendengarkan penjelasan guru dalam waktu yang tidak sebentar, Anda juga diharuskan untuk menghafal nama tokoh, tanggal dari sebuah peristiwa dan masih banyak lagi.
Pengertian Sejarah, Bentuk dan Konsepnya

Sejarah yang dianggap sebagai salah satu mata pelajaran tidak hanya akan membuat Anda menjadi memahami pengertian sejarah dari berbagai sudut pandang namun pemahaman akan pengertian sejarah akan membuat Anda lebih menghargai dan mencintai jasa pahlawan. Untuk lebih membuka wawasan Anda mengenai sejarah, berikut informasi tentang pengertian sejarah, bentuk dan konsep yang terdapat dalam sejarah.

Pengertian Sejarah Secara Umum

Kata sejarah berasal dari beberapa bahasa. Dalam bahasa Arab, sejarah disebut dengan syajaratun yang artinya pohon. Kata ini kemudian berkembang menjadi akar, keturunan, asal-usul, riwayat dan silsilah. Contohnya adalah pada saat melihat gambar silsilah keluarga raja-raja dimasa lampau akan menyerupai pohon. Dalam bahasa Arab, ilmu yang mempelajari tentang kisah – kisah dimasa lalu disebut dengan tarikh. Pada abad ke – 19 kata sejarah diserap dalam bahasa Melayu.

Dalam bahasa Inggris, sejarah disebut dengan history yang berasal dari bahasa Yunani yaitu istoria yang artinya ilmu. Dalam perkembangan selanjutnya, istoria ditunjukan untuk mengkaji tentang segala sesuatu mengenai manusia secara kronologis. Dalam bahasa Jerman, sejarah disebut geschichte yang artinya adalah sesuatu yang telah terjadi.

Sementara itu, pengertian sejarah menurut Edward Hallet Carr adalah suatu proses interaksi antar sejarawan yang dilakukan secara terus-menerus mengenai fakta-fakta yang dimilikinya atau dialog yang berhubungan antara masa sekarang dengan masa lampau. Dalam hal ini, sejarah didefinisikan sebagai sesuatu yang berkesinambungan yang artinya bahwa apa yang terjadi dimasa sekarang adalah kelanjuran dari apa yang terjadi dimasa lampau.

Bentuk Sejarah

Sejarah memiliki 4 empat bentuk yaitu

1. Sejarah Sebagai Peristiwa

Sebagai sebuah peristiwa sejarah adalah sebuah peristiwa yang telah terjadi atau pernah terjadi dimasa lalu dimana peristiwa menjadi unsur penting dalam sejarah. Sejarah akan menceritakan mengenai perkembangan peristiwa dari sebab hingga akibat yang melatarbelakangi suatu peristiwa bisa terjadi dimasa lampau.

Namun tidak semua peristiwa bisa disebut sebagai sejarah karena tidak semua sejarawan melakukan studi tentang semua peristiwa yang terjadi. Hanya peristiwa yang memiliki hubungan kuat dengan kehidupan manusia dan perkembangan sosialnya yang layak dan bisa dijadikan sejarah.

2. Sejarah Sebagai Kisah

Sejarah disebut sebagai kisah apabila sejarah memiliki peran dalam perkembangan sosial yang selanjutnya akan dijadikan oleh masyarakat sebagai sebuah cerita yang dipercayai bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi. Selain itu, sebagai sebuah kisah, peristiwa tersebut telah direkayasa agar memilik daya tarik sehingga semakin disukai oleh masyarakat.

3. Sejarah Sebagai Ilmu

Sebagai sebuah ilmu, sejarah dapat dibuktikan kebenaran faktanya dengan menggunakan metode ilmiah. Sebagai sebuah ilmu sejarah memiliki kriteria-kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan dalam pembuktian faktanya.

Baru pada abad ke-19 sejarah diakui sebagai ilmu yang diawali pada saat pada filsafat dari Eropa mulai mempelajari sejarah sebagai ilmu dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Ini menjadi awal dari perkembangan sejarah yang dimasa selanjutnya sejarah menjadi bagian dari ilmu sosial.

Secara tegas, sejarah sebagai kajian akademis dengan sejarah sebagai cerita popular. Sebagai kajian akademis, sejarah

4. Sejarah Sebagai Seni

Sebagai sebuah ilmu, sejarah tidak hanya mempelajari sesuatu yang hanya terlihat dipermukaan saja, namun sejarah lebih mempelajari tentang sesuatu yang tidak terlihat seperti rasa, motivasi dan tujuan pada saat seseorang atau kelompok melakukan sesuatu.

Sebagai sebuah seni, sejarah lebih menekankan pada pembelajaran mengenai proses dinamika yang terjadi dalam kehidupan manusia. Menggunakan imajinasi pada saat mempelajari sejarah akan sangat mempermudah proses pembelajaran sejarah yang disertai dengan pemahaman metode penelitian sejarah.

Ini diperlukan agar tidak terjebak dalam pemahaman imajinatif belaka. Sehingga dapat disimpulkan sejarah sebagai seni karena sejarah tidak selalu berdasarkan pada fakta mentah, namun sejarah juga diserta dengan interpretasi dari penulisnya.

Konsep-konsep Ilmu Sejarah

Sebagai sebuah ilmu, sejarah memiliki 4 konsep, yaitu

1. Konsep Periodisasi

Periodisasi adalah tingkat perkembangan dari masa ke masa. Periodisasi dapat dikatakan sebagai pembagian waktu aatau masa, dimana setiap waktu atau mas amemiliki kejadian atau peristiwa yang unik dan khas namun juga memiliki hubungan dengan peristiwa lain dalam kurun waktu yang berbeda.

2. Konsep Kronologi

Sebagai sebuah cabang dari ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perilaku manusia, sejarah memiliki aspek kronologi yang merupakan bagian dari aspek dari periodisasi. Apabila pada aspek periodisasi berdasarkan pada perkembangan dari masa ke masa, maka kronologi berfungsi untuk mengklasifikasikan peristiwa sejenis yang terjadi pada masa tertentu untuk mempermudah dalam memahami dan dalam penelitian. Tanpa konsep kronologi akan penyusunan fakta sejarah menjadi lebih sulit karena tidak tersusus berdasarkan urutan waktunya.

3. Konsep Kronik

Kronik merupakan kumpulan ditulis yang ditulis atau dibuat oleh beberapa pujangga dan filsud pada zaman tertentu yang kemudian dijadikan sebagai dasar penelitian sejarah. Kronik berfungsi untuk membantu dalam menyusuri kebenaran fakta tentang apa yang terjadi dimasa tersebut berdasarkan tulis dan catatan serta tuturan dari sebuah kisah yang pernah terjadi di suatu masa lampau.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari kronik di masa lampau, seperti intrik politik yang terjadi disebuah kerajaan atau keberhasilan dari seorang raja dalam mensejahterakan masyarakatnya.

4. Historiografi

Historiografi adalah puncak dari pembelajaran sejarah dan puncak dari penelitian sejarah. Dalam proses historiografi, seorang sejarawan akan menulis kembali dalam sebuah lembaran kertas baru dalam mengunggkapkan penelitiannya mengenai fakta sejarah, dimana dalam pelaksanaannya, historiografi harus meluputi beberapa hal yang harus dapat dikaji secara ilmiah yang selanjutnya akan dipelajari dalam pokok bahasan selanjutnya.

Banyak hal yang sebenarnya didapatkan pada saat mempelajari mengenai pengertian sejarah, bentuk dan konsep yang terdapat dalam sejarah. Dengan mempelajari sejarah akan memberikan pemahaman secara lebih mendalam mengenai pentingnya sebuah peristiwa atau kejadian dimasa lampau karena apa yang terjadi dimasa lampau akan memberikan pengaruh terhadap apa yang yang akan terjadi dimasa kini dan masa depan.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Sejarah, Bentuk dan Konsepnya