Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Sejarah dan Perkembangan Hukum Internasional Lengkap

Sejarah dan Perkembangan Hukum Internasional - Hukum internasional sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Romawi Kuno sekitar 89 SM. Orang-orang Romawi Kuno mengenal dua jenis hukum, yaitu ius ceville (hukum sipil) dan ius gentium (hukum antarbangsa). Ius ceville adalah hukum nasional yang berlaku bagi masyarakat Romawi, di manapun mereka berada, sedangkan ius gentium adalah hukum yang diterapkan bagi orang asing yang bukan berkebangsaan Romawi.
Sejarah dan Perkembangan Hukum Internasional dan Contohnya
Dalam perkembangannya, ius gentium berubah menjadi ius inter gentium yang lebih dikenal juga dengan volkenrecth (Jerman), droit de gens (Prancis), dan kemudian juga dikenal sebagai lawofnations (Inggris). Sesungguhnya, hukum internasional modern mulai berkembang pesat pada abad XVI, yaitu sejak ditandatanganinya Perjanjian Westphalia 1648 yang mengakhiri Perang 30 Tahun (Thirty Years War) di Eropa. Sejak saat itulah mulai muncul negara-negara yang bercirikan kebangsaan, kewilayahan atau teritorial, kedaulatan, kemerdekaan, dan persamaan derajat.

Seiring dengan perkembangan yang ada, pemahaman tentang hukum internasional dibedakan menjadi dua, yaitu hukum perdata internasional dan hukum publik internasional.

a. Hukum perdata internasional (privat intemational law) ialah hukum internasional yang mengatur hubungan hukum antarwarga negara suatu negara dan warga negara dari negara lain (antarbangsa) yang melintasi batas wilayah.

b. Hukum publik internasional (Public intemational Law) ialah hukum internasional yang mengatur negara yang satu dengan negara yang lain dalam hubungan internasional (hukum antamegara) yang melintasi batas wilayah.

Secara garis besar, hukum internasional dapat dibagi menjadi dua, yaitu hukum internasional tertulis dan hukum internasional tidak tertulis, yang terwujud dalam bentuk perjanjian internasional.

a. Hukum tertulis adalah hukum internasional yang berupa perjanjian antamegara dalam bentuk tertulis (intemational agreement in written form).

b. Hukum tidak tertulis adalah hukum internasional antamegara dan subjek hukum lainnya dalam bentuk tidak tertulis (intemational agreement not in written form), misalnya pernyataan Presiden Prancis, George Pompidow, kepada masyarakat dunia untuk tidak mengulangi percobaan bom nuklir.

Sesuai dengan peningkatan intensitas interaksi antamegara, hukum internasional diakui memiliki peran yang penting dalam pemeliharaan perdamaian internasional. Peranan ini tampak dalam berbagai hal sebagai berikut.

a. Terjaminnya hak-hak asasi manusia serta kedaulatan-kedaulatan negara yang menuju persamaan derajat.
b. Mengatur tata kehidupan internasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia.
c. Memajukan kesejahteraan umum bangsa-bangsa serta menjunjung hak dan kewajiban masing-masing bangsa.
d. Penegakan hukum internasional.

Berikut contoh mengenai peranan hukum internasional (berdasarkan sumber-sumbernya) dalam menjaga perdamaian dunia

a. Perjanjian pemanfaatan Benua Antartika secara damai pada tahun 1959.
b. Perjanjian pemanfaatan nuklir untuk kepentingan perdamaian pada tahun 1968.
c. Perjanjian, damai Dayton (Ohio-AS) pada tahun 1995 yang mengharuskan pihak Serbia, Muslim Bosnia, dan Kroasia mematuhinya. Untuk mengatasi perjanjian tersebut, NATO menempatkan pasukannya guna menegakkan hukum internasional yang telah disepakati.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sejarah dan Perkembangan Hukum Internasional Lengkap