Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pola Hubungan Antar kelompok Sosial Beserta Contohnya

Pola Hubungan Antar kelompok Sosial Beserta Contohnya - Setiap kelompok sosial tentu meitiilikif përbedaan struktur sosial, persepsi, dan norma sosial. Hubungan antarkelompok sosial tersebut dapat menyebabkah terjadinya dinamika kelompok sosial. Hubungan antarkelompok sosial dapat mengarah pada 'proses asosiatif ataupun disosiatif. Dalam suatu kelompok yang memiliki kebudayaan yang dominan akan, memëngaruhi bentuk hubungan antarkelompok di suatu masyarakat. Kelompok mayoritas tidak harus berarti jumlahnya lebih banyak. Walaupun jumlahnya sedikit, sebuah kelompok dapat dikatakan sebagai mayoritas jika memiliki pèngaruh lebih besar terhadap kelompok lain.

Kelompok mayoritas memiliki kekuatan lebih besar sehingga menguasai kelompok mihoritas. Kekuatan atau keunggulan kelompok bisa disebabkan oleh ciri-ciri fisik, ekonomi, budaya, atau perilaku, sedangkan kelompok minoritas dianggap tidak unggul atau lebih rendah daripada kelompok mayoritas. Akibat adanya perbedaan këkuatan atau pengaruh, kelompok minoritas memperoleh perlakuan eksploitatif dan diskriminatif dari kelompok.mayoritas. Selain itu, hubungan antarkelompok juga diwarnai ciri-ciri khusus contohnya dalam bentuk eksploitasi, diskriminasi, difusi, akulturasi, segregasi, paternalisme, pluralisme, integrasi, dan asimilasi.


1. Eksploitasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) adalah pemanfaatan untuk keuntungan sendiri, pengisapan, dan pemerasan (terutama tentang tenaga). Keunggulan dalam hal ciri-ciri fisik pernah mengakibatkan eksploitasi kelompok orang kulit putih terhadap orang kulit, hitam di berbagai belahan dunia. Bentuk eksploitasi contohnya berupa perbudakan. Saat ini fenomena eksploitasi juga tampak pada hubungan antara negara-negara maju dari negara-negara berkembang. Apabila secara ekonomi sudah dominan maka pada umumnya aspek budaya pun akan dominan,

2. Diskriminasi, adalah pembedaan perlakuan yang dialami terhadap sesama anggota kelompok mengenai hal-hal tertentu (warna kulit, golongan suku, ekonomi, agama, dan lainnya). Contohnya, secara fisik kaum wanita dianggap lemah dan lebih emosional dibandingkan dengan kaum pria. Keadaan ini membuat kaum wanita mengalami diskriminasi dalam hal memperoleh pendidikan dan pekerjaan atau jabatan. Diskriminasi dapat dialami oleh individu,dan dapat pula dialami oleh kelompok sosial. Bentuk diskriminasi kelompok terhadap kelompok sosial lainnya, misalnya kebijakan kelompok sosial (organisasi atau negara) hanya menguntungkan kelompok tertentu dan merugikan kelompok lain.

3. Difusi, adalah proses penyebaran unsur dan pola kebudayaan. Difusi ada dua, yaitu difusi intramasyarakat dan difusi antarmasyarakat. Difusi intramasyarakat terjadi apabila unsur kebudayaan yang tersebar berasal dari masyarakat itu sendiri. Adapun difusi antarmasyarakat terjadi apabila ada kontak suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Difusi berlangsung secara dua arah, yaitu saling memberi dan saling menerima. Namun, umumnya masyarakat dengan teknologi lebih sederhanalah yang lebih banyak menyerap unsur budaya dari masyarakat yang lebih maju. Demikian pula, kelompok sosial berstatus rendah lebih banyak menyerap unsur budaya dari kelompok sosial berstatus tinggi. Difusi disertai seleksi dan modifikasi. Jadi, unsur budaya yang diserap tidak selalu sama persis dengan aslinya. Dengan bantuan teknologi komunikasi dan sarana transportasi yang telah berkembang maju seperti sekarang ini, proses difusi tidak harus melalui kontak langsung dengan sumber aslinya.

4. Akulturasi, terjadi berawal adanya kontak di antara dua kelompok sosial yang memiliki kebudayaan berbeda dan kemudian terus-menerus berhubungan sehingga terjadilah pertukaran unsur-unsur kedua kebudayaan itu. Dalam akulturasi, unsur-unsur budaya asing yang mudah diserap biasanya memiliki ciri-ciri mudah dipakai, sangat bermanfaat, dan mudah disesuaikan dengan kondisi setempat, contohnya peralatan tulis-menulis, komunikasi, transportasi, sarana pertanian, dan mata pencaharian hidup lainnya. Unsur-unsur itu biasanya berhubungan dengan perkembangan teknologi. Berbagai unsur yang berhubungan dengan pemenuhan rasa senang, baik dalam bentuk mode pakaian, dan rekreasi juga mudah diserap masyarakat lain. Sementara itu, unsur-unsur yang berhubungan dengan kepercayaan, nilai dan norma sosial, serta bahan makanan pokok tidak mudah diserap.

5. Segregasi, merupakan pemisahan kelompok sosial berdasarkan tradisi atau hukum. Kelompok yang mengalami perlakuan ini biasanya berbeda dalam hal asal-usul etnik, agama, kesejahteraan, atau kebudayaan. Segregasi dapat terjadi dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

6. Paternalisme, sering dijadikan pola kerja sama antara pengusaha besar dengan pengusaha (pedagang) kecil. Pengusaha besar memberi bantuan modal dan jaringan pemasaran kepada pengusaha (pedagang) kecil. Dalam istilah hubungan seperti itu pengusaha besar disebut bapak angkat, sedangkan pengusaha (pedagang) kecil disebut anak asuh. Dalam hal, ini terjalin hubungan antara dua kelompok sosial yang bersifat atasan dan bawahan yang saling memberikan nilai positif mengadakan hubungan.

7. Pluralisme, yaitu suatu keadaan di mana berbagai kelompok yang berbeda baik ras, maupun etnik/agama saling memelihara identitas budaya pan jaringan sosial, namun mereka bersama-sama berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan politik.

8. Asimilasi, terjadi apabila kebudayaan masyarakat yang didatangi bersifat dominan. Dalam keadaan seperti itu, cara-cara dan tradisi-tradisi yang dibawa dari kelompok pendatang akan menjadi bagian dari kebudayaan yang mendominasi. Oleh karena itu, proses asimilasi membuat ke|ompok minoritas menjadi lebur karena anggota-anggota kelompok kehilangan beberapa ciri budayanya. Sementara itu, masyarakat yang didatangi menerima unsur-unsur baru dalam kebudayaannya. Unsur baru bukan hanya memperkaya variasi, namun dapat pula menjadi penyebab perubahan yang cukup nyata di masyarakat.

9. Kolonialisme, adalah pengambil alihan dan penguasaan sebuah wilayah oleh kekuasaan asing dan mengisinya dengan dominasi sosial ekonomi atas masyarakat setempat (masyarakat pribumi).

10. Pemindahan, artinya penduduk asli dipindahkan tempatnya (digusur). Misalnya Australia didatangi Inggris (bukan menganggap sebagai musuh, tetapi sahabat) sehingga banyak warga Inggris yang datang di Australia.

11. Perbudakan, yaitu suatu sistem perhambaan yang terlembagakan di mana sang tuan memiliki kontrol penuh/penguasaan penuh terhadap para budak.

12. Resistensi, yaitu suatu strategi yang dilakukan oleh kelompok minoritas untuk menghindarkan diri dari konfrontasi yang tidak mengenakkan dengan kelompok dominan dengan jalan melakukan segregasi sendiri.

13. Amalgamasiatau hibridisasi, artinya perkawinan campuran/silang. Amalgamasi menunjuk pada hasil akhir yang diperoleh jika kelompok mayoritas dan kelompok minoritas disatukan untuk membentuk kelompok baru melalui perkawinan.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pola Hubungan Antar kelompok Sosial Beserta Contohnya