Tokoh Ilmuwan Islam yang Berpengaruh di Dunia

Tokoh Ilmuwan Islam yang Berpengaruh di Dunia

Di awal zaman pertumbuhan agama islam, dunia wawasan ilmu mengalami era keemasan bersama kemunculan ilmuwan-ilmuwan muslim, yang sampai sekarang ini penemuannya masihlah amat berguna dan terus dimanfaatkan. Lantaran kurangnya publisitas dan sejumlah sejarah peristiwa, menjadikan nama-nama meraka kurang dikenal. Bahkan dikalangan kita yaitu umat muslim sendiri. Berikut ini adalah Ilmuwan Islam paling berpengaruh didunia :

1. Al Khawarizmi – Persia


Ilmuwan islam yg paling berpengaruh mula-mula merupakan Al Khawarizmi.Satu Orang ahli matematika, astronomi, astrologi dan geografi yang berasal dari persia. Nyaris sepanjang hidupnya dia bekerja juga sebagai dosen di sekolah yang ternama di Baghdad. Buku pertamanya yaitu Al Ja-bar. Buku mula-mula yang membahas solusi sistematik dan linear, dan notasi kuadrat. Maka dia dinamakan sebagai Bapak Al Jabar. Diluar itu pun tidak sedikit lagi ilmu wawasan yg dipelajarinya dalam bagian matematika. Serta membuahkan rencana matematika yang demikian terkenal yang tetap dimanfaatkan hingga kini.

2. Ibnu Sina – Bukhara
Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang Iran). Ia juga seorang penulis yang produktif di mana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, dia adalah "Bapak Pengobatan Modern" dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan Referensi di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Sementara kitab Al qanun sekarang jadi rujukan utama dan terotentik dalam ilmu kedokteran. Terkecuali itu Ibnu Sina juga mengembangkan ilmu Karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya dapat pengertian masalah lokasi ruang hampa, cahaya dan panas pada khazanah keilmuan dunia.

3. Abu Al Zahrawi – Spanyol
Berlanjut ke ilmuwan Abu Al Zahrawi. Abu Al Zahrawi merupakan seseorang dokter, ahli bedah, ataupun ilmuwan yang berasal dari Andalusia, Spanyol. Beliau pun yaitu penemu original dari teknik pengobatan patah tulang dengan memanfaatkan gips. Tidak Hanya itu salah satu karya fenomenalnya adalah Kitab Al-Tasrif. Kitab yang berisi penyiapan aneka obat-obatan yang digunakan untuk penyembuhan sesudah dilakukannya proses operasi, yang sekarang sudah diterjemahakan ke sekian banyak bahasa. Kitabnya mengandung banyaknya diagram dan ilustrasi fasilitas bedah tersebut jadi buku wajib mahasiswa kedokteran di beraneka kampus di semua dunia. Sedangkan prinsip-prinsip ilmu wawasan kedokterannya sudah masuk kedalam kurikulum trayek kedokteran di seluruhnya Eropa.

4. Jabir Ibnu Hayyan – Irak
Satu Orang tokoh agung yg dikenal yang merupakan The Father of Mutakhir Chemistry atau Bapak Kimia, Jabir Ibnu Hayyan jadi Ilmuwan Islam yang paling berpengaruh kemudian. Jabir Ibnu Hayyan adalah satu orang yang ahli dalam sektor kimia, farmasi, fisika, filosofi & astronomi. Jabir Ibnu Hayyan lah yang menemukan Asam Klorida, Asam Nitrat, Asam Sitrat, Asam Asetat, Teknik Distilasi & Teknik Kristalisasi.

Diluar itu pula Jabir Ibnu Hayyan menemukan larutan aqua regia, yakni bersama menggabungkan asam klorida & asam nitrat, untuk melarutkan emas. Jabir Ibnu Hayyan bisa menerapkan pengetahuannya di bagian kimia kedalam proses pelaksanaan besi & logam yang lain, untuk pencegahan karat. Jabir Ibnu Hayyan jugalah yang pertama menerapkan pemakaian mangan dioksida kepada pengerjaan gelas kaca.

5. Al Biruni – Persia
Kemudian yaitu ilmuwan Al Biruni. Sosok dan peran ilmuwan bernama komplit Abu Rayhan Muhammad Ibnu Ahmad Al Biruni ini amat spektakuler. Dirinya sanggup memadukan ilmu wawasan & teknologi bersama humaniora dengan cara konprehensif dan integral. Tidak cuma menguasai beraneka ragam ilmu seperti fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, peristiwa, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran pula filsafat. Al Biruni pun turut memberikan kontribusi yg demikian agung bagi tiap-tiap ilmu yg dikuasainya itu. Tidak hanya menguasai beragam ilmu wawasan, Al Biruni serta fasih sederet bahasa, di antaranya bahasa arab, turki, persia, sansekerta, yahudi & suriah.

6. Ibnu Haitham – Irak
Peristiwa optik mencatat, ibnu haitham sebagai Bapak ilmu optik yang mengurai gimana kerja mata ‘mencerna’ tampilan sebuah obyek. Nama kumplit ilmuwan ini yaitu Abu Ali Muhammad Al-Hassan ibnu Al-Haitham. Dia ialah satu orang ilmuwan islam yang ahli dalam sektor sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, & filsafat. Dia tidak sedikit melakukan penyelidikan tentang cahaya dalam membuat mikroskop & teleskop.

Sekian Banyak buah bukunya berkenaan cahaya yang ditulisnya sudah diterjemahkan kedalam bahasa inggris. Di antaranya merupakan Light & On Twilight Phenomena. Kajiannya tidak sedikit membahas tentang senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari juga bayang-bayang & gerhana. Dalam kajiannya dirinya pun berjaya membuahkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.

7. Ar-Razi – Iran

Dan ilmuwan islam yang paling berpengaruh yang terakhir merupakan Ar-Razi atau dikenal juga sebagai Rhazes, adalah salah seseorang pakar sains Iran yang sudah mencari ilmu filsafat, kimia, matematika & kesastraan. Ar-Razi pula didapati sbg ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan paling besar dalam islam.

Juga Sebagai satu orang dokter penting di hunian rumah sakit di baghdad, Ar-Razi yaitu orang perdana yang menciptakan penjelasan lebih tentang penyakit cacar. Dia pun menemukan Alergi asma, dan beliau juga adalah ilmuwan perdana yang menuturkan demam yang merupakan prosedur badan untuk melindungi diri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top