Pengertian Wacana Beserta Contohnya

Pengertian Wacana Beserta Contohnya

Dalam keseharian, sebuah wacana identik dengan sebuah karangan. Wacana dianggap juga merupakan sebuah ide atau pendapat. Menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ada beberapa pengertian tentang wacana. Salah satunya menyebutkan bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap, realisasinya tampak pada bentuk karangan yang utuh, seperti novel, buku, atau artikel, pada pidato atau khotbah.

Bentuk-bentuk wacana ada beberapa macam, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi. Berikut ini akan dibahas tentang pengertian dan penjelasan dari masing-masing wacana tersebut.

A. Wacana Narasi

1.    Pengertian Wacana Narasi
Wacana naratif (narasi) adalah wacana yang di dalamnya menceritakan suatu kejadian secara urutan waktu (kronologi).

2.    Ciri-ciri Wacana Narasi
Ciri-ciri wacana narasi adalah sebagai berikut.
a.    Adanya unsur perbuatan atau tindakan.
b.    Adanya unsur rangkaian waktu, informatif.
c.    Adanya sudut pandang penulis.

3.    Jenis Wacana Narasi
Jenis wacana narasi ada dua, yaitu sebagai berikut.
a. Narasi ekspositoris (non fiksi)
Narasi ekspositoris yaitu karangan narasi yang bertujuan menggugah pikiran pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan. Dengan demikian, pembaca dapat memperoleh pengetahuan luas mengenai apa yang dibacanya.
Contoh narasi ekspositoris adalah cerita perjalanan atau pengalaman dan biografi.

b. Narasi sugesti (fiksi)
Narasi sugesti adalah karangan narasi yang berusaha memberikan makna pada peristiwa atau kejadian itu sebagai suatu pengalaman dan lebih cenderung menggunakan bahasa konotatif untuk rnemberikan kesan imajinatif.
Contoh narasi sugesti adalah bentuk karya sastra seperti cerpen, novel atau dongeng.

4. Unsur-unsur Wacana Narasi
Paragraf narasi dapat dibangun dengan unsur-unsur berikut.

a.    Tema adalah pokok pembicaraan yang menjadi dasar cerita penulis.
b.    Alur (plot) adalah jalinan cerita, bagaimana cerita itu disusun, sehingga peristiwa demi peristiwa dapat terjalin dengan baik.
c.    Watak atau karakter berhubungan dengan perangai si pelaku atau tokoh dalam suatu narasi.
d.    Suasana, berhubungan dengan kesan yang ditimbulkan sehingga pembaca dapat ikut membayangkan dan merasakan suasana yang dihapapi pelaku.
e.    Sudut pandang, berhubungan dengan dari mana penulis memandang suatu peristiwa.
Dia boleh memandang dari sudut pandang orang pertama atau ketiga.

B. Wacana Deskripsi

1.    Pengertian Wacana Deskripsi
Wacana deskripsi adalah wacana yang berusaha rnemberikan perincian atau tulisan yang melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (orang, tempat, suasana atau hal lain).

2.    Ciri-ciri Wacana Deskripsi
a.    Penggambaran objeknya demikian merangsang indra pembaca untuk berimajinasi sehingga seolah-olah yang bertutur dalam wacana itu adalah pembaca.
b.    Objek yang digambarkan dirinci atau diuraikan secara mendetail.

3.    Jenis-Jenis Wacana Deskripsi
Tulisan jenis deskripsi dapat dibedakan menjadi. dua macam, yaitu sebagai berikut.

a. Deskripsi sugestif (fiktif)
Deskripsi sugestif yaitu deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal, kesan yang sugesti tertentu, seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang , dideskripsikan) secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya. Ini diusahakan penulis dengan memindahkan kesan-kesan hasil pengamatan dan perasaan pembacanya. Jadi deskripsi sugesti berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca.

Objek yang dapat ditulis menjadi deskripsi sugesti tidak hanya terbatas pada apa yang diserap oleh panca indra (dilihat, didengar, dicium, dirasa, atau diraba). Hal lain misalnya perasaan karena ketakutan, kecemasan, terharu, benci, cinta, dendam bisa ditulis ke dalam deskripsi sugesti.

Contoh:
Matahari telah hampir masuk ke dalam peraduannya. Dengan amat perlahan, menurutkan perintah dari alam gaib, ia berangsur turun, turun ke dasar lautan yang tidak kelihatan ranah tanah tepinya. Cahaya merah telah mulai terbentang di ufuk barat dan bayangan tampak mengindahkan wajah lautan yang tenang tak berombak

b. Deskripsi faktual (ekspositoris)
Deskripsi faktual (ekspositoris) didasarkan pada objek nyata dan penulisnya apa adanya misalnya deskripsi tentang Danau Toba, Pantai Sanur, Pantai Songgoriti, serta iklim suatu daerah.
 
Contoh:
Iklim di Madura ditandai oleh dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau berlangsung dari bulan Mei sampai pertengahan Oktober dan musim hujan berlangsung dari pertengahan November sampai permulaan April ...

Deskripsi faktual (ekspositoris) dapat pula dibuat berdasarkan teks nonverbal seperti gambar peta, denah, began, tabel, grafik, amatik, dan sebagainya. Dalam panulisan deskripsi faktual berdasarkan teks nonverbal, penulis dituntut membuatnya sesuai dengan nilai-nilai kebenaran yang terdapat pada teks tersebut.

4. Langkah-langkah Menyusun Wacana Deskripsi
Agar didapatkan sebuah wacana deskripsi yang menarik, dalam penyusunannya perlu memperhatikan beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.

a.    Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan.
b.    Tentukan tujuan.
c.    Tentukan aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan atau berdasarkan pengamatan/pengalaman.
d.    Susun aspek tersebut ke dalam urutan yang baik.
e.    Kembangkan aspek atau kerangka tersebut menjadi deskripsi.

C. Wacana Eksposisi

Eksposisi atau pemaparan merupakan bentuk tulisan untuk menerangkan / menguraikan satu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Tujuan utama eksposisi adalah memperluas pandangan dan pengetahuan pembaca.

Eksposisi merupakan uraian-uraian ilmiah populer dan uraian ilmiah lainnya. Dalam eksposisi, penulis hanya menjelaskan atau menerangkan suatu pokok persoalan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa berita.

Topik yang tepat untuk eksposisi misalnya sebagai berikut.
1.    Peranan majalah dinding.
2.    Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses belajar. Eksposisi demikian disebut paparan proses.

Contoh Eksposisi/ Paparan:
Bagi manusia, bahasa merupakan alat komunikasi yang sungguh penting. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi hati kepada sesamanya. Dengan bahasa itu pula manusia mewarisi dan mewariskan, menerima dan memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada sesamanya........

Contoh Eksposisi/ Paparan Proses:
Cara bertanam hidroponik di dalam pot adalah sebagai berikut.
1.    Isi pot dengan kerlkil kira-kira seperempat bagian.
2.    Bibit tanaman yang akarnya telah dibersihkan, diletakkan dan ditimbun kerikil hingga tanaman tegak.
3.    Isi air lagi.
4.    Setelah tiga minggu, diganti larutan pupuk.

D. Wacana Argumentasi 

1. Pengertian Wacana Argumentasi
Wacana argumentasi yaitu wacana/ karangan yang bertujuan mengemukakan pendapat serta memberikan alasan-alasan, bukti dan contoh sehingga meyakinkan pembaca.

Berbeda dengan eksposisi, argumentasi bertujuan membuktikan kebenaran pendapat dengan mengemukakan data dan fakta sehingga meyakinkan pembacanya. Karangan argumentasi harus logis, kritis, objektif, dan sistematis.

Topik yang tepat untuk argumentasi antara lain sebagai bertkut.
a. Penyakit flu burung segera diberantas..
b. Pengangguran segera diatasi.
c. Pupuk buatan menguntungkan petani.

Contoh Wacana Argumentasi :

Buruh Harus Waspadai Kanker di Tempat Kerja Oleh Sulung Prasetyo

JAKARTA - Dua ratus ribu orang di dunia diperkirakan meninggal akibat kanker yang berhubungan dengan tempat kerja. Di Indonesia, hal ini dianggap kontroversif karena tak ada data yang valid.

Organisasi Kesehatan baru-baru ini mengumumkan sekitar dua ratus ribu pekerja di dunia meninggai akibat kanker. Kanker tersebut diperkirakan terjadi dalam kondisi tempat kerja yang tak memadai karena kesehatan. 'Terutama karena menghirup serabut asbes dan menghisap asap rokok pasif,' urai Maria Neira, Direktur Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat WHO, dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa.

Menurut Badan PBB tersebut, setidaknya saat ini setiap sepuluh kematian akibat kanker paru-paru berhubungan dengan bahaya di tempat kerja. 'Sebanyak seratus dua puluh lima juta orang di seluruh dunia tidak terlindung dari asbes di tempat kerja sehingga mengakibatkan sedikitnya sembilan puluh ribu kematian setiap tahun', tambahnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top