Pengertian Teks Eksposisi Secara Lengkap

Pengertian Teks Eksposisi Secara Lengkap

Buku adalah gudang ilmu. Anda tentu pernah atau bahkan sering mendengar pepatah tersebut, bukan? Sebuah pepatah sederhana, namun mengandung muatan pesan yang cukup dalam. Melalui pepatah tersebut, kita diajak untuk gemar membaca buku. Sejatinya, dalam sebuah buku yang terdiri atas berlembar-lembar halaman itu, terkandung berbagai pengetahuan yang tidak hanya mencakup satu bidang kelimuan saja. Akan tetapi, juga bidang-bidang keilmuan yang lain. Tidak mengherankan apabila ada pula yang mengatakan bahwa buku merupakan jendela dunia. Melalui sebuah buku, kita dapat memperoleh pengetahuan mengenai berbagai tempat di dunia ini, tanpa harus mengunjungi tempat-tempat tersebut terlebih dahulu.

Mendapati begitu besarnya manfaat yang terdapat dalam sebuah buku, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga gemar membaca buku? Bacaan apa saja yang sering Anda baca? Di sekitar Anda terdapat berbagai jenis teks bacaan. Anda tinggal memilih jenis teks bacaan yang sesuai keinginan. Salah satu contoh teks bacaan adalah teks eksposisi.

Teks eksposisi adalah teks yang memaparkan atau menjelaskan secara terperinci dengan tujuan untuk memberikan informasi dan memperluas pengetahuan kepada pembacanya. Kata eksposisi berasal dari bahasa Latin 'exponere', yang berarti memamerkan, menjelaskan, atau menguraikan. Teks eksposisi biasanya digunakan pada karya-karya ilmiah seperti artikel ilmiah, makalah-makalah untuk seminar, simposium, atau penataran. Teks eksposisi berisi penjelasan suatu hal kepada pembaca, tetapi tidak memaksa pembaca untuk mau memercayai atau mengikuti isi dari karangan. Teks eksposisi hanya sekadar menginformasikan sehingga pengetahuan pembaca lebih luas. Teks eksposisi sering disebut sebagai sebuah paparan.

Teks eksposisi dapat berisi mengenai berbagai hal yang terjadi di sekitar kita. Namun, permasalahan utama yang disampaikan dalam teks eksposisi adalah mengenai informasi. Informasi yang disampaikan dalam teks eksposisi berasal dari hasil pengamatan, penelitian, atau pengalaman. Teks ini bertujuan menyampaikan fakta-fakta secara teratur, logis, dan saling bertautan dengan maksud untuk menjelaskan suatu ide, istilah, masalah, proses, unsur-unsur sesuatu, atau hubungan sebab akibat agar diketahui oleh orang lain.

Teks eksposisi memiliki beberapa ciri khusus yang mampu menjadi ciri pembeda dengan teks-teks lainnya. Adapun ciri-ciri teks eksposisi, sebagai berikut.
1. Berisi tentang pendapat, gagasan, atau keyakinan penulis terhadap suatu masalah bidang tertentu.
2. Uraian bersifat objektif, semata-mata hanya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa didasari maksud tertentu.
3. Diperjelas dengan fakta yang dilengkapi dengan angka, peta, grafik, statistik, gambar atau bagan sebagai ilustrasi.
4. Menggali melalui analisis dan sintesis.
5. Teks diakhiri dengan penegasan, bukan ajakan atau permintaan dukungan.
6. Ciri bahasanya menggunakan kata yang menunjukkan sikap penulis dan menggunakan kata sambung yang menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Karangan eksposisi dikembangkan menjadi beberapa jenis. Berikut jenis pola pengembangan teks eksposisi.

1.    Eksposisi Identifikasi
Eksposisi identifikasi adalah sebuah teknik pengembangan eksposisi yang menyebutkan ciri-ciri atau unsur-unsur yang membentuk suatu hal atau objek sehingga pembaca dapat mengenal objek itu dengan tepat dan jelas.

2.    Eksposisi Definisi
Teknik definisi ialah teknik eksposisi terhadap arti kata-kata. Beberapa macam definisi yang bisa digunakan untuk mengembangkan karangan eksposisi, yaitu sinonim definisi nominal, definisi formal, dan definisi luas. Contoh teksnya, sebagai berikut.
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum. Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi sering juga terjadi di negara-negara berkembang. Inflasi mempunyai dampak yang positif dan negatif. Dampak inflasi yang positif adalah peredaran barang lebih cepat, kesempatan kerja bertambah dan pendapatan nominal bertambah. Adapun dampak inflasi yang negatif adalah harga-harga barang dan jasa naik, kesadaran masyarakat menabung kurang, serta banyak proyek pembangunan macet.

3.    Eksposisi Analisis
Cara memecahkan suatu pokok masalah. Suatu pokok masalah dipecah menjadi bagian-bagian yang logis. Macam-macam teknik analisis sebagai berikut.
a.    Analisis proses
Memaparkan proses sebenarnya, memberi penjelasan tentang bagaimana bekerjanya sesuatu, bagaimana terjadinya sesuatu, atau bagaimana membuat dan mengerjakan sesuatu.

b.    Analisis sebab akibat
Tiap-tiap peristiwa dihubungkan satu dengan yang lain untuk menelusuri sebab-akibatnya, kenapa peristiwa itu terjadi, apa sebabnya, dan apa pula akibatnya.

c.    Analisis bagian
Tipe analisis yang membagi suatu pokok masalah tunggal menjadi bagian-bagian berdasarkan aspek yang berbeda.

d.    Analisis fungsional
Analisis fungsional merupakan lanjutan dari analisis bagian. Jika analisis bagian berusaha memecah pokok masalah ke dalam bagian-bagian yang saling berhubungan hingga membentuk suatu objek, analisis fungsional mengaitkan bagian-bagian itu dengan fungsinya terhadap keseluruhan pokok masalah.

4.    Eksposisi Klasifikasi (Pembagian)
Pokok masalah yang majemuk dipecah atau dluraikan menjadi bagian-bagian, kemudian digolong-golongkan secara logis dan jelas.

5.    Eksposisi ilustrasi (Contoh)
Teknik yang digunakan dengan menunjukkan contoh-contoh nyata, baik contoh-contoh untuk pengertian yang konkret maupun untuk menggambarkan yang abstrak. Cermati contoh teks berikut:

Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik. Indikatornya dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya, dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain, seperti daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang papan, misalnya banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal yang permanen.

6.    Eksposisi Perbandingan
Teknik perbandingan mengemukakan uraian yang membandingkan antara hal-hal yang ditulis dan sesuatu yang lain. Perbandingan ini dapat dilakukan dan menunjukkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara keduanya. Teknik perbandingan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu perbandingan langsung, analogi, dan perbandingan kemungkinan.
a.    Perbandingan langsung
Perbandingan langsung digunakan apabila ingin menjelaskan suatu hal dengan menunjukkan perbedaan dan persamaan antara hal yang kita jelaskan dan hal lain secara langsung. Hal yang digunakan untuk membandingkan haruslah yang sudah dikenal oleh pembaca.
b.    Analogi
Teknik perbandingan yang dilakukan dengan menyamakan hal yang dijelaskan dengan hal lain.
c.    Perbandingan kemungkinan
Teknik perbandingan dengan mengemukakan bahwa sesuatu mungkin bisa terjadi dengan melihat sesuatu lain yang berkaitan.

Pengembangan teks eksposisi dengan teknik perbandingan memiliki tujuan sebagai berikut.
a.    Memperkenalkan sesuatu yang baru yang belum diketahui pembaca dengan cara membandingkannya dengan sesuatu yang sudah diketahuinya.
b.    Memperkenalkan beberapa hal dengan menghubungkannya dengan prinsip-prinsip umum yang berlaku secara bersama. Prinsip-prinsip umum ini dipakai sebagai landasan untuk membandingkan hal-hal yang dianggap belum diketahui oleh pembaca.
c.    Menggunakan prinsip-prinsip umum atau gagasan umum dengan membandingkan hal-hal yang sudah diketahui pembaca.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top