Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Secara etimologis konsep struktur sosial berasal dari kata struktur yang berarti susunan, serta kata sosial yang dalam konteks ini berarti masyarakat. Jadi, struktur sosial adalah jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah atau norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial yang ada dalam masyarakat. Dalam ilmu sosiologi, struktur sosial digunakan untuk menjelaskan keteraturan sosial, yaitu menunjuki pada prinsip perilaku yang berulang-ulang dengan bentuk dan cara yang sama. Selain pengertian tersebut, beberapa ahli sosiologi juga mengemukakan pendapatnya tentang struktur sosial sebagai berikut.

a.    Soerjono Soekanto
Bahwa organisasi sosial berkaitan dengan pilihan dan keputusan dalam hubungan-hubungan sosial aktual. Struktur sosial mengacu pada hubungan-hubungan yang lebih fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi.

b.    Raymond Flirth
Struktur sosial menurut Flirth merupakan suatu pergaulan hidup manusia yang meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan lembaga-lembaga di mana orang-orang tersebut ambil bagian.
 
c.    W. Drajad BSW
Struktur sosial diartikan sebagai susunan intern suatu masyarakat yang bersifat stabil yang berisi hierarki beserta jalinan di antara status-status itu sehingga mendorong dan mewujudkan aktivitas sosial dalam masyarakat.

Berdasarkan definisi para tokoh di atas dapat disimpulkan secara sederhana bahwa struktur sosial adalah susunan status-status sosial yang hierarki beserta jalinan di antara status-status itu sehingga mendorong dan mewujudkan aktivitas sosial dalam masyarakat.

Ciri-Ciri Struktur Sosial

Dalam mengkaji tentang struktur sosial terdapat ciri-ciri umum yang digunakan. Adapun ciri-ciri struktur sosial sebagai berikut.
a. Struktur sosial mencakup semua hubungan sosial antarindividu pada saat tertentu.
b. Struktur sosial merupakan seluruh kebudayaan masyarakat yang dapat dilihat dari sudut pandang teoritis. Jadi, setiap pelaksanaan penelitian diarahkan pada pemikiran tentang derajat dari susunan sosialnya.
c. Struktur sosial merupakan realitas sosial yang bersifat statis sehingga dapat dilihat kerangka tatanan yang berbentuk struktur.
d. Struktur sosial mengacu pada hubungan-hubungan sosial pokok yang dapat memberikan bentuk dasar pada masyarakat dan memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang kemungkinan besar dilakukan secara organisatoris.

Fungsi Struktur Sosial

Dalam struktur sosial banyak dijumpai berbagai aspek perilaku sosial. Dengan demikian, individu senantiasa menyesuaikan diri dengan ketertiban dan keteraturan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa struktur sosial juga memiliki fungsi dalam kehidupan masyarakat. Adapun fungsi struktur sosial sebagai berikut.

a. Struktur sosial berfungsi sebagai pengawasan sosial (social control)
Artinya, struktur sosial merupakan penekan terhadap adanya pelanggaran nilai dan norma masyarakat sehingga disiplin kelompok dapat dipertahankan.

b. Struktur sosial berfungsi sebagai dasar dalam menanamkan disiplin sosial (discipline control)
Setiap anggota kelompok akan memiliki pengetahuan dan kesadaran terutama dalam hal sikap, adat kebiasaan, dan kepercayaan. Dengan demikian, anggota kelompok dapat mengetahui bagaimana cara bersikap dan bertindak sesuai dengan ketentuan dan harapan masyarakat. Akibatnya, perbedaan paham dapat dikurangi.

Elemen Dasar Struktur Sosial

Terdapat empat elemen dasar yang membentuk suatu struktur sosial menjadi satu kesatuan yang utuh. Elemen-elemen dasar struktur sosial tersebut sebagai berikut.
a.    Kelompok merupakan sejumlah orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai dan harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.
b.    Institusi merupakan pola terorganisasi dari kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial.
c.    Status sosial merupakan kedudukan atau posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat, meliputi keseluruhan posisi sosial yang terdapat dalam suatu kelompok besar masyarakat dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Status sosial dibagi menjadi berikut.
1)    Ascribed status adalah status yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat tanpa memandang bakat atau karakteristik unik orang tersebut.
2)    Achieved status adalah status yang didapat seseorang melalui usaha-usahanya sendiri.
3)    Assigned status adalah status yang diberikan karena telah berjasa melakukan sesuatu untuk masyarakat.
d.    Peran sosial merupakan harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial tertentu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top