Pengertian Simpulan dan Pola Penalaran Simpulan

Pengertian Simpulan dan Pola Penalaran Simpulan

Pada bab sebelumnya telah dipelajari tentang bagaimana membuat sebuah ringkasan. Sebuah ringkasan dibuat dengan tujuan untuk memahami karangan tersebut. Jika sudah memahami isinya, maka langkah selanjutnya adalah membuat simpulan atau memberikan tanggapan terhadap apa yang telah dibaca.

Diperlukan langkah-langkah tertentu untuk membuat sebuah simpulan, agar diperoleh sebuah simpulan yang baik. Bagaimana langkah-langkah dalam membuat simpulan? Berikut penjelasanya.

A. Pengertian Simpulan

Simpulan artinya sesuatu yang disimpulkan, hasil menyimpulkan, kesimpulan. Simpulan juga berarti kesudahan pendapat (pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya), atau keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif.

Langkah-langkah membuat kesimpulan adalah sebagai berikut.
1.    Memusatkan perhatian.
2.    Menyiapkan alat tulis (buku, pensil, pulpen).
3.    Mendengarkan/membaca bacaan dengan teliti dan cermat.
4.    Mencatat secara cepat isi bacaan.
5.    Menentukan tema/inti bacaan.
6.    Menceritakan kembali isi bacaan secara padu dan utuh.

B. Pola Penalaran dalam Pengambilan Simpulan

Pada dasarnya, menarik kesimpulan berhubungan dengan penalaran. Penalaran adalah suatu proses berpikir untuk mengembangkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan.

Pola penalaran ada dua macam, yaitu sebagai berikut.
1. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah penalaran yang dimulai dari pemyataan yang bersifat umum dan diikuti dengan pemyataan khusus. Deduktif ada 3 macam, yaitu sebagai berikut.

a.    Silogisme
Pola ini dimulai dengan mengemukakan pemyataan yang umum (premis umum/mayor) diikuti pernyataan khusus (premis khusus/minor), ditarik kesimpulan terhadap hal yang khusus.

b.    Hubungan sebab-akibat
Pola ini dimulai dari suatu sebab, lalu dicari/ dirunut kemungkinan akibat-akibatnya.

c.    Hubungan akibat-sebab
Pola ini dimulai dari suatu akibat, lalu dicari kemungkinan sebab-sebabnya.

2. Penalaran Induktif
Pola ini dimulai dengan mengemukakan hal-hal atau peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus, lalu ditariklah sebuah simpulan umum berdasarkan hal-hal yang bersifat khusus tersebut. Berikut yang termasuk penalaran induktif.

a.    Generalisasi
Generalisasi ialah perumusan simpulan umum berdasarkan data/fakta/bukti/ contoh atau kejadian-kejadian yang bersifat khusus.

b.    Hubungan sebab-akibat
Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta-fakta yang menjadi sebab, kemudian ditarik simpulan yang berupa akibat.

c.    Hubungan akibat-sebab
Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta-fakta yang merupakan akibat, kemudian kita telusuri, kita analisis untuk mencari penyebabnya.

d.    Hubungan sebab-akibat berantai
Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta-fakta yang menjadi sebab, kemudian diikuti akibatnya. Akibat ini membawa akibat berikutnya lagi, demikian seterusnya sampai hal yang dipandang sebagai akibat akhir.

e.    Pola Analogi
Analogi yaitu pengambilan simpulan dengan asumsi bahwa jika dua hal atau lebih memiliki beberapa kesamaan penting, maka dalam aspeklain pun memiliki kesamaan. Atau, penggunaan pembanding untuk mengambil simpulan atas suatu hal yang memiliki persamaan sifat dasar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top