Pengertian Menulis Pantun dan Contohnya

Pengertian Menulis Pantun dan Contohnya

Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra Melayu lama yang berbentuk puisi. Pada masa lalu, pantun diciptakan untuk berbagai macam kepentingan, misalnya menyampaikan nasihat atau petuah, menyatakan perasaan kasih sayang, mengenalkan dan menanamkan budi pekerti, dan menciptakan humor. Pada masa kini, penggunaan pantun lebih terbatas, misalnya untuk mengisi acara televisi atau radio, acara gembira pada saat perkemahan, atau upaya kreatif seorang pembawa acara untuk menciptakan suasana tertentu.

Pantun berfungsi untuk mengungkapkan maksud atau pikiran secara tidak langsung. Ciri-ciri pantun sebagai berikut:

1. mempunyai bait dan isi;
2. setiap bait terdiri atas baris-baris;
2. jumlah suku kata dalam baris antara delapan sampai dua belas;
3. setiap bait terdiri atas sampiran dan isi;
4. bersajak ab ab.

Menurut jenisnya, pantun dibagi menjadi lima macam, sebagai berikut..
1. Pantun anak-anak (pantun bersuka cita dan berduka cita).
2. Pantun dadang/nasib.
3. Pantun orang muda.
4. Pantun jenaka.
5. Pantun orang tua (nasihat, agama, dan adat).

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menulis pantun, yaitu pilihan kata (diksi) dan syarat-syarat pantun. Pilihan kata (diksi) dalam pantun harus diperhatikan dengan cermat untuk menemukan bunyi akhir (rima) yang sesuai dengan syarat-syarat pantun. Hal pertama yang perlu ditentukan adalah Isi pantun, bukan sampiran. Sampiran baru ditentukan setelah isi pantun benar-benar sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan. Hal yang dipentingkan dalam menulis pantun adalah mementingkan keindahan bahasa, pemadatan makna kata, dan bentuk penulisannya berbalt-bait.

Perhatikan contoh pantun berikut:
1. Adik ke kedai membeli halia
Emak memesan membeli laksa
Jadilah insan berhati mulia
Baik hati berbudi bahasa

2. Selasih tumbuh di tepi telaga
Selasih dimakan si anak kuda
Kasih ibu membawa ke surga
Kasih saudara masa berada

3. Pohon limau berdahan rendah
Dahan yang rendah beranting empat
Jika engkau berbuat salah
Segeralah engkau lekas bertobat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top