Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Masyarakat madani adalah masyarakat yang mandiri, modern, dan beradab dalam kehidupan serta tidak begitu bergantung pada peran pemerintah atau negara. Sistem pemerintahan yang demikian memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. Dalam kehidupannya, masyarakat madani juga bersifat demokrasi, yaitu bebas dalam menyampaikan aspirasi-aspirasi masyarakatnya.

Berikut ini pengertian masyarakat madani menurut beberapa ahli.

a.    Thomas Paine
Masyarakat madani adalah ruang tempat warga dapat mengembangkan kepribadian dan memberi peluang bagi pemuasan kepentingannya secara bebas dan tanpa paksaan.

b.    Patrick
Masyarakat madani adalah jaringan kerja yang kompleks dan organisasi-organisasi yang dibentuk secara sukarela yang berbeda dari lembaga-lembaga negara yang resmi, bertindak secara mandiri, atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga negara.

c.    Mohammad A.S. Hikam
Masyarakat madani adalah wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan sukarela, keswasembadaan, keswadayaan, dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara dan terikat dengan norma atau hukum yang berlaku.

d.    Gellner
Masyarakat madani adalah sekelompok institusi/lembaga dan asosiasi yang cukup kuat mencegah tirani politik, baik oleh negara maupun komunal/komunis.

e.    Alfred Stepan
Masyarakat madani adalah arena berkumpulnya banyak sekali gerakan sosial serta organisasi civic dari berbagai yang mencoba membentuk diri mereka dalam suatu keteraturan agar dapat menyalurkan kepentingan-kepentingannya.

f.    M. Ryaas Rasyid
Masyarakat madani adalah suatu gagasan masyarakat mandiri yang dikonsepsikan sebagai jaringan-jaringan yang produktif dari kelompok-kelompok sosial yang mandiri, perkumpulan-perkumpulan, serta lembaga-lembaga yang saling berhadapan dengan negara.

Pada masa-masa sekarang ini, makna masyarakat madani lebih mengarah kepada masyarakat sipil atau terjemahan dari civil society. Konsep civil society lahir dan berkembang dari sejarah pergumulan masyarakat. Cicero adalah orang Barat yang pertama kali menggunakan kata 'societies civilis' dalam filsafat politiknya. Konsep civil society pertama kali dipahami sebagai negara (state). Secara historis, istilah civil society berakar dari pemikir Montesquieu, J.J. Rousseau, John Locke, dan Thomas Hobbes.

Ketiga orang ini mulai menata suatu bangunan masyarakat sipil yang mampu mencairkan otoritarian kekuasaan monarki-absolut dan ortodoksi gereja. Masyarakat madani merupakan konsep yang sangat majemuk, memiliki makna yang berbeda-beda. Dalam bahasa Inggris, masyarakat madani berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Menurut Blakeley dan Suggate (1997), masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan 'the sphere ofvoluntary activity whlch takes place outside of govemment and the market (suatu aktivitas sosial yang terbentuk secara sukarela tanpa adanya intervensi pemerintah/pasar)'.

Pada kenyataannya, masyarakat sipil tidak sama dengan masyarakat madani. Masyarakat madani merujuk kepada sebuah masyarakat dan negara yang diatur oleh hukum agama, sedangkan masyarakat sipil merujuk kepada komponen di luar agama. Syed Farid Alatas, seorang sosiolog sepakat dengan Syed M. Al Naquib Al Attas (berbeda dengan para sosiolog umumnya) menyatakan bahwa paham masyarakat madani tidak sama dengan paham masyarakat sipil. Istilah madani, madinah (kota) dan din (diterjemahkan sebagai agama) semuanya didasarkan dari akar kata dyn. Kenyataan bahwa nama Kota Yatsrib berubah menjadi Madinah bermakna di sanalah agama berlaku.

Masyarakat madani sejatinya bukanlah konsep yang eksklusif dan dipandang sebagai dokumen usang, ia merupakan konsep yang senantiasa hidup dan dapat berkembang dalam setiap ruang dan waktu. Mengingat landasan dan motivasi utama dalam masyarakat madani adalah Al Qur'an.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top