Pengertian Laporan, Jenis dan Cara Penyampaian

Pengertian Laporan, Jenis dan Cara Penyampaian

Untuk mendapatkan informasi tentang suatu kegiatan yang telah dilakukan, misalnya hasil kunjungan, hasil pemasaran atau kegiatan lain, dapat dilihat pada hasil laporannya.

Dalam kegiatan industri, dikenal adanya bermacam-macam laporan. Misalnya laporan keuangan, laporan rugi-laba, dan lain-lain. Dengan adanya laporan tersebut, maka sebuah kegiatan industri dapat diawasi dengan baik. Agar laporan menjadi valid, perlu didukung oleh data-data yang akurat. Bagaimana cara menyajikan sebuah laporan dengan baik? Apa saja macam-macamnya? Berikut penjelasannya.

A. Pengertian Laporan

Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan. Laporan dapat berupa laporan tertulis ataupun laporan lisan. Untuk menyusun sebuah laporan, perlu adanya informasi yang lengkap. Sebuah informasi dapat digali dengan mengajukan pertanyaan dengan rumus: 5W + 1 H, yaitu what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (kenapa), dan how (bagaimana). Dari situlah informasi-informasi dapat dikumpulkan, kemudian baru dibuatsebuah laporan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam laporan lisan antara lain sebagai berikut.
1.    Fakta: hal yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada, terjadi dan benar-benar ada buktinya.
2.    Bersikap jujur, teliti, dan mampu mengungkapkan gagasan dengan baik.
3.    Bahasa yang dipakai bahasa yang efektif, tidak menimbulkan kesan sugesti.
4.    Laporan harus sempurna dan lengkap.

B. Cara Penyampaian Laporan

Agar diperoleh sebuah laporan yang runtut, maka perlu memperhatikan beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.

1. Urutan waktu, misalnya melaporkan kegiatan dimulai dari hari pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

2. Urutan tempat, misalnya melaporkan hasil kunjungan ke perusahaan penerbitan. Kita melaporkan hasil kunjungan dari gedung bagian penerbitan hingga dari gedung bagian percetakan.

3. Urutan umum-khusus, misalnya kita melaporkan hasil kunjungan ke pabrik. Laporan dimulai dari tinjauan umum tentang pabrik, contoh lokasi, sejarah, dan perkembangannya diikuti hal-hal khusus dari berbagai aspek, seperti proses produksi, pemasaran, dan sebagainya.

4. Urutan khusus-umum, misalnya melaporkan hasil percobaan. Laporan dapat dimulai dari deskripsi data, analisis data, lalu kesimpulan.

5. Urutan klimaks, misalnya melaporkan pengalaman yang mengesankan. Kita dapat mulai dari hal-hal yang ringan dan diakhiri dengan inti peristiwa.

6. Urutan antiklimaks, misalnya melaporkan kecelakaan. Laporan dapat dimulai dari beberapa korban yang tewas diikuti penjelasan mengenai jumlah korban yang luka berat, ringan, dan tindak lanjut penanganan korban.

7. Urutan sebab-akibat, misalnya melaporkan bencana banjir. Laporan dimulai dari kondisi cuaca hujan terus-menerus, bobolnya tanggul sungai, pengaruh kondisi geografis daerah, dan diakhiri dengan keadaan banjir.

8. Uraian akibat-sebab, misalnya melaporkan bencana kebakaran. Laporan dapat dimulai dari gedung terbakar beserta korbannya, diikuti penjelasan sebab terjadinya kebakaran, seperti arus pendek di sebuah ruangan, dan Iain-lain.

9. Urutan penyelesaian masalah, misalnya melaporkan kemacetan lalu lintas di jalan raya. Kita dapat memulai laporan dari suasana kemacetan di sebuah ruas jalan, sebab-sebab kemacetan, dan diikuti alternatif cara mengatasi kemacetan.

Saat Anda menyampaikan sebuah laporan peristiwa atau suatu keadaan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut. -
1.    Diungkapkan dalam bahasa yang baik, lugas, dan jelas agar tidak menimbulkan salah pengertian.
2.    Disertai dengan data yang akurat dan meyakinkan.
3.    Disertai dengan ekspresi yang menarik.

C. Jenis-Jenis Laporan Lisan

Ada beberapa gaya dalam penyampain laporan lisan, yaitu sebagai berikut.

1. Naratif, laporan yang menyampaikan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar Pembaca/pendengar mengalami kejadian yang diceritakan.
2. Deskriptif, laporan yang menggambarkan suatu objek dengan tujuan agar pembaca/ pendengar merasa seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan.
3. Ekspositoris, laporan yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi agar pembaca/pendengar mendapat informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya.
4. Argumentatif, laporan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca/pendengar meyakininya.
5. Persuasif, laporan yang.bertujuan untuk memengaruhi pembaca/pendengar. Laporan ini memerlukan data sebagai penunjang.

Contoh laporan narasi:
Pada 1980-an, IBM menjadi penjual Personal Computer (PC) yang sukses dan tak tertandingi. IBM menawarkan merek, kualitas, keamanan, dan kepercayaan. Pada waktu itu IBM memperoleh 70% keuntungan industri komputer dunia.

Namun, ketika konsumen mulai sadar bahwa PC buatan IBM tidak jauh beda dengan PC buatan perusahaan lainnya, maka konsumen mulai berpikir mengapa harus membayar lebih kepada merek IBM kalau mutu tidak jauh beda. Tahun 90-an mulai bermunculan merek-merek PC tiruan yang mengakibatkan keuntungan IBM menurun 55% pada 1990 dan menjadi 38% pada 1993.

Akhirnya merek IBM turun dari singgasana dan hanya berada pada urutan ketiga. Pada tahun 1994, keuntungan IBM mendekati nilai negatif dan hampir jatuh ke jurang. Padahal IBM merupakan penguasa teknologi informasi selama dua dasawarsa.

D. Menyampaikan Kesimpulan dan Laporan

Menyampaikan rangkuman sebuah laporan secara lisan pada hakikatnya sama dengan membuat rangkuman atau kesimpulan laporan secara tertulis. Dari laporan lengkap itu kita menyeleksi bagian-bagian pokoknya. Bagian-bagian pokok itu selanjutnya kita susun kembali secara berurutan menjadi rumusan sebuah rangkuman.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan dalam membuat rangkuman.
1. Bacalah bacaan dengan cermat dan teliti. Bacalah teks aslr seluruhnya beberapa kali i untuk mengetahui isinya serta maksud dan sudut pandang penulis secara umum.

2. Catat dan beri tanda garis bawah pada gagasan utama yang terdapat dalam teks tersebut. Perhatikan hal-hal berikut agar pekerjaan mencatat lebih mudah:
a. contoh-contoh tidak perlu disertakan;
b. buang komentar-komentar tambahan;
c. tetaplah pada topik, ambillah ide pokoknya saja;
d. ilustrasi tidak perlu dicatat;
e. dan buatlah bagan untuk mempermudah pengerjaan.

3. Susunlah kembali dengan membuat sebuah tulisan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat.

4. Perhatikan penggunaan bahasa dan pemilihan kata (diksi) sesuai dengan isi kaidah standar yang telah tercantum dalam pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.

Tidak jarang rangkuman disertai kesimpulan. Rangkuman hanya menyajikan apa adanya dalam bentuk ringkas, sedangkan kesimpulan memuat unsur penilaian atau interpretasi dari si penyimpul.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top