Pengertian Keterbukaan dan Ciri Keterbukaan

Pengertian Keterbukaan dan Ciri Keterbukaan

Keterbukaan atau transparansi berasal dari kata dasar terbuka dan transparan, yang secara harfiah berarti jernih, tembus cahaya, nyata, jelas, mudah dipahami, tidak keliru, tidak sangsi, atau tidak ada keraguan. Keterbukaan merupakah perwujudan dari sikap jujur, rendah hati, adil, mau menerima pendapat, dan kritik dari orang lain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterbukaan sebagai hal terbuka, perasaan toleransi dan hati-hati, serta merupakan landasan untuk berkomunikasi. Dengan demikian, keterbukaan adalah suatu sikap dan perilaku terbuka dari individu dalam beraktivitas.

Adapun ciri-ciri keterbukaan sebagai berikut.
a.    Terbuka (transparan) dalam proses maupun pelaksanaan kebijakan publik.
b.    Menjadi dasar atau pedoman dalam dialog dan berkomunikasi.
c.    Berterus terang dan tidak menutup-nutupi kesalahan dirinya maupun yang dilakukan oleh orang lain.
d.    Tidak merahasiakan sesuatu yang berdampak pada kecurigaan orang lain.
e.    Bersikap hati-hati dan selektif (check and recheck) dalam menerima dan mengolah informasi dari mana pun sumbernya.
f.    Toleransi dan tenggang rasa terhadap orang lain.
g.    Mau mengakui kelemahan atau kekurangan dirinya atas segala yang dilakukan.
h.    Sangat menyadari keberagaman dalam berbagai bidang kehidupan.
i.    Mau bekerja sama dan menghargai orang lain.
j.    Mau dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.

Keterbukaan dapat diartikan sebagai keadaan yang memungkinkan ketersediaan informasi yang dapat diberikan dan didapatkan oleh masyarakat luas. Adapun sikap terbuka adalah bersedia menerima pengetahuan atau informasi dan memberitahukannya kepada pihak lain. Keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan berarti kesediaan pemerintah untuk senantiasa memberikan informasi faktual mengenai berbagai hal yang berkenaan dengan proses penyelenggaraan pemerintahan.

Keterbukaan dalam penyelenggaraan negara ditandai dengan perwujudan beberapa hal, sebagai berikut.
a.    Penyelenggara negara mengemukakan program dalam penyelenggaraan negara.
b.    Penyelenggara negara memberikan laporan pertanggungjawaban secara transparan.
c.    Warga negara belajar menerima dengan kecermatannya program kebijakan atau laporan pertanggungjawaban dari penyelenggara negara.
d.    Penyelenggara negara terbuka untuk menerima masukan-masukan dari warga negara bahkan kritik atau solusi yang diberikan oleh warga negara.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top