Pengertian dan Unsur Budaya Demokrasi

Pengertian dan Unsur Budaya Demokrasi

Budaya demokrasi adalah keseluruhan apa yang dihasilkan oleh manusia karena pemikiran dan karyanya teptang pemerintahan rakyat. Adapun wujud budaya demokrasi adalah nilai, norma, peraturan, dan sistem sosial. Adapun, secara fisik budaya demokrasi dapat dilihat dalam bentuk perilaku dan tatanan demokrasi yang berkembang di masyarakat, seperti gotong royong, rembuk desa, dan pemilihan kepala desa.

Dengan demikian, budaya demokrasi adalah pola pikir, pola sikap, dan pola tindak warga masyarakat yang sejalan dengan nilai-nilai kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan antar manusia yang berintikan kerja sama, saling percaya, menghargai keanekaragaman, toleransi, kesamaderajatan, dan kompromi.

Unsur-unsur budaya demokrasi meliputi sebagai berikut.

a.    Kebebasan, artinya keleluasaan untuk membuat pilihan terhadap beragam pilihan atau melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan bersama atas kehendak sendiri tanpa tekanan dari pihak manapun. Namun kebebasan untuk melakukan hal tanpa batas. Kebebasan harus digunakan untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat dengan cara tidak melanggar aturan yang berlaku.

b.    Persamaan, artinya Tuhan menciptakan manusia dengan harkat dan martabat yang sama. Di dalam masyarakat manusia memiliki kedudukan yang sama di depan hukum, politik, mengembangkan kepribadiannya masing-masing, dan sama haknya untuk menduduki jabatan pemerintahan.

c.    Solidaritas, artinya kesediaan untuk memperhatikan kepentingan dan bekerja sama dengan orang lain. Solidaritas sebagai perekat bagi pendukung demokrasi agar tidak jatuh ke dalam perpecahan.

d.    Toleransi, artinya bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, dn membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan kelakuan) yang bertentangan atau berbeda dengan pendirian sendiri.

e.    Menghormati kejujuran, artinya keterbukaan untuk menyatakan kebenaran, agar hubungan antar pihak berjalan baik dan tidak menimbulkan benih-benih konflik di masa depan.

f.    Menghormati penalaran, artinya penjelasan mengapa seseorang memiliki pandangan tertentu, membela tindakan tertentu, dan menuntut hal serupa dari orang lain. Kebiasaan memberi penalaran akan menumbuhkan kesadaran bahwa ada banyak alternatif sumber informasi dan ada banyak cara untuk mencapai tujuan.

g.    Keadaban, artinya ketinggian tingkat kecerdasan lahir batin atau kebaikan budi pekerti. Perilaku yang beradab adalah perilaku yang mencerminkan penghormatan dan mempertimbangkan kehadiran pihak lain yang tercermin dalam sopan santun, dan beradab.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top