Pengertian dan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Pengertian dan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Alam semesta diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa bukanlah tanpa maksud dan tujuan. Alam semesta diciptakan Tuhan untuk kepentingan semua makhluk-Nya. Tidak hanya untuk kepentingan manusia, namun juga untuk kepentingan makhluk-makhluk lainnya. Itu artinya, bukan hanya manusia yang membutuhkan segala sesuatu yang ada di alam ini. Makhluk-makhluk lain juga memiliki kepentingan yang sama, yaitu memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, manusia tidak boleh memanfaatkan alam dengan cara yang berlebihan. Sebagai makhluk yang dibekali dengan akal dan pikiran, diharapkan manusia dapat mengelola alam semesta dengan cara yang bijaksana agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Pada sub bab ini Anda akan diajak mengenal teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi adalah sebuah tulisan yang mempunyai tujuan untuk menyampaikan informasi dan hasil kegiatan dengan sebenar-benarnya. Tulisan ini dibuat berdasarkan investigasi atau observasi secara mendalam terhadap suatu objek. Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu objek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati. Kegiatan observasi memiliki sifat, antara lain dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan lebih dulu, direncanakan secara sistematis, hasilnya dicatat dan diolah sesuai dengan tujuannya, dapat diperiksa validitas, reliabilitas, dan ketelitiannya bersifat kuantitatif.

Sesuai dengan sifat teks laporan, teks jenis ini juga bersifat global dan universal. Berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita dapat dijadikan bahan penulisan teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi harus ditulis dengan selugas-lugasnya. Hal ini mengacu pada tujaun penulisannya, yaitu menyampaikan suatu informasi. Agar pembaca dapat memahami informasi yang disampaikan, tentu saja penyampaiannya harus dilakukan secara lugas sehingga tidak ada hal ditutup-tutupi. Meskipun demikian, penyampaian tersebut tetap harus memperhatikan batasan bahwa apa yang ditulis tersebut sesuai dengan kenyataan. Untuk lebih jelasnya, bacalah teks laporan hasil observasi berikut dengan saksama!

Planet Bumi: Bulan

Bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi. Bulan juga merupakan satelit alami terbesar kelima di tata surya. Bulan tidak selalu berada di belahan bumi yang sama. Bulan berputar mengelilingi porosnya, yaitu bumi. Hal inilah yang menjadikan kita hanya dapat menyaksikan bulan saat malam. Ketika malam, bulan terlihat begitu bercahaya. Sebenarnya, bulan tidak mempunyai cahaya sendiri. Cahaya bulan berasal dari cahaya matahari.

Bulan dan bumi memiliki jarak yang cukup jauh. Jarak rata-rata bumi-bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter bumi. Diameter bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter bumi. Bulan beredar mengelilingi bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem bumi-bulan-matahari bertanggung jawab atas terjadinya fase-fase bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik).

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal bulan sedikit lebih besar dari gaya tarik-menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal Ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm/tahun.

Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Kawah-kawah yang terdapat di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan bunyi tidak dapat terdengar di bulan.

Struktur bulan terdiri atas kerak, mantel, dan inti. Kerak bulan terdiri atas batuan granit dan mineral kalsium, dengan ketebalan antara 48-74 km. Di bawah kerak terdapat mantel yang tebal, terdiri atas banyak mineral silikat dan sedikit logam, yaitu besi. Inti bulan memiliki bagian dalamyang keras, dengan ketebalan 240 km, dan bagian luar yang cair dengan ketebalan 300 km. Inti bulan kaya akan besi. Inti bulan dikelilingi oleh suatu lapisan kental dengan ketebalan 500 km.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top