Pengaruh Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial di Masyarakat

Pengaruh Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial di Masyarakat

Keberadaan sistem diferensiasi dan stratifikasi sosial dalam masyarakat tentunya membawa pengaruh tersendiri bagi kehidupan sosial terutama struktur sosial. Adanya stratifikasi dan diferensiasi sosial dalam masyarakat mendasari terjadi pembedaan-pembedaan yang membentuk tingkat-tingkat kelompok sosial. Bentuk tersebut sangat penting bagi individu-individu dalam kelompok sosial karena memiliki pengaruh terhadap kesempatan (life chance) mereka. Menurut Max Weber, kesempatan hidup merupakan kesempatan yang dimiliki seseorang untuk memenuhi kebutufian hidup mereka sendiri akan barang-barang material, kondisi kehidupan yang positif, dan pengalaman hidup yang diinginkan. Kesempatan hidup ini berkaitan erat dengan kelas sosial yang dapat dilihat dari perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Diferensiasi, stratifikasi, dan kesempatan hidup saling berhubungan dan tidak terpisahkan satu sama lain. Ketiganya cenderung tumpang tindih dan saling melengkapi. Contohnya, pada masyarakat Indonesia yang sudah sejak lama terstratifikasi oleh sistem kelas sosial. Di sisi lain, diferensiasi yang didasarkan pada etnik, umur, dan gender juga berlangsung atau terjadi dalam sistem kelas.

1. Pengaruh Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Stratifikasi sosial memberikan pengaruh yang beragam dalam interaksi antarwarga masyarakat, terutama bagi orang-orang yang berasal dari kelas sosial berbeda. Pengaruh stratifikasi sosial tersebut sebagai berikut.

a.    Terjadinya Kesenjangan Sosial
Hal ini dikarenakan dalam sistem stratifikasi memuat lapisan-lapisan sosial masyarakat yang berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan. Karenanya di dalam masyarakat terdapat penggolongan secara vertikal, yaitu kelompok masyarakat yang lebih tinggi atau lebih rendah apabila dibandingkan dengan kelompok lain. Dengan kata lain, segolongan kelompok orang-orang dalam suatu strata, jika dibandingkan dengan orang-orang dari kelompok strata lain akan terlihat jelas perbedaan-perbedaan yang ada. Contoh: perbedaan hak, penghasilan, pembatasan, dan kewajiban.

b.    Munculnya Lambang-Lambang Status Sosial
Simbol-simbol dari lapisan sosial dapat berupa seragam yang dikenakan. Misalnya, akan berbeda antara seragam yang dikenakan siswa, pakaian loreng yang disandang tentara, dan seragam para PNS. Setiap lapisan sosial itu biasanya memiliki berbagai kecenderungan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Simbol-simbol tersebut dapat juga berbentuk perilaku. Sebagai contoh, Anda menyapa guru-guru sekolah yang dihormati.

c.    Terjadinya Berbagal Hierarki Sosial
Hierarki terjadi pada setiap strata sosial Itu sendiri. Misalnya, dalam struktur kepegawaian ada penggolong-golongan tertentu.

d.    Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial dalam sosiologi merujuk pada bentuk perpindahan (gerak) status.

e.    Penguasaan Segmen-Segmen Besar dalam Masyarakat
Dalam kacamata stratifikasi sosial, warga masyarakat terbagi dalam dua golongan atau lebih. Golongan yang satu lebih tinggi kedudukannya dibanding yang lain. Termasuk juga golongan yang satu seringkali ditentukan hak-hak dan kewajibannya oleh golongan yang lain yang lebih tinggi kedudukannya

2. Pengaruh Diferensiasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Adanya diferensiasi juga memberikan pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat. Adapun pengaruh diferensiasi sosial sebagai berikut.

a.    Lahirnya Kelompok Sosial
Diferensiasi sosial menggambarkan berbagai perbedaan dari para warga masyarakat, baik dari ciri biologis maupun sosial dalam pengertian horizontal. Adanya perbedaan Ini akan berpengaruh pada munculnya kelompok-kelompok sosial yang tumbuh dan berkembang.

b.    Timbulnya Semangat Primordial dan Etnosentrisme
Diferensiasi sosial dalam suatu masyarakat ditandai dengan terjadinya berbagai perbedaan horizontal, baik ras, etnis/suku, agama. Secara langsung atau tidak, tentu perbedaan ini akan menimbulkan dan menumbuhkan semangat primordialisme, yaitu pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada ikatan-ikatan seseorang dalam kehidupan sosial dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir (ras, agama, dan kedaerahan). Primordialisme yang berlebih akan menimbulkan etnosentrisme. Etnosentrisme adalah suatu sikap yang menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya.

c.    Terjadinya Masyarakat Majemuk
Masyarakat majemuk dalam istilah sosiologi merujuk pada masyarakat yang secara struktural memiliki kebudayaan yang bersifat diverse (bermacam-macam). Diferensiasi sosial akan membedakan seluruh warganya secara horizontal sehingga pengaruhnya bagi masyarakat sendiri akan menambah kemajemukan suatu masyarakat di dalam wilayah tertentu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top