Menyusun Teks Prosedur Kompleks

Menyusun Teks Prosedur Kompleks

Pernahkah Anda membuat teks prosedur kompleks, misalnya tentang pemakaian tensimeter? Dapatkah Anda menuliskan langkah-langkah pemakaian yang tepat sehingga orang yang membacanya akan memahami prosedur tersebut? Langkah-langkah dalam suatu prosedur kompleks akan dapat dipahami apabila petunjuk pelaksanaannya ditulis sesuai urutan, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Teks prosedur kompleks termasuk dalam teks petunjuk melakukan suatu hal. Teks petunjuk mementingkan unsur kejelasan agar pembaca tidak mengalami kesulitan saat melakukan petunjuk tersebut. Teks petunjuk tidak hanya mementingkan urutan langkah saja.

Teks petunjuk juga sangat memperhatikan penggunaan bahasa yang tepat. Petunjuk melakukan suatu hal harus ditulis dengan kalimat yang efektif dan lugas. Penggunaan kalimat efektif dan lugas menjadikan petunjuk tersebut mudah dimengerti pembaca. Bahasa petunjuk berbeda dengan bahasa dalam bentuk deskriptif. Bahasa petunjuk memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1.    Menggunakan kalimat perintah dengan syarat-syarat berikut.
a.    Menggunakan kata kerja tanpa imbuhan me-.
b.    Menggunakan akhiran -kan.
Contoh: Gunakan lap yang bersih!
c.    Menggunakan partikel -lah.
Contoh: Periksalah tangki dengan cermat!
d.    Kata untuk melarang, yaitu jangan.
Contoh: Jangan menghidupkan mesin ketika sedang mengganti oli!

2.    Sebuah petunjuk kadang-kadang menggunakan bentuk saran dengan menggunakan kata seperti, sebaiknya, dan hendaknya.

3.    Bahasa yang digunakan dalam menulis sebuah petunjuk juga mempunyai ciri-ciri khusus, meliputi jelas, logis, dan singkat.
a.    Jelas, yang meliputi:
1)    tidak membingungkan dan mudah diikuti,
2)    pilihan kata/bahasa yang digunakan dan keruntutan uraian,
3)    menggunakan nomor urut untuk membedakan langkah yang satu dan langkah yang lain,
4)    menggunakan istilah-istilah yang lazim, dan
5)    petunjuk dapat dilengkapi dengan unsur gambar.

b.    Logis, yang meliputi:
1)    urutan penjelasan harus logis,tidak tumpang tindih dalam melakukan/membuat sesuatu;
2)    urutan penjelasan harus berhubungan secara praktis dan logis sehingga tidak akan menimbulkan salah langkah.

c. Singkat, yang meliputi:
1)    hanya mencantumkan hal-hal yang penting saja,
2)    kata-kata/kalimat yang digunakan tidak ada yang berulang, tetapi sudah mencukupi keseluruhan proses yang dibutuhkan, dan
3)    penggunaan kata-kata yang fungsinya untuk memperindah petunjuk tidak diperlukan.

Setelah mengetahui karakteristik bahasa yang digunakan, langkah selanjutnya adalah menyusun petunjuk penggunaan melakukan sesuatu. Petunjuk melakukan atau menggunakan sesuatu harus disusun secara jelas. Tujuannya agar pembaca tidak mengalami kesalahan saat mempraktikkannya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan saat menulis petunjuk melakukan sesuatu, sebagai berikut.

1.    Tuliskan petunjuk melakukan sesuatu secara urut sesuai aturan yang harus dilakukan, apabila perlu dengan penomoran.
2.    Tuliskan petunjuk secara rinci dan detail.
3.    Cantumkan keterangan secara lengkap dan jelas berkaitan dengan hal yang akan dilakukan.
4.    Cantumkan hal-hal yang harus dihindari apabila hal yang akan dilakukan berkaitan dengan sesuatu yang dapat menimbulkan dampak negatif.
5.    Gunakan bahasa yang singkat, jelas, dan komunikatif.
6.    Sertakan ilustrasi pendukung, misalnya gambar apabila diperlukan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top