Membaca dan Meringkas Teks Laporan Hasil Observasi

Membaca dan Meringkas Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi berisi informasi mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Informasi tersebut didasarkan pada penyelidikan yang mendaJam mengenai suatu objek. Itu artinya, informasi yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi terjamin kevalidannya. Data-data yang disajikan akurat dan sesuai dengan kenyataan. Membaca teks laporan hasil observasi akan semakin menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Informasi tersebut dapat pula disampaikan pada orang lain. Terlebih, apabila informasi yang ada berhubungan dengan kerusakan lingkungan. Kita dapat berbagi informasi mengenai upaya-upaya pelestarian lingkungan.

Biasanya, teks laporan hasil observasi berbentuk panjang. Apabila ingin disampaikan pada orang lain, bentuk yang panjang menjadi kendala tersendiri. Untuk itu, teks laporan hasil observasi harus diringkas terlebih dahulu. Ringkasan adalah penyajian karangan dalam bentuk yang singkat dan efektif. Bentuk penyajian yang singkat memudahkan siapa pun yang ingin membaca teks laporan hasil observasi. Terlebih, apabila informasi yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi hendak dimuat dalam majalah dinding atau rubrik dalam surat kabar. Meskipun disajikan dalam bentuk yang pendek, namun pembuatan ringkasan harus memperhatikan teks aslinya. Hal yang tercantum dalam ringkasan harus sesuai dengan teks yang diringkas. Hal ini dimaksudkan agar ringkasan tersebut dapat memawakili teks aslinya. Dengan demikian, saat pembaca membaca ringkasan sama halnya membaca teks yang diringkas.

Adapun beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membuat ringkasan, antara lain:
1. mencatat teks yang akan diringkas dengan teliti;
2. mencatat pokok-pokok gagasan yang menjadi inti teks
3. merangkaikan kembali teks tersebut dengan kalimat sendiri secara ringkas berdasarkan pokok-pokok gagasan yang telah dicatat;
4. menyunting ringkasan, baik dari segi isi maupun bahasa.

Membuat ringkasan tanpa mengubah struktur teks aslinya bukan perkara mudah. Untuk itu, dalam meringkas Anda dapat memanfaatkan struktur teks sebagai pedoman meringkas, yakni dengan cara menulis ulang kalimat-kalimat inti dari setiap tahap pada struktur teks itu. Untuk lebih jelasnya, coba amatilah dengan saksama Contoh teks laporan hasil observasi yang disajikan dalam bentuk panjang dan ringkasannya berikut!

Mengenal Bunga Anggrek Bulan

Anggrek adalah jenis tanaman hias yang memiliki bunga indah serta keharuman yang khas. Di Indonesia, salah satu jenis anggrek yang sangat terkenal adalah anggrek bulan. Pertumbuhannya sangat-pesat di daerah tropis. Hal ini karena jenis anggrek ini tidak tahan terhadap suhu dingin. Anggrek bulan memiliki variasi warna yang beragam, antara lain ungu, merah kecokelatan, putih, merah muda, dan kuning.

Bunga anggrek bulan memiliki ciri-ciri spesifikyang dapat dilihat pada bagian bunga, daun, batang, dan akarnya. Pada bagian bunga, anggrek bulan terdiri atas tiga buah kelopak bunga (sepala) dan tiga buah tajuk bunga (petala). Satu buah kelopak terletak di bagian punggung sehingga disebut kelopak punggung (sepalum dorsale), sedangkan lainnya terletak di samping dan disebut dengan daun kelopak samping (sepalum lateralia). Tajuk bunga terdiri atas tiga buah, posisinya berselang-seling dengan kelopak bunga. Di pusat bunga terdapat alat kelamin jantan dan betina yang menjadi satu disebut dengan gynostemium, berarti benang sari.

Umumnya, bunga anggrek bulan memiliki tiga penutup, meliputi penutup sejajar dengan tiang bunga, penutup samping, dan penutup tengah yang seluruhnya mempunyai bulu-bulu halus. Tanaman anggrek bulan memiliki daun yang lebat, berukuran 5-10 cm. Umgmnya bentuk daunnya bertunggangan dan berderet dalam dua baris yang rapat dan berhadapan. Setiap helai melebar ke arah ujung dan bagian pangkalnya menghimpit pada batang atau pangkal daun di atasnya. Daun berwarna hijau dengan tesktur tebal dan berdaging. Daun tanaman anggrek bulan mengandung cadangan air dan makanan.

Tumbuhan anggrek bulan memiliki batang yang dapat tumbuh tinggi secara vertikal. Bunga g anggrek bulan akan tumbuh dari sisi-sisi batang atau di antara dua ketiak daunnya. Batang anggrek bulan berukuran sangat pendek, tidak seperti kebanyakan tanaman jenis anggrek lainnya, serta tidak menghasilkan umbi semu.

Sementara pada bagian akar, tanaman anggrek bulan hidup epifit, maksudnya akarnya tumbuh menempel pada batang tanaman lain dan biasanya mengikuti bentuk permukaan dari batang tempatnya menempel tersebut. Di sepanjang permukaan akar terdapat jaringan velamen yang berfungsi memudahkan akar untuk menyerap air pada permukaan tubuh inangnya. Jaringan velamen tersebut juga berfungsi sebagai alat pernapasan.

Bentuk ringkasan dari teks laporan hasil observasi di atas, sebagai berikut.
Salah satu bunga anggrek yang terkenal di Indonesia adalah anggrek bulan. Anggrek bulan memiliki ciri fisik yang dapat dilihat pada bagian bunga, daun, batang, dan akarnya. Pada bagian bunga, anggrek bulan terdiri atas tiga buah kelopak bunga (sepala) dan tiga buah tajuk bunga (petala). Anggrek bulan umumnya memiliki daun yang tebat, dengan ukuran 5-10 cm.

Bentuk daunnya bertunggangan dan berderet dalam dua baris yang rapat dan berhadapan. Batang yang ada pada anggrek bulan tumbuh secara vertikal dan memiliki ukuran yang sangat pendek. Sementara pada bagian akar, tanaman anggrek bulan hidup epifrt, maksudnya akarnya tumbuh menempel pada batang tanaman lain dan biasanya-mengikuti bentuk permukaan dan batang tempatnya menempel tersebut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top