Memahami Prosedur dalam Kehidupan Sehari-hari

Memahami Prosedur dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, ada begitu banyak peralatan yang memerlukan prosedur pemakaian yang tepat. Terutama peralatan yang berhubungan dengan kesehatan. Pamakaian yang keliru bukan hanya menjadikan peralatan tersebut tidak dapat bekerja secara maksimal. Namun, dikhawatirkan pula dapat membahayakan kesehatap. Adapun beberapa peralatan kesehatan di sekitar kita yang membutuhkan prosedur yang tepat sebagai berikut.

1. Langkah-Langkah Menggunakan Stetoskop

Stetoskop adalah sebuah alat medis untuk memeriksa suara dalam tubuh. Stetoskop banyak digunakan untuk mendengar suara jantung dan pemapasan. Secara umum, fungsi stetoskop sebagai berikut:

a.    memeriksa tekanan darah;
b.    paru-paru;
c.    jantung;
d.    pemeriksaan sebelum melahirkan;
e.    gangguan perut.

Stetoskop digunakan sebagai alat untuk mendiagnosis penyakit tertentu. Diagnosis adalah penentuan jenis penyakit dengan meneliti gejala-gejalanya. Stetoskop dapat menyalurkan suara tertentu dan menghilangkan suara yang lain. Sebelum stetoskop ditemukan, dokter atau bidan meletakkan telinganya ke dekat badan pasien dengan harapan untuk mendengarkan sesuatu.

Stetoskop digunakan dengan cara berikut.
a.    Siapkan pasien dengan posisi senyaman mungkin.
b.    Buka bagian baju yang menutupi dada pasien.
c.    Pasang stetoskop pada telinga pemeriksa.
d.    Gunakan diafragma untuk dewasa dan bell untuk anak-anak.
e.    Letakkan stetoskop di atas kulit pada area intercostal (otot antartulang rusuk).
f.    Instruksikan pada pasien untuk bernapas perlahan dengan mulut sedikit tertutup.
g.    Dengarkan inspirasi dan ekspirasi. Fase inspirasi berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk. Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang diikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
h.    Catat hasil auskultasi (Auskultasi adalah sebuah istilah kedokteran di mana seorang dokter mendengarkan suara di dalam tubuh pasien untuk mendapatkan informasi fungsinya). .

2. Prosedur Pemakaian Tensimeter Air Raksa

Tensimeter air raksa merupakan sesuatu yang masih awam bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Ketidakmengertian masyarakat terhadap alat tersebut menjadikan mereka tidak bisa menggunakannya. Sebenarnya, tensimeter air raksa memiliki fungsi yang amat penting. Tensimeter air raksa adalah alat pengukur tekanan darah yang berbahan dasar raksa sebagai indikator pengukuran. Ketidaktahuan masyarakat tentang pemakaian tensimeter jenis ini menjadikan mereka harus mendatangi klinik kesehatan atau puskesmas terdekat untuk memeriksakan tekanan darah. Tidak jarang, petugas kesehatan meminta imbalan terhadap jasa yang mereka tawarkan. Padahal, apabila paham cara menggunakannya, mereka tidak perlu mendatangi klinik kesehatan atau puskesmas. Mereka cukup melakukannya sendiri di rumah atau dengan meminta bantuan anggota keluarganya.

Cara menggunakan tensimeter air raksa sebagai berikut.
a.    Buka tensimeter air raksa tersebut.
b.    Geser jarum ke arah ON agar air raksa naik.
c.    Raba nadi pasien yang akan diperiksa, kemudian pasang manset sesuai dengan ukuran pasien.
d.    Lilitkan manset tensimeter pada lengan atas (kiri atau kanan) di atas siku. Manset dililitkan pada bagian ini karena di sana terdapat pembuluh darah sehingga arteri berasal langsung dari jantung. Pembuluh ini terletak dekat di bawah kulit dapat disebut juga Arteri brachialis.
e.    Upayakan tensimeter diletakkan sejajar dengan jantung, baik dalam posisi tidur maupun duduk atau berdiri, sementara tangan diperiksa dalam keadaan relaks. Tutup katup pengatur udara pada pompa karet manset tensimeter dengan cara memutar ke kanan sampai habis.
g.    Pasang stetoskop pada telinga Anda, kemudian bagian yang pipih ditempelkan pada bagian lipatan siku di sebelah bawah lilitan manset.
h.    Pompalah udara ke dalam manset dengan cara menekan pompa karet berulang-ulang sampai tekanan menunjukkan angka 140 mmHg. Tekanan 140 mmHg ini atas dasar mmHg di atas tekanan systole yang diperkirakan pada orang dewasa normal (tidak menderita hipertensi), yaitu 120 mmHg. Bila yang diperiksa adalah penderita hipertensi, maka naikkan kembali 20 mmHg dan seterusnya secara bertahap.
i.    Manset yang dipompa menyebabkan tekanannya meningkat dan menekan Arteri brachialis sehingga aliran darah berhenti mengalir.
j.    Buka kembali katup pengatur udara dengan cara memutar ke kiri sedikit, dengar dan amati suara dari stetoskop yang timbul ketika katup manset dibuka sambil mengamati angkanya.
k.    Detakan yang didengar untuk pertama kali adalah sistolik, sedangkan detakan yang terakhir sebelum suara benar-benar hilang adalah suara diastolik.
l.    Langkah terakhir, rapikan kembali perlengkapan tensimeter tersebut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top