Memahami Prosedur Cara Membaca Puisi

Memahami Prosedur Cara Membaca Puisi

Puisi merupakan salah satu contoh karya sastra selain cerpen, novel, dan drama. Dibanding bentuk-bentuk karya sastra lainnya, dapat dikatakan bahwa puisi memiliki bentuk yang singkat. Pemilihan kata-kata dalam puisi pun cenderung pendek-pendek dan padat makna. Mengungkapkan sesuatu dengan kata yang singkat merupakan ciri khusus puisi. Lalu, apakah yang dimaksud puisi? Puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Keindahan puisi terletak pada pemilihan kata-katanya yang begitu sarat makna. Setiap kata yang terdapat dalam puisi memiliki kandungan makna yang padat.

Setiap karya sastra memiliki ciri-ciri khusus tersendiri. Begitu pula dengan puisi. Adapun ciri-ciri puisi sebagai berikut:
a.    berbentuk bait;
b.    padat dan indah;
c.    penggunaan majas sangat dominan;
d.    diksi digunakan untuk mempertimbangkan adanya rima dan persajakan.

Keindahan puisi tidak hanya terletak pada kepadatan isinya saja. Unsur menarik puisi juga terlihat saat suatu puisi dibacakan. Puisi akan terlihat memiliki jiwa saat dibacakan di depan banyakorang. Idealnya, memang demikianlah cara menikmati puisi yang paling baik, yaitu dengan cara menyimak pembacaan puisi. Penjiwaan puisi yang tepat akan sangat berpengaruh pada makna puisi yang dibacakan.

Membaca puisi di depan banyak orang dikenal dengan istilah deklamasi. Deklamasi adalah penyajian sajak yang disertai lagu dan gaya. Membaca puisi berarti membahasakan puisi dengan cara yang tepat. Tujuannya agar orang yang mendengarkan puisi memahami maksud di balik puisi yang dibacakan. Beberapa hal yang sangat berpengaruh dalam pembacaan puisi sebagai berikut.

a.    Pelafalan
Ketika membacakan puisi, pelafalan harus jelas. Fonem-fonem yang dilafalkan harus tepat agar tidak menimbulkan salah tafsir. Fonem-fonem konsonan dan fonem-fonem vokal harus diperhatikan.

b.    Intonasi
Intonasi adalah lagu kalimat atau ucapan yang ditekankan pada suku kata atau kata sehingga bagian itu lebih keras (tinggi) ucapannya dan bagian yang lain. Intonasi dapat ditandai oleh naik turunnya nada pada kata atau kalimat. Penandaannya dapat menggunakan garis naik (A) untuk nada tinggi, garis turun (V) untuk nada rendah, dan garis horizontal (-) untuk nada datar.

c.    Ekspresi
Ekspresi atau mimik muka pada saat membaca puisi dapat berbeda-beda. Ketika membaca puisi jenaka, ekspresi wajah harus menampilkan mimik gembira, ceria, dan suka cita. Begitu pula ketika membacakan pantun yang berisi kesedihan, ekspresi wajah harus sesuai. Cobalah Anda berlatih mengekspresikan mimik sedih, gembira, dan lain-lain di depan cermin.

Berikut contoh puisi karya W.S. Budl S.T yang berjudul Kesehatan memang Menentukan.

Kesehatan memang Menentukan

Tulang-belulang serasa ngilu,
Sendi-sendi terasa kaku,
Kepala seperti digodam palu,
Lidahku pun pahit dan kelu.


Aku ke dokter sore tadi,
Diberi obat untuk tujuh hari,
Diminta pantang itu dan ini,
Semoga sembuh sehat kembali.


Sambil berbaring aku tulis puisi,
Sebagai tambahan obat di hati,
Namun menyusunnya sulit sekali,
Kata-kata seolah bersembunyi.

Kesehatan memang menentukan,
Semua yang akan kita lakukan,
Meski terkadang sulit dihindarkan,
Perilaku sehat akan meminimalkan.


Sebelum membaca puisi di atas, dapatkah Anda menjelaskan makna yang terkandung dalam puisi tersebut? Bahasa puisi merupakan bahasa yang penuh kiasan. Beberapa kata diungkapkan dengan penggunaan majas, kiasan, ataupun citraan Bahasa puisi memang berbeda dengan bahasa yang umum digunakan. Dalam puisi, para penyair memiliki kebebasan memilih kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan puismya. Hal demikian disebut licentia poetica, yaitu kebebasan penyair menggunakan kata-kata untuk menyampaikan maksud yang diinginkannya.

Bahasa dalam sastra, terutama puisi, mengandung unsur yang sama seperti bahasa-bahasa yang lainnya, yaitu digunakan sebagai sarana berkomunikasi. Bahasa dalam puisi digunakan sebagai sarana komunikasi antara penyair dan pembaca Dapat dikatakan bahwa bahasa dalam puisi berguna untuk manjambatani maksud penyair agar sampai kepada pembaca Bahasa dalam puiai digunakan untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan pengalaman penyair. Samua hal tersebut diungkapkan dalam rangkaian kata-kata yang Indah dan padat makna. Fungsi yang demikian disebut fungsi ekspresif. Fungai ekspresif merupakan salah satu fungsi utama bahasa. Selain fungsi ekspresif. bahasa juga mempunyai fungsi yang lain, yaitu fungsi tekstual, fungsi deskriptif. dan fungsi sosial.

1)    Fungsi ekspresif, yaitu fungsi yang berkenaan dengan penggunaan bahasa untuk menampilkan hal-hal yang terkait dengan diri pembicara atau penulis, seperti perasaan, pikiran, pilihan, prasangka, dan pengalamannya.
2)    Fungsi tekstual, yaitu fungsi bahasa yang berkaitan dengan penciptaan teks, baik lisan maupun tulis, yang runtut dan sesuai dengan konteks.
3)    Fungsi deskriptif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan penggunaan bahasa untuk menyampaikan informasi faktual.
4)    Fungsi sosial, yaitu fungsi yang berkaitan dengan penggunaan bahasa sebagai alat untuk menjalin dan memapankan hubungan sosial di antara pengguna bahasa.

Bahasa dalam puisi yang memiliki fungsi ekspresif memberi dampak pada pembacaan puisi. Puisi harus dibaca dengan cara membaca ekspresif. Membaca ekspresif adalah membaca dengan mengekspresikan perasaan, pemikiran, dan pengalaman penyair. Membaca ekspresif dapat berhasil dengan baik apabila dilakukan dengan suara yang keras dan gaya yang sesuai dengan isi puisi. Membaca ekspresif dilakukan dengan penuh penghayatan sehingga makna atau apa yang terkandung dalam puisi dapat sampai kepada pendengar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top