Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Secara mendasar, Pitirim A. Sorokin membagi mobilitas sosial atas dua arah gerakan, yaitu mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal. Selain pembagian mobilitas sosial menurut arah geraknya, mobilitas sosial dapat dibedakan menurut generasinya sebagai berikut.

1. Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas sosial horizontal berarti peralihan individu atau objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Ciri khas yang dapat dicermati dari mobilitas sosial horizontal adalah tidak terjadi perubahan derajat kedudukan seseorang atau objek sosial yang mengalami peralihan.

a. Macam-macam mobilitas sosial
1) Mobilitas sosial horizontal
Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan individu atau kelompok sosial dari satu kedudukan sosial ke kedudukan sosial yang lainnya yang sederajat.

2) Mobilitas intragenerasi
Mobilitas sosial Intragenerasi adalah mobilitas sosial atau perubahan status yang menyangkut diri seseorang atau Individu sendiri. Mobilitas Ini biasanya bersifat vertikal naik, vertikal turun, maupun horizontal. Misalnya, seorang dosen dari Medan pindah ke Jakarta tetapi tetap berstatus sebagai dosen.

3) Mobilitas antargenerasi
Mobilitas sosial antargenerasi, yaitu mobilitas sosial atau perubahan status yang menyangkut dua generasi atau perubahan status sosial yang dicapai seseorang dibandingkan dengan status yang dicapai orang tuanya. Misalnya, ayah adalah seorang petani dan anaknya juga meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai petani.

4) Mobilitas Sosial Geografis
Mobilitas sosial geografis adalah semua bentuk perubahan atau perpindahan status oleh individu atau kelompok individu dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

b. Tujuan Mobilitas Horizontal
1) Untuk meningkatkan kegairahan kerja melalui pergantian atau variasi orang atau wilayah yang berbeda-beda.
2) Untuk meningkatkan produktivitas kerja sekaligus menghindari penyimpangan-penyimpangan terhadap komunitas wilayah yang lama.
3) Untuk mendewasakan kemampuan seorang pejabat dalam mengatasi macam-macam bentuk karakter wilayah.

2. Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas vertikal merupakan perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda dan tidak sederajat. Ciri khas yang dapat dicermati dari mobilitas sosial vertikal adalah terjadinya perubahan derajat dalam mobilitas tersebut baik secara vertikal naik atau vertikal turun.

a. Karakteristik Gerak Mobilitas Sosial Vertikal
Berikut karakteristik gerak mobilitas sosial vertikal.
1)    Setiap masyarakat mempunyai sistem yang tersendiri dalam proses mobilitas sosial vertikal.
2)    Betapapun terbukanya sistem pelapisan yang ada dalam masyarakat, tetapi sedikit banyak dijumpai adanya hambatan untuk melakukan mobilitas sosial vertikal naik.
3)    Disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, dan jenis-jenis pekerjaan.
4)    Dapat terjadi setiap saat, baik yang bersifat meningkat (social climbing) dan penurunan kedudukan (social sinking).
5)    Terdapat pada setiap masyarakat walaupun masyarakat itu memiliki sistem periapisan tertutup, tetapi diyakini ada gerak sosial yang vertikal.

b. Lima Prinsip Utama Proses Mobilitas Sosial Vertikal.
1)    Tidak ada masyarakat yang benar-benar mutlak tertutup bagi mobilitas sosial vertikal.
2)    Tidak ada masyarakat yang bebas dalam mobilitas sosial vertikal.
3)    Setiap masyarakat memiliki ciri-ciri berbeda dalam mobilitas sosial vertikal.
4)    Setiap faktor menyebabkan ciri-ciri yang berbeda dalam mobilitas sosial.
5)    Mobilitas sosial vertikal tidak bersifat kontinu.

c.    Macam-Macam Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas vertikal dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu mobilitas vertikal intragenerasi dan antargenerasi.
1)    Mobilitas sosial vertikal intragenerasi adalah mobilitas vertikal yang terjadi dalam diri seseorang. Misalnya, Imah adalah seorang guru. Pada awalnya ia adalah seorang guru tidak tetap, kemudian pangkatnya naik sebagai PNS.
2)    Mobilitas sosial vertikal antargenerasi adalah mobilitas sosial yang tidak terjadi dalam diri orang tua sendiri, tetapi terjadi dalam dua generasi. Misalnya, ibunya dahulu seorang dokter, sedangkan anaknya, hanya seorang yang lulus SMA. Hal itu menunjukkan mobilitas vertikal menurun.

Mobilitas sosial vertikal dibedakan berdasarkan arah dari perubahan kedudukan dalam masyarakat sebagai berikut.
1)    Mobilitas sosial vertikal turun, penurunan status dapat terjadi karena kematian atau kesalahan menjalankan tugas dalam suatu organisasi.
2)    Mobilitas sosial vertikal naik, terjadi apabila seseorang mengalami peningkatan kedudukan menuju tingkatan yang lebih tinggi.

d.    Faktor Penyebab Terjadinya Mobilitas Vertikal
Sebab-sebab mobilitas vertikal turun sebagai, berikut.
1)    Karena berhalangan tetap atau sementara, misalnya sakit atau cacat tubuh akibat kecelakaan.
2)    Karena memasuki usia tua, memungkinkan adanya pergantian dari generasi di bawahnya.
3)    Karena melakukan kesalahan yang bersifat fatal sehingga diturunkan.

Sebab-sebab mobilitas vertikal naik sebagai berikut.
1)    Karena seseorang yang memiliki status tersebut mampu melakukan peningkatan prestasi kerja.
2)    Karena terjadi perubahan kedudukan sehingga ditunjuk untuk menggantikan kedudukan yang kosong akibat proses peralihan generasi.

e.    Akibat Adanya Gerak Mobilitas Sosial Vertikal
Adanya gerak mobilitas sosial vertikal di masyarakat mengakibatkan hal-hal seperti berikut.
1)    Unsur degradasi kedudukan merupakan suatu tindakan untuk mengganti seseorang yang kurang cakap dengan seseorang yang lebih cakap, tetapi dapat pula merupakan suatu hukuman.
2)    Unsur pelepasan merupakan suatu bentuk pemutusan hubungan kerja secara mendadak untuk meningkatkan efektivitas kerja dalam tubuh organisasi.
3)    Adanya sistem baru, kebijakan baru mungkin menyempurnakan kebijakan yang telah ada.
4)    Unsur penerimaan, kapasitas atau kemampuan seseorang menjadi syarat yang dipentingkan dalam masyarakat modern, sedangkan dahulu dititikberatkan pada keturunan, kekeluargaan, dan persahabatan.
5) Unsur peningkatan kedudukan, dititikberatkan pada kapasitas atau kemampuan seseorang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top