5 Contoh Autobiografi Diri Sendiri dan Seorang Tokoh

5 Contoh Autobiografi Diri Sendiri dan Seorang Tokoh

Contoh Autobiografi Diri Sendiri dan Seorang Tokoh - Jika anda ingin membuat autobiografi atau riwayat hidup diri anda sendiri maupun seseorang maka tidak ada salahnya jika anda melihat contoh-contoh auto biografi yang akan kami berikan untuk menambah inspirasi dalam menulis cerita riwayat hidup anda, langsung saja berikut ini adalah contohnya.

Contoh Autobiografi 1

Nama saya Feby Permata Sari. Saya lahir di Gresik, 30 September 1998. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Ayah saya bernama Syafrudin (almarhum) yang berasal dari desa Limboto, Batu Dahak, Gorontalo, Sulawesi Utara. Ibu saya bernama Faizah, yang berasal dari desa Tiremenggal, Dukun, Gresik. Adik perempuan saya bernama Nafidia Rahma Robita. Adik saya duduk di kelas delapan Madrasah Tsanawiyah.

Saya dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Keluarga kecil saya berjulmah empat orang. Dahulu, ayah saya bekerja sebagai kuli panggul TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ibu saya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Akan tetapi ketika saya berumur sebelas bulan,  ayah saya jatuh dari atas lantai kapal. Sehingga beliau meninggal dunia. Semenjak saat itu, saya kehilangan sosok ayah yang saya sayangi.

Saya diasuh ibu seorang diri selama satu setengah tahun. Kemudian ibu saya menikah lagi dengan ayah baru saya. Ayah baru saya bernama Amanullah yang berasal dari desa Payak Mundil, Ngoro, Jombang. Mulai saat itu, saya diasuh ibu kandung saya bersama ayah tiri saya yang bekerja sebagai kuli batu.
Hobi saya membaca. Saya gemar membaca cerita, seperti novel. Bagi saya, membaca novel adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Biasanya saya membaca novel jika ada waktu senggang, saya juga suka mengoleksinya.

Pada tahun 2001, tepatnya pada saat saya berumur tiga tahun, saya memulai karir pendidikan di jenjang Taman Kanak-kanak, saya mulai belajar di sekolah TK Dharmawanita Tiremenggal. Setiap hari, saya diantar ibu dengan berjalan kaki. Dia selalu menunggu saya di depan jendela kelas hingga waktu pulang. Masa-masa ini adalah masa yang sangat menyenangkan. Saya bisa belajar sambil bermain. Saya mengikuti bimbingan membaca sewaktu pulang sekolah. Sehingga, saya pulang lebih lambat dari jam sekolah biasanya. Bimbingan belajar ini bertujuan agar siswa-siswi yang mengikuti bimbingan ini bisa semakin lancar membaca. Saya menyelesaikan pendidikan Taman kanak-kanak pada tahun pelajaran 2002/2003.         

Saya melanjutkan sekolah ke jenjang Madrasah Ibtidaiyah. pada saat jenjang ini, saya bersekolah di MI Al Islami Tiremenggal. Setiap hari saya sekolah dengan berjalan kaki dan diantar jemput oleh ibu. Pada saat duduk di bangku MI, saya juga mengikuti pendidikan mengaji di TPQ At Taqwa II Tiremenggal. Saya menyelesaikan  pendidikan mengaji saya pada tahun 2008 dan di wisuda pada tahun 2011.

            Saya mengikuti bimbingan belajar di rumah wali kelas saya setiap hari sehabis Maghrib. Saya juga mengkuti ekstrakulikuler berbasis akademik, seperti les TIK, Bahasa asing (seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Arab). Saya juga sering mengikuti olimpiade-olimpiade. Mesikupun tidak selalu menjadi pemenang, olimpiade tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga yang pernah saya ikuti.
Semua kegiatan ini, saya lakukan sampai kelas akhir. Bimbingan belajaranya di fokuskan pada pelajaran UN (Ujian Nasional).  Aku sering menghadapi try out. Dengan terlatih mengerjakan soal-soal try out, aku menjadi terbiasa dengan menghadapi ujian. Try out tersebut menambah kesiapan untuk melaksanakan UN.

            Setelah 6 tahun, tepatnya pada tahun pelajaran 2008/2009 saya menyelesaikan pendidikan di MI Al Islami. Kemudian saya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu MTs Al Karimi 1. Di sinilah saya menuntut ilmu keagamaaan yang lebih mendalam selama tiga tahun. Saya terbiasa dengan mengaji ayat-ayat suci al quran yang ada dalam risalah, seperti membaca surat Yasin sebelum pelajaran dimulai. Kami juga terbiasa dengan mengikuti jamah salat dhuha saat istirahat, dan hafalan SKU (Syarat-Syarat Kecakapan Ubudiyah).

Sekolah saya berjarak kurang lebih lima kilometer dari rumah. Saya bersekolah naik sepeda onthel setiap hari. Pelajaran dimulai pada pukul 07.00—12.15. kemudian, saya dan teman-teman mengikuti jamaah sholat dhuhur di masjid Salafiyah tepatnya berada di belakang sekolah kami. Sehabis pulang dari sekolah, saya kembali ke sekolah lagi untuk mengikuti ekstrakulikuler. Saya aktif dalam kegiatan OSIS, pramuka, dan kaligrafi. Saya juga mulai mengikuti olimpiade-olimpiade, seperti olimpiade Bahasa Inggris. 
Pada waktu kelas delapan, saya dan teman-teman sekelas diwajibkan mengikuti ekstrakulikuler akademik, seperti bimbingan belajaran matematika tingkat SMA dan TIK pengoperasian program Microsoft word, excel, dan power point. selama belajar di MTs Al Karimi 1 banyak perubahan sikap yang saya rasakan dan mental menjadi luar biasa.

Saya juga mengikuti program English Month Program, yang dibimbing oleh tutor dari MS 41 BEC (Basic English Course) Pare. Peserta dari English Month Program ini adalah siswa siswi MTs Al Karimi kelas VII dan VIII. Meskipun saya pada waktu itu masih duduk di bangku kelas VII, saya di nobatkan sebagai terbaik kedua dari seluruh peserta English Month Program.

            Pada tahun pelajaran 2011/1012, saya menyelesaikan pendidikan di MTs Al Karimi 1. Kemudian saya melanjutkan ke jenjang SMA, yaitu di SMA Al Karimi. Di SMA ini, saya masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam karena bagi saya, mata pelajaran yang ada di jurusan IPA adalah hal yang menantang. Saya juga mengikuti olimpiade, seperti Bahasa Inggris, Kimia, dan Matematika.

            Saya juga aktif dalam kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), PMR (Palang Merah Remaja), jurnalistik, dan pramuka. Saya juga mengikuti ekstra akademik, seperti Bahasa Inggris. Untuk menjadi anggota ekstrakulikuler non akademik, saya mengikuti pelantikan-pelatikan tiap ekstra. LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) OSIS dilaksanakan di bumi perkemahan Semen, Gresik, pelantikan OSIS dilaksanakan di lapangan sekolah, pelantikan PMR dilaksanakan dibumi perkemahan Wonorejo, Panceng, Gresik, dan pelantikan dan napatilas pramuka dilaksanakan di Dermaga Delegan, Panceng, Gresik.

            Pada waktu kelas XI semester awal, saya menjadi bintang pelajar SMA Al Karimi. Saya mendapatkan biaya pendidikan sejumlah Rp.1.200.000,00. Saya juga mengikuti  program English Ramadhan pada tahun 2014, English Ramadhan ini di selenggarakan sekolah untuk mengisi kekosongan pada bulan Ramadhan selama tiga minggu. English ramadhan dibimbing oleh tutor-tutor dari CEC (Cambridge English Course). untuk mengikuti program English ramadhan ini juga ada tes untuk mendapatkan nilai yang tertulis di sertifikat. Saya mengikuti beberapa kali tes, yang pertama tes uji coba dan yang terakhir ada final test. Saya dinobatkan sebagai terbaik pertama peserta English ramadhan.

            Ketika libur semester, tepatnya pada tanggal 12 Desember 2014. Saya dan teman-teman saya yang berjumlah lima anak di kirim ke Pare, Kediri untuk mengikuti program English holiday di Cambridge English Club. kami disana belajar selama satu minggu bersama anak-anak dari MAN 1 Kota Mojokerto. Meskipun Cuma satu minggu, saya mendapat banyak pelajaran dari sana. Pembelajarannya berlangsung lima kali dalam sehari yaitu Pada pagi hari pembelajaran berlangsung selama tiga kali, satu kali  pada sore hari dan malam hari.

Contoh Autobiografi Seseorang Tokoh 2

Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Tahun 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan beralih di bidang dakwah atau proselitisme Islam.

Naik mengatakan ia terinspirasi oleh Ahmed Deedat yang telah aktif di bidang dakwah selama lebih dari 40 tahun. Menurut Naik, tujuannya adalah "berkonsentrasi pada remaja Muslim berpendidikan yang mulai meragukan agamanya sendiri dan merasa agamanya telah kuno" dan adalah tugas setiap Muslim untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam untuk melawan apa yang ia anggap sebagai bias anti-Islam oleh media Barat setelah serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat. Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal-hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Thomas Blom Hansen, seorang sosiolog yang memegang posisi akademik di berbagai universitas, telah menulis bahwa gaya Naik mengabadikan Qur'an dan hadits dalam berbagai bahasa, dan bepergian ke berbagai negara untuk membicarakan Islam bersama para teolog, telah menjadikannya sangat terkenal di lingkungan Muslim dan non-Muslim. Meskipun ia biasa berbicara kepada ratusan hadirin, dan kadang ribuan hadirin, justru rekaman video dan DVD ceramahnya yang banyak didistribusikan. Perkataannya biasa direkam dalam bahasa Inggris, untuk disiarkan pada akhir pekan di sejumlah jaringan TV kabel di lingkungan Muslim Mumbai, dan di saluran Peace TV, which he co-promotes. Topik yang ia bicarakan mencakup: "Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern", "Islam dan Kristen", dan "Islam dan Sekularisme", di antara yang lain.

Contoh Autobiografi 3

Namaku Wuri Handayani Eldi, aku adalah anak pertama dari pasangan Gribaldi dan Nurlaili. Papaku adalah seorang dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) kopertis wilayah II yang diperbantukan di Universitas Baturaja. Mamaku juga adalah seorang dosen di Universitas Baturaja. Aku lahir pada tanggal 2 Mei 1994 pada pukul 23.00 di rumah sakit Tiara Fatrin Palembang dengan berat 3,1 kg dan panjang 50 cm. Karena aku dilahirkan pada tanggal 2 Mei itulah sebabnya mengapa aku diberi nama Wuri Handayani, sedangkan kata Eldi sendiri berasal dari singkatan nama kedua orangtuaku. Pada saat aku pulang dari rumah sakit aku tinggal di rumah nenekku yang ada di 24 ilir yang sekarang berada di belakang Palembang Indah Mall (PIM). Kata mamaku saat aku masih kecil aku selalu bangun tengah malam dan nangis, pada saat itu sedang diadakannya piala dunia, jadi sejak acara pertandingan bolanya dimulai sampai selesai aku terus menangis it uterus berkelanjutan dari hari ke hari.

            Di usiaku yang menginjak 2 tahun, aku memiliki seorang adik yang bernama Winni Gianita Eldi yang lahir pada tanggal 8 Juni 1996 di rumah sakit Bunda Palembang. Mamaku menceritakan kepadaku bahwa menjelang detik-detik kelahiran adikku, aku sibuk keluar masuk ruang bersalin entah apa yang aku pikirkan saat itu mungkin aku senang karena akan mendapatkan adik baru. Beberapa bulan setelah kelahiran adikku, aku, mama, papa, adik, dan nenekku pindah ke rumah baru yang ada di Jalan Sukabangun II tepatnya di perumahan Nuansa Puspita.

            Masa kecilku aku lalui dengan sangat bahagia. Pada usiaku yang ke 4 tahun aku mulai bersekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 4 Palembang pada kelas nol kecil yang beralamat di komplek perguruan Muhammadiyah km 4,5 Palembang. Saat aku masih TK, aku selalu mengikuti lomba menggambar ataupun melukis yang diadakan disekolah padahal sebenarnya aku tidak bisa sama sekali menggambar apalagi melukis tetapi dengan “pede”-nya aku mengikuti lomba itu dan alhasil aku selalu menjadi peserta saja bukan menjadi pemenangnya. Selain selalu mengikuti lomba menggambar dan mewarnai aku juga mengikuti ekstrakurikuler “drum band”, saat itu TKku selalu mengikuti lomba-lomba baik yang ada di kota Palembang itu sendiri sampai yang terakhir kami mengikuti lomba yang ada di Jakarta dan saat itu kami memenangkan lomba tersebut.

            Saat aku masih TK ada seorang guru yang aku sukai dia masih muda, baik, lembut, penyayang, pokonya dia adalah guru favoritku tapi aku lupa siapa nama ibuknya. Saat-saat yang paling aku ingat saat masih TK adalah saat hari ulangtahunku yang ke 5 saat itu aku mendapatkan banyak kado dari teman-temanku, seorang anak kecil pasti sangat menyukai kalau diberi kado dan saat itu aku sangat senang sekali karena diberi banyak kado.

            Saat usiaku yang menginjak 6 tahun aku melanjutkan sekolahku di SD Muhammadiyah 14 Palembang yang masih berada di km 4,5 Palembang. Hari pertama masuk kesekolah aku masuk ke kelas 1 A disana aku menemukan teman-temanku yang baru bahkan teman TKku juga berada satu kelas denganku. Saat itu aku memiliki teman-teman dekat bisa dibilang sahabat yaitu Annisa, Ayu, dan Vuspita kami selalu bersama-sama kemanapun kami pergi. Tetapi pada saat kelas 2 sahabatku yang bernama Annisa harus pindah sekolah ke Jakarta, kami sangat sedih saat sahabat kami itu pindah.

            Saat hari pertama masuk ke kelas 4, aku mendapatkan teman baru, sebenarnya bukan teman yang baru kenal tetapi teman lama yang sudah lama tidak bertemu dan baru bertemu lagi saat kelas 4 ini. Namanya Velia, dia adalah anak temannya mamaku dan sekaligus sebagai temanku saat masih TK, awal bertemu kembali dengannya aku tidak terlalu mengenalinya karena kami yang sudah lama tidak bertemu. Aku mulai mengenalinya saat aku melihat nama yang ada dibukunya kebetulan saat itu  aku duduk tepat di depannya. Sejak kedatangan Velia, aku, Ayu, dan Vuspita menjadi sangat dekat bahkan kami membuat sebuah “gang” yang bernama VW2 yang berasal dari nama kita berempat.

            Hari-hari indah yang selaui kami lalui berempat harus berhenti saat aku harus pindah ke Baturaja karena kedua orangtuaku yang bekerja disana. Aku pindah ke Baturaja saat aku kelas 5 semester pertama. Perasaan sedih pun menyelimutiku karena harus berpisah dengan teman-temanku yang selama ini selalu menemaniku. Saat pindah ke Baturaja kami tinggal di mess dosen yang telah disediakan oleh Universitas Baturaja.

            Di sekolahku yang baru aku mendapatkan cukup banyak teman, ada satu cerita saat aku pertama sekali bersekolah di SD Negeri 8 OKU, seorang guru mengantarkanku ke kelas 5B, setelah aku dipersilahkan duduk oleh guru yang sedang mengajar dan aku mengikuti pelajaran tersebut tiba-tiba ada seorang guru yang datang ke kelas tersebut dan memberitahukan bahwa aku salah masuk kelas, seharusnya aku masuk ke kelas 5C, akhirnya aku pun keluar kelas itu dan mencari lagi kelasku yang sebenarnya. Selama setahun aku bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang yang ada di kelas 5C dan pada akhirnya saat kelas 6 akupun harus pindah kelas lagi dari kelas C ke kelas B. Karena sering pindah-pindah kelas itulah aku mempunyai banyak teman. Di kelas 6B aku mempunya 3 teman dekat yaitu Sarah, Nur Adila, dan Bella (yang sekarang satu jurusan denganku di Fakultas Kesehatan Masyarakat). Selain mereka bertiga aku mempunyai teman belajar yang setiap pelajaran matematika kami selalu belajar bersama untuk mengerjakan soal, namanya Febri Mahendra, dia adalah temanku yang jahil tetapi dialah teman laki-laki yang paling dekat denganku hingga saat ini.

            Setelah lulus SD, aku dan mayoritas teman-temanku, kecuali Bella yang harus melanjutkan sekolahnya di Bengkulu karena orangtuanya yang dipindah tugaskan ke Bengkuku, melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 OKU yang saat itu dan sampai sekarang menjadi sekolah favorit yang ada di Baturaja, dengan melalui tes tertulis yang diadakan oleh pihak sekolah. Di sekolah itu diadakan sistem “random class” jadi saat naik kelas pasti ada murid yang belum kita kenal Karena setiap kenaikan kelas setiap orang kelasnya berubah. Saat kelas 7 aku dapat kelas 7.1, saat kelas 8 aku dapat kelas 8.2 dan aku kembali sekelas dengan teman-teman SD ku salah satunya Febri, dan pada saat kelas 9 aku dapat kelas 9.3. Tetapi karena sistem “random class” inilah membuatku memilik banyak teman dan bukan hanya bergaul dengan beberapa orang saja tetapi banyak orang.

            Saat  SMP aku mencoba keberuntunganku untuk mengikuti lomba pidato bahasa Inggris untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan latihan yang cukup lama yang dibimbing oleh dua orang guru bahasa inggris yang ada di sekolah, akhirnya perwakilan dari sekolahku bisa mendapatkan juara 1,2, dan 3 dan yang tidak disangka-sangka lagi adalah aku yang sempat pesimis dan ingin mundur dari lomba ini ternyata mendapatkan juara satu, itu merupakan kado yang terindah untukku di hari ulang tahunku.
            Setelah menjalani Ujian Nasional (UN) dan dinyatakan lulus, aku memutuskan untuk melanjutkan sekolahku di SMA Plus Negeri 4 OKU melalui jalur tertulis dan saat mulai masuk ke SMA itu pula lagi-lagi dan lagi aku harus pindah ke rumahku yang baru yang lokasinya tidak jauh dari Universitas Baturaja tempat kedua orangtuaku bekerja.

SMA Plus Negeri 4 OKU, sekolah yang memberikan banyak kesan selama menjadi salah satu keluarga dari sekolah itu, kekeluargaan yang sangat terasa bukan hanya sesama murid tetapi juga antar murid dan guru pun tercipta rasa kekeluargaan . Sekolahpun sudah kami anggap seperti rumah kami sendiri karena kami yang lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah karena kami yang saat itu pulang sekolah pada pukul 16.00 bahkan kami sampai pulang jam setengah 6 karena harus mengerjakan tugas. Kami ya ng selalu diberikan banyak tugas oleh guru-guru awalnya sempat mengeluh, tetapi aku baru tahu mereka memberikan kami banyak tugas karena ingin membiasakan kami karena saat di perguruan tinggi tugas yang akan diberikan dosen pun akan sangat banyak.
            Sekolahku yang jauh dari pusat kota, membuat sekolahku jauh dari polusi. Selain itu masih banyaknya pohon-pohon yang ada di sekolahku membuat suasana disekolahku menjadi lebih asri, ada beberapa gazebo di bawah pohon tempat murid-murid bersantai saat waktu istirahat, disekolahku memiliki fasilitas seperti 2 aula kecil yang berada di ujung sekolah dan satu musholla yang berada tidak jauh dari kantor guru.

            Pada saat SMA, murid-murid kelas X dan XI diwajibkan untuk mengikuti salah satu organisasi yang ada di sekolah mengikuti ekstrakulikuler yang diadakan setiap hari sabtu. Untuk ekstrakurikuler seni dan olahraga aku memilih untuk mengikuti musik, sedangkan ekstrakurikuler sains aku memilih untuk mengikuti kelas matematika, dan organisasinya dari keempat organisasi seperti Paskibra, PMR, Pramuka, dan Rohis aku memilih untuk memilih Paskibra.

            Sekolah ini juga memiliki sistem “random class”, saat kelas X aku mendapatkan kelas X.B di kelas ini tercipta kekompakkan dan kekeluargaan yang sangat erat walaupun kami berasal dari sekolah yang berbeda-beda tetapi kami sangat dekat sekali. Di kelas ini pula aku mempunyai sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri yaitu Dwik, Shinta dan Mira. Kami selalu mendapatkan kelas yang sama kecuali Shinta karena dia masuk kelas IPS dan kami IPA, walaupun begitu kami tetap saling berkomunikasi dan sering jalan bersama.

            Setelah menjalani UAS dan UAN yang cukup melelahkan aku harus dihadapkan lagi oleh satu hal yaitu SNMPTN dimana aku harus berjuang untuk mendapatkan satu kursi di PTN yang aku inginkan. Cita-citaku sebenernya ingin menjadi seorang dokter dari aku masih kecil sampai sekarangpun aku masih bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Tetapi Allah berkata lain saat pengumuman SNMPTN aku lulus bukan dipilihan pertama tapi di pilihan kedua yaitu Fakultas Kesehatan Masyarakat oleh sebab itu aku sekarang berada disini. Di Fakultas Kesehatan Masyarakat aku tidak sendirian ada dua temnku yang berasal dari asal SMA yang sama yaitu Hedy dan Nanda kami selalu bersama-sama. Selain itu ada Desi Fitriyani teman SDku satt masih di Palembang dan Bella Karunita teman SDku yang saat kelas 6 pindah ke Bengkulu.

Baca Juga : 5 Contoh Application Letter yang Baik dan Benar

Contoh Autobiografi Singkat 4

Nama saya  Andi Muhammad Iqbal, Saya lahir di Lanca(Bone), 02 April 1993, Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, Ayah saya bernama Andi Firman Tahir dan Ibu saya bernama Andi Jaheriah Kaso. Ayah saya adalah seorang Wiraswasta dan Ibu saya adalah seorang pegawai di salah satu Sekolah Menengah pertama yg ada di kota Bone, Adik Saya seorang perempuan yang bernama Andi Iqriani, Adik Saya sekarang sudah duduk di kelas 2 SMP.

Sekarang saya memunyai 2 tempat tinggal, yaitu di Makassar dan di Bone. Tempat tinggal Saya di Bone yaitu tepatnya di desa Lanca Kecamatan TelluSiattinge Kabupaten Bone, tempat tinggal saya di Makassar yaitu di Jln.Urip Sumoharjo Panaikang. tanpa mengurangi rasa hormat Saya dan tdk ada unsur kesombongan
saya masih keturunan Raja Luwu(Palopo) yaitu Andi Tadda Pung Pali Pung Jalae dan
anaknya yg bernama Andi Djemma. Klow dag prcya bsa krumah, Saya akan memperlihtkan Silsilanya.
Pada umur 5 tahun Saya memulai pendidikan di jenjang TK Kurusumange yang berada di kota Bone, setelah Saya selesai di jenjang TK saya melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu di SD, Pada jenjang SD Saya bersekolah di SD INPRES 3/77 LANCA, di SD ini Saya hanya sampai kelas 1, setelah itu Saya pindah di SD 56 LANCA, yang tak jauh dari sekolah Pertama Saya tadi, Saya berpindah sekolah disebabkan karena Saya ingin mengikuti tante saya, tante saya seorang guru SD.

Di SD 56 LANCA Saya hanya sampai kelas 4, disana Saya memiliki banyak teman yang baik hati, setelah Saya menuntut ilmu di SD tersebut Saya kembali pindah sekolah karena tante Saya juga pindah mengajar, Saya pindah di SD 64 LAPPAE, di SD ini Saya hanya sampai kelas 5, setelah itu Saya kembali pindah di SD asal saya yaitu SD INPRESS 3/77 LANCA. Saya kembali pindah disebabkan karena tante Saya sudah berhenti mengajar di Sekolah Dasar dan beliau beralih profesi menjadi kepala sekolah TK A REZKI yang berada di daerah Mattirowalie kabupaten Bone. Di SD ini lah Saya mendapatkan Ijasah Sekolah Dasar dengan nilai yang membanggakan. Setelah Saya lulus dari jenjang Sekolah Dasar maka Saya melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi, SMP NEGERI 2 TELLUSIATTINGE adalah tempat saya menimbah ilmu selama 3 tahun, DiSMP saya mulai memasuki dunia organisasi.

Diantaranya Osis, Pramuka, Palang Merah Remaja dan juga sempat masuk karate(KKI), dan Saya sampai sabuk kuning 2, disebabkan dari suatu faktor saya beserta teman-teman berhenti dalam dunia karate. kemudian dilanjutkan kejenjang berikutnya SMA NEGERI 1 TELLUSIATTINGE adalah tempat Saya mengenakan pakaian putih abu-abu dan menuntut ilmu selama 3 tahun, di SMA ini Saya kembali aktif berorganisasi, organisasi Saya diantaranya OSIS, PRAMUKA dan juga masuk Perguruan Silat(SBPS NUR RACHMAT), Saya masuk perguruan silat ini guna untuk melatih jasmani Saya dan lebih memperdalam ilmu agama Saya. Pada organisasi OSIS ini saya dipercayakan untuk menjadi Ketua Osis, Alhamdulillah selama menjabat sebagai ketua Osis banyak pengalaman yang Saya dapatkan dan dapat memberikan hal yang terbaik untuk Sekolah, Guru-guru, pegawai, siswa-siswi dan para anggota Osis pada periode kepengurusan Saya. Ini berkat kerja sama dan motivasi dari Pembina Osis angkatan Saya bunda Hj.Murni, S.Ag. selain beliau adalah Pembina Osis juga merupakan wali kelas saya mulai dari kelas X sampai kelas XII dan juga merupakan salah satu guru favorit Saya sewaktu SMA dulu. Pada SMA saya memilih jurusan IPA.

Saya juga tidak tahu kenapa bisa langsung Saya memilih jurusan Ipa, mungkin dikarenakan Saya menggemari mata pelajaran Biologi.Dan di masa SMA Saya menemukan seorang wanita, wanita yg sangat spesial menurut Saya, pertemuan yang tak pernah kami kira kini telah menjadi suatu hal yg sangat indah,
dimuali sejak tgl 16 April 2010 hingga sekarang, hubungan ku dgn dia tetap berjalan dgn baik, walau bgtu banyak suka duka yg telah kami lalui, Semoga hubungan kami ini bisa berlanjut ke plaminan. amin
Universitas Muslim Indonesia, Fakultas Ilmu Komputer, Jurusan Teknik Informatika adalah tempat menimbah ilmu Saya selanjutnya, sekarang Saya sudah mencapai semester 2 dan akan lanjut kesemester 3. Target Saya selesai sebelum 4 tahun kuliah, dan semoga itu bisa tercapai dan akan menjadi seseorang yang sukses dikemudian hari. Amin

Oya Saya suka warna Biru langit, putih dan coklat muda, suka makanan pedas, hobbi Saya  Bermain Bulu Tangkis, Memancing, dan mencoba hal yang dianggap baru. Suku Saya Bugis(Bugis Bone), Agama saya Islam. Saya harap suatu saat nanti Saya bisa menjadi seorang Polisi, Pegawai Bank atau Pegawai Kantoran. Amin ya Allah…

Contoh Autobiografi 5

Nama lengkap saya Nurrahmah. Saya biasa dipanggil Rahmah. Tapi teman –teman di sekolah memanggil saya Nur.  Nur artinya cahaya dan rahmah artinya kasih sayang. Jadi arti nama saya adalah cahaya kasih sayang. Saya lahir pada tanggal 25 September 1996 di kota Batam.

Saya terlahir di keluarga sederhana. Ayah saya bernama Enden Adiwijaya dan ibu saya bernama Nur Badiah. Ayah saya bekerja sebagai supir taksi. Sedangkan ibu saya sebagai ibu rumah tangga. Saya anak ke tiga dari empat bersaudara. Sofyan Hadi, kakak pertama saya bekerja pegawai negeri sipil di Imigrasi Tanjung Balai Karimun. Kakak kedua saya, Alfiyah Nur kuliah di UNRIKA jurusan hukum. Dan yang terakhir adik saya yang bernama Ilfah Magdalina bersekolah di SMPN 9 Batam. Kami tinggal di Sagulung Berseri RT 001/ RW 006 Sungai Lekop blok AB nomor 29.

Hobi saya membaca. Saya gemar membaca cerita, seperti komik jepang dan novel. Karena pengaruh dari kakak pertama saya, saya menyukai komik –komik dan animasi Jepang. Lama kelamaan saya pun menyenangi lagu –lagu Jepang, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu suka mendengarkan lagu.  Selain itu, saya juga senang menggambar dan membuat kerajinan tangan. Biasanya saya melakukan keduanya jika ada waktu senggang.
Sejak dulu saya ingin menjadi perawat atau dokter. Karena saya senang mengobati dan merawat. Sejak saya kecil, keluarga saya memelihara beberapa ekor ayam. Ketika ada salah satu ayam yang teluka, semua anggota keluarga saya tidak ada yang tega mengobatinya. Hanya saya saja yang berani merawat ayam tersebut.

Saya juga memiliki ayam kesayangan yang bernama O. Ia adalah ayam jantan yang jinak dan penurut. Saat O berumur satu tahun, ia menghilang. Ada kabar mengatakan bahwa O di sembelih oleh tetangga saya sendiri. Mendengar hal tersebut, saya sangat sedih. Hingga saat ini belum ada ayam lain yang bisa menggantikan O di hati saya.

Saya bersekolah di TK An-Nur selama satu tahun. Lalu saya bersekolah di SDN 006 Sagulung. Prestasi saya saat itu hanya mendapat peringkat sepuluh besar di kelas. Kemudian saya melanjutkan sekolah di SMPN 9 Batam. Ketika bersekolah di sana saya mendapat peringkat sepuluh besar dan hanya sekali mendapat juara kedua. Saat ini saya bersekolah di MAN Batam kelas XI IPA. Prestasi terakhir saya menurun. Di kelas X saya mendapat peringkat tiga besar, akan tetapi di kelas XI IPA saya mendapat peringkat empat besar.

Sewaktu saya SD, saya aktif di TPQ An-Nur, walaupun saya tidak ada prestasi. Di sinilah saya mempelajari banyak hal yang tak lama ini saya mulai merasakan manfaatnya. Saya juga masuk di grup kompang. Kami sering diundang untuk mengisi acara –acara di lingkungan sekitar.

Ada satu hal yang saya nikmati, yaitu saya bahagia menjadi diri sendiri. Saya bersyukur dengan apa yang saya punya dan dapatkan saat ini. Saya tidak suka untuk mengikuti gaya yang biasanya teman –teman ikuti. Saya cenderung memilih apa yang menurut saya nyaman.

 Saya berharap agar saya dapat seperti mereka yang memiliki ketegaran hati dan semangat yang tinggi sehingga saya kelak dapat diandalkan di kehidupan bermasyarakat.

Selesai sudah contoh-contoh autobiografi baik dari diri sendiri seseorang ataupun tokoh, dengan lima contoh di atas mungkin anda akan terinspirasi dan dengan mudah dapat menulis autobiografi diri anda sendiri, sekian dari kami dan terimakasih.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top