5 Contoh Anekdot Singkat dan Lucu

5 Contoh Anekdot Singkat dan Lucu

Contoh Anekdot Singkat dan Lucu - Kami dari katapengertian.com kembali memberikan kumpulan contoh, anekdot sendiri adalah cerita yang menggambarkan kejadian atau seseorang dengan lucu dan sindiran yang menguatkan maknanya. Jika anda mencari contoh anekdot yang lucu dan singkat untuk tugas sekolah ataupun hanya sekedar ingin membaca cerita yang lucu maka tidak ada salahnya jika anda melihat contoh anekdot dari kami berikut ini.

Tanda Orang Pintar

Suatu pagi yang indah di kota bagus, terdapat sekolah hebat yang dimana sang Guru sedang berdiskusi tentang Tanda tanda orang pintar
Anak-anak, tanda orang pintar apa?, Guru bertanya
Rajin baca dan nulis, Bu!!!, jawab anak anak
Bagus-bagus, puji Guru
Rajin nyontek, Bu!, jawab Danar
Lah kok gitu, Nar?, tegur Guru
Buktinya kita nyontek buat kapal, ahirnya kita pintar buat kapal! Betulkan, Bu?”
Betul juga kamu, Nar! Jadi anak anak rajinlah nyontek ya!, Guru berkata
Asiiiik, besok ulangan kita bisa nyotek, jawab anak anak gembira.
Bukan, yang model itu, seru Guru sambil megang jidat.


Pelajaran Paling Disukai
Pak Guru bertanya pada para murid tentang mata pelajaran apa yang paling disukai.
Guru: Anak-anak, coba jawab: Pelajaran apa yang paling kalian sukai?
Ari Ngaso: Matematika Pak
Mulan Jumilah: Bahasa Inggris Pak
Amad Medeni: Kesenian Pak
Guru: Bagus sekali. Coba Jon, pelajaran apa yang paling kamu sukai?
Jon Koplak: Pelajaran kosong Pak
Guru: ??!! (Mulut ternganga).


Alat Ajaib
Dunia pendidikan memang ada saja masalahnya. Pemerintah memang sudah mencanangkan pendidikan gratis bagi sekolah negeri. Akan tetapi, fasilitas yang kurang memadai bisa jadi kendala. Seperti halnya yang terjadi di suatu Sekolah Menengah Atas di suatu daerah, dan tepatnya di suatu ruang kelas sekolah itu.
Ada seorang guru baru yang mengajar di SMA tersebut. Baru hari pertama mengajar, masih bingung dan kikuk. Gurunya masih muda dan cantik. Ini zaman modern, mengajar tinggal ditampilkan di layar. Tak perlu susah menulis di papan tulis, pikirnya menenangkan.

Agaknya si guru grogi dan mulai gerah, setelah berkenalan dengan para muridnya. Dia berjalan kearah meja. Mencari-cari sesuatu. Lantas seorang siswi bertanya dengan sopan, “Bu Guru mau mencari apa?”. Sang guru tersenyum, lalu menjawab. “Mau cari remote kipas angin, ibu kepanasan dik. Dimana ya? bisa bantu ibu nggak?” Lalu, salah seorang siswa nyeletuk dengan cueknya. “Bu, disini nggak ada remote kipas angin. Tapi di sini kami punya alat ajaib.” Ibu guru pun mulai penasaran dengan perkataannya. “Maksudnya alat ajaib apa tuh dik?.”

Siswanya tak langsung menjawab, tapi justru berdiri dan berbalik, berjalan mengambil sesuatu di sudut ruangan. Diambil lah sebuah penggaris kayu yang besar. Lalu mengarahkannya pada Ibu Guru. “Ini bu, alat ajaib yang ada di kelas kami.” Masih dengan wajah tak mengerti, bu guru kebingungan. Si siswa berjalan menuju saklar kipas angin dan memutarnya, hiduplah si kipas, namun kipas hanya mengarah ke satu arah saja. Lalu siswa tersebut berjalan, berhenti tepat di bawah kipas angin. Dijulurkannya penggaris kayu sampai menyentuh kipas, lalu kipas di belokkan kearah Bu Guru. “Ini yang dimaksud alat ajaib Bu. Bu Guru tadi mau mempresentasikan materi kan? Alat ajaib ini bisa membantu.” Sang siswa berjalan lagi dan berhenti tepat di bawah LCD Proyektor, dengan bantuan penggaris kayu itu, sang siswa berhasil memencet tombol “power” di LCD. Siswa lain agaknya mulai mengerti apa yang dimaksud dengan “alat ajaib” yang dikatakan temannya itu dan mulai tertawa sambil geleng-geleng.

“Ini memang penggaris kayu biasa bu, tapi tanpa ini kami pasti sulit untuk mengarahkan kipas, menyalakan LCD, dan juga untuk menarik Layar LCD. Jadi, alat ajaib yang saya maksud ya ini, penggaris serba guna. Ini kan sekolah gratis. Peribahasanya, tak ada rotan akar pun jadi. Tak ada remote, penggaris pun jadi.” Semua murid terbahak dengan tingkah konyol temannya itu. Tak terkecuali sang Ibu Guru yang baru mengerti maksud dari “alat ajaib”.
Selepas tertawa, keadaan kelas kembali tenang dan sang Ibu Guru baru mulai akrab dengan para muridnya yang menyenangkan.


Seorang Kontraktor
Setelah proyek milyaran selesai, seorang pejabat sebuah deparetmen kedatangan tamu konsultan yang merangkap menjadi kontraktor.
Konsultan : "Pak ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir di bawah, Toyota Innova "
Pejabat : "Kamu mau menyuap saya ya?"
Konsultan : "Sudah terima saja pak, nnti saya dimarahi komisaris kalau gak diterima"
Pejabat : "Saya tidak sudi!!!"
Konsultan : "Tapi pak...."
Konsultan : "Yaudah bapak beli aja mobilnya, gimana..???"
Pejabat : "Enak aja !!! Saya gak punya uang sebanyak itu tau!!!"
Konsultan : "Kalo gitu, saya telepon komisaris saya dulu.."
Beberapa menit kemudian...
Konsultan : "Kalo gitu bapak belinya Rp.10000 aja, gimana??"
Pejabat : "Bener ya? Ok saya mau. Jadi ini kan bukan suap. :D pakai kwitansi ya :) "
Konsultan : "Tentu saja pak.. :) "
Pejabat : "Yaudah ini duitnya.. #Mengeluarkan uang 50000"
Konsultan : "Ini pak kwitansinya #Memberi Kwitansi"
Konsultan : "Maaf, ini kembalinya pak #Memberi uang 40000"
Pejabat : "Oh, tidak usah. Tolong kirim 4 mobil lagi ke saya ya. "
Konsultan : Siap pak. Hehe


Sarang Laba-Laba
Pada saat pak dosen memben kuliah Sosiologi Hukum, bertanyalah ia pada mahasiswa yang bernama Elisa.
Dosen : Saudari Elisa, coba utarakan sehngkas mungkin kondisi penegakan hukum di Negara kita tercinta ini...!, tanyanya;
Elisa : Bagaikan sarang laba-laba pak!!'jawabnya tegas;
Dosen : Maksudnya...?!
Elisa : Kalau kelas nyamuk akan tertangkap dan tak dapat berkutik pak!, sedang kalau kelas kumbang, wah..., jebol pak. .!!;
Dosen : Kalau kelas gagak?!
Elisa : Tak tahu pak...!!
Mahasiswa lainnya: Hahaha

Bagaimana contoh-contoh teks anekdot tersebut?, cukup menggelitik bukan. Semoga bisa bermanfaat bagi anda trima kasih, walaikumsallam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top