Teknik Pengumpulan Data Geografi

Teknik Pengumpulan Data Geografi

Data memiliki peranan penting dalam penelitian. Hal ini dikarenakan data merupakan alat yang digunakan sebagai pembuktian hipotesis serta pencapaian tujuan penelitian. Peneliti perlu mengetahui jenis data apa saja yang diperlukan dan bagaimana mengidentifikasi, mengumpulkan, serta mengolahnya.

1. Jenis-Jenis Data

Data dapat digolongkan berdasarkan sifat dan sumbernya. Berikut ini merupakan penggolongan data:

a. Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, data dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
1) Data kuantitatif yaitu data yang bersifat angka. Data ini biasa berupa angka-angka seperti 1,2,3, dan seterusnya.
2) Data kualitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kalimat maupun uraian. Misalnya, peneliti ingin mengetahui asal usul tenaga kerja industri di Medan dengan memberikan pilihan jawaban sebagai berikut.
a)    Berasal dari Kota Medan.
b)    Berasal dari desa sekitar Kota Medan.
c)    Berasal dari luar Kota Medan.
d)    Berasal dari luar Sumatra,

b.    Berdasarkan Sumbernya
Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
1)    Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden atau objek yang diteliti, atau ada hubungannya dengan yang diteliti.
2)    Data sekunder, yaitu data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar diri peneliti sendiri walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data asli. Data sekunder dapat diperoleh dari instansi-instansi maupun perpustakaan.

2. Teknik Pengumpulan Data Geografi

Teknik pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut ini merupakan metode dan teknik pengumpulan data.

a.    Observasi
Observasi adalah cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan penpatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian. Observasi terbagi menjadi dua sebagai berikut.

1) Observasi langsung, yaitu observasi yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa sehingga observer berada bersama objek yang diteliti.
2) Observasi tidak langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya peristiwa yang akan diselidiki atau objek yang diteliti. Contohnya adalah pengamatan yang dilakukan melalui citra dari foto udara atau satelit, dan slide.

b.    Wawancara
Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian. Pada umumnya dua orang atau lebih hadir secara fisik dalam proses tanya jawab.

c.    Angket
Angket adalah usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden.

d.    Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, film dokumenter, dan data lain yang relevan.

e.    Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh seorang peneliti tidak secara langsung dari subjek/objek yang diteliti akan tetapi melalui pihak lain, seperti instansi-instansi/ lembaga-lembaga yang terkait, perpustakaan, arsip perorangan, dan peta.

f.    Pengumpulan Data dengan Pengindraan Jauh
Selain pengumpulan data yang telah disebutkan di atas, dalam geografi juga terdapat pengumpulan data melalui pengindraan jauh. Data yang bisa disiapkan melalui pengindraan jauh, antara lain citra foto dan data digital atau numerik. Untuk memperoleh data dengan pengindraan jauh dapat dilakukan dengan cara manual dan elektronik.

1)    Manual
Pengumpulan data secara manual dilakukan melalui foto udara, yaitu dengan melakukan interpretasi secara visual. Penggunaannya dapat dilakukan untuk berbagai keperluan, seperti perencanaan jalan, perencanaan irigasi, perencanaan permukiman, dan pembuatan peta topografi. Untuk keperluan tersebut biasanya digunakan foto udara berskala besar, yakni 1: 10.000 sampai dengan skala 1:25.000,

2)    Elektronik
Cara elektronik dapat dilakukan baik secara manual maupun secara numerik. Cara elektronik mempunyai kelebihan karena menggunakan spektrum elektromagnetik, kemampuannya lebih besar. dan lebih pasti dalam membedakan karakteristik spektoral. Objek dan analisisnya lebih cepat karena menggunakan komputer. Data pengindraan jauh adalah data hasil perekaman objek dengan menggunakan sensor buatan. Data.ini berupa data citra foto dan citra nonfoto atau data numerik. Data numerik umumnya direkam pada computer compatible tape (CCT). Data ini bisa dipesan melalui ihstansi-instansi tertehtu, baik dalam maupun luarnegeri, antara lain Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), stasiun Alice Spring Australia, stasiun di Bangkok, dan EROS Data di, Sioux Falls Amerika Serikat. Pengamatan data citra pada cara elektronik disesuaikan dengan tujuan penelitian. Misalnya, untuk keperluan topografi dan geologi, orang cenderung memilih citra radar karena pada citra itu relief permukaan bumi dipertajam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top