Pengertian Pencatatan Transaksi Keuangan

Pengertian Pencatatan Transaksi Keuangan

Setiap wirausaha tentunya mengharapkan usahanya berhasil, artinya bisa memperoleh pendapatan dari usahanya. Jadi suatu usaha pasti berhubungan dengan uang, oleh karena itu ketika menjalankan suatu usaha harus melakukan pencatatan keuangan. Pencatatan keuangan yang baik juga berpengaruh terhadap keberhasilan usaha. Pencatatan keuangan disebut juga pembukuan. Pembukuan atau tata buku atau akuntansi adalah tindakan mengadakan pencatatan secara teratur dan sistematis segala transaksi keuangan dan segala akibat yang ditimbulkan oleh adanya transaksi bisnis.

Beberapa tujuan dilakukannya penyusunan pencatatan transakasi keuangan, sebagai berikut.

1. Memberikan informasi maupun informasi lain mengenai sumber-sumber ekonomi, kewajiban, serta modal perusahaan.
2. Memberikan informasi mengenai perubahan dalam sumber ekonomi karena adanya aktivitas usaha untuk memperoleh laba.
3. Memberikan informasi keuangan sehingga dapat diperkirakan potensi perusahaan untuk memperoleh laba di masa yang akan datang.
4. Mengungkapkan informasi yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk pengguna laporan.

Suatu laporan keuangan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
1. Relevan, artinya laporan keuangan harus sesuai dengan maksud penggunaannya sehingga bisa bermanfaat.
2. Mudah dimengerti, dalam membuat suatu laporan keuangan haruslah menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang yang membaca laporan.
3. Daya uji, laporan keuangan suatu perusahaan dapat diuji kebenarannya oleh pengukur independen.
4. Netral, laporan keuangan tidak memihak pada salah satu pengguna, namun ditujukan kepada tujuan umum pengguna.
5. Tepat waktu, laporan keuangan harus disajikan sedini mungkin.
6. Daya banding, laporan harus dapat dibandingkan dengan laporan pada periode sebelumnya, atau dengan laporan sejenis pada periode yang sama.
7. Lengkap, laporan keuangan menyajikan fakta keuangan yang panting serta menyajikannya dengan cara yang tepat.

Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan tahun 2007, laporan keuangan terdiri atas laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas.

1. Laporan Laba Rugi
Laporan rugi-laba disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu. Laporan ini diperoleh dengan membandingkan antara pendapatan perusahaan dengan biaya yang dikeluarkan.

a.    Pendapatan adalah aliran penerimaan kas atau harta lain yang diterima dari konsumen sebagai hasil penjualan barang atau pembagian jasa.
b.    Biaya adalah harga pokok barang yang dijual dan jasa-jasa konsumsi untuk menghasilkan pendapatan.

2. Laporan Perubahan Modal
Modal adalah semua harta benda yang digunakan sebagai pokok usaha. Modal yang digunakan dalam suatu usaha juga harus dicatat dengan rapi. Dalam perjalanan usaha modal bisa berubah, perubahan Itu bisa karena berkurang atau bertambah. Oleh karena Itu, perlu adanya laporan perubahan modal. Laporan perubahan modal menggambarkan informasi perubahan modal pemilik. Modal pemilik akan berubah jlka:

a.    pemilik melakukan pengambilan harta untuk keperluan pribadi (prive);
b.    perusahaan menderita kerugian;
c.    adanya tambahan investasi pemilik;
d.    perusahaan mendapatkan laba.

3. Neraca
Laporan neraca (laporan posisi keuangan) adalah suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajlban, dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

Istilah-istilah yang berhubungan dengan neraca sebagai berikut.
a.    Aktiva, yaitu sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang biasa dinyatakan dalam satuan uang.
b.    Kewajiban, yaitu utang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada suatu saat tertentu di masa yang akan datang. Kewajiban ini disebut juga pasiva.
c.    Modal, pada hakikatnya merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aktiva) perusahaan.

Investasi Kekayaan Perusahaan 

a. Aktiva Lancar (Current Assets)
Aktiva lancar adalah uang tunai dan harta lainnya yang dapat ditukar dengan uang tunai segera. Aktiva lancar terdiri atas:

1)    kas;
2)    efek-efek (marketable);
3)    piutang;
4)    wesel tagih;
5)    persediaan barang dagang;
6)    actual receivable, meliputi: bunga yang harus diterima, dan sewa yang masih harus diterima.

b. Aktiva Tetap 
1) Plant and equipment
a) tanah
b) gedung kantor
d) gudang
e) mesin

2) Invesmen
a)    investasi dalam saham
b)    investasi dalam obligasi

3) Aktiva tetap tak berwujud
a)    goodwill
b)    hak paten

4) Hak merek

5) Aktiva Iain-lain
a)    simpanan di bank
b)    piutang

4. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan aliran uang yang diterima dan digunakan perusahaan dalam satu periode akuntansi, beserta sumber-sumbernya. Aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan penyusunan arus kas dapat dikelompokkan menjadi tiga, sebagai berikut.

a.    Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi adalah berbagai aktivitas yang berkaitan dengan upaya perusahaan untuk menghasilkan produk, sekaligus semua upaya yang terkait dengan upaya menjuai produk tersebut.

b.    Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi adalah berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan harta perusahaan yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan. Contoh aktivitas investasi adalah penjualan atau pembelian gedung, mesin, kendaraan, dan lain-lain.

c.    Aktivitas Pembiayaan/Pendanaan
Aktivitas pembiayaan adalah semua aktivitas yang berkaitan dengan upaya untuk mendukung operasi perusahaan dengan menyediakan kebutuhan dari berbagai sumber beserta konsekuensinya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top