Pengertian Mengidentiflkasi Peluang Usaha

Pengertian Mengidentiflkasi Peluang Usaha

Seseorang yang akan menjalankan usaha belum tentu dapat melihat paluang usaha yang ada. Jikapun ada peluang usaha maka dia belum tentu dapat melihatnya. Seorang calon wirausaha harus mampu melakukan identifikasi terhadap peluang usaha yang muncul di sekitarnya. Identifikasi peluang usaha maksudnya menetapkan bahwa suatu hal tersebut merupakan peluang usaha baginya. Identifikasi peluang usaha dapat dilakukan dengan menyimak bidang hasil usaha pokok, yaitu kedudukan pasar, profitabilitas, sumber daya manusia (SDM), keuangan, sarana kerja, tanggung jawab sosial, dan pengembangan usaha. Cara yang dapat dilakukan untuk dapat mengidentiflkasi peluang usaha adalah:

1.    belajar ilmu manajemen usaha,
2.    meminta jasa konsultan manajemen, dan
3.    meminta jasa keluarga dan kenalan yang pandai dalam usaha.

Menurut Dr. D.J. Swartz, cara-cara yang harus dilakukan agar dapat mengidentifikasi peluang usaha sebagai berikut.

1.    Percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilakukan. Hapuskan kata mustahil, tak mungkin, tak bisa, tak perlu dicoba, dari khasanah pikiran dan bicara.
2.    Janganlah berada pada tradisi lingkungan yang statis, karena akan melumpuhkan pikiran wirausahawan. Lihatlah peluang-peluang usaha untuk menjadi besar. Tradisi lain yang kurang menunjang peluang-peluang usaha adalah etos kerja yang rendah dan terlalu santai.
3.    Sedap hari bertanya pada diri sendiri, “bagaimana saya dapat melakukan usaha sendiri lebih baik.”
4.    Bertanya dan dengarkanlah. Dengan bertanya dan mendengar, maka wirusahawan akan mendapatkan bahan baku untuk mengambil keputusan yang tepat. Ingat orang besar memonopoli kegiatan bicara.
5.    Peduas pikiran anda, bersemangatlah. Bergaulah dengan orang-orang yang bisa membuat Anda mendapat gagasan-gagasan peluang usaha.

Suatu inspirasi yang ditindak lanjuti menjadi suatu usaha haruslah suatu inspirasi yang baik sehingga menjadi peluang usaha yang baik. Ciri-ciri usaha yang baik antara lain:

1.    usaha itu memiliki nilai jual yang tinggi;
2.    usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, tetapi bersifat nyata;
3.    usaha itu mempunyai waktu bertahan di pasar;
4.    tidak memerlukan modal yang besar, karena terlalu membutuhkan banyak Investasi;
5.    tidak bersifat musiman;
6.    usaha tersebut bisa ditingkatkan menjadi berskala industri.

Sebelum suatu peluang usaha dijalankan, harus dilakukan analisis terlebih dahulu. Adapun hal-hal yang dianalisis mengenai jenis produk dan jasa serta minat dan daya beli konsumen.

1. Jenis Produk dan Jasa

Jenis produk adalah titik sentral dari kegiatan marketing, oleh sebab Itu jenis produk harus dianalisis tentang apa yang akan dipasarkan, bagaimana permintaan konsumen, dan bagaimana daya belinya.

Contoh:
a.    Produk primer, mengacu pada penggalian sumber daya alam misalnya produk pertanian, dan perikanan.
b.    Produk sekunder, mengacu pada pengolahan bahan baku menjadi produk jadi misalnya produk sepatu, dan tas.
c.    Produk tersier, mengacu pada peralatan dan pelayanan jasa misalnya produk perbankan, asuransi, dan perhotelan.

2.    Minat dan Daya Beli Konsumen

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menganalisis minat dan daya beli konsumen, sebagai berikut.

a.    Kualitas produk atau jasa yang dihasilkan,
b.    Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa tersebut.
c.    Produk/jasa dapat dibuat dengan lebih cepat, berfaedah, dan murah sesuai dengan daya beli konsumennya.
d.    Sarana dan tempat kerja harus dipelihara.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top