Pengertian Desain Penelitian Geografi

Pengertian Desain Penelitian Geografi

Desain penelitian adalah suatu rencana tentang cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif sesuai dengan tujuannya. Desain penelitian merupakan pedoman bagi seorang peneliti agar data dapat dikumpulkan secara efisien dan efektif serta dapat diolah dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh sebab itu, seharusnya sejak awal sudah merencanakan objek apa yang akan diteliti, bagaimana cara mengumpulkan, mengolah dan menganalisis datanya, waktu dan biaya yang diperlukan, serta fasilitas apa saja yang diperlukan agar data dapat diolah secara efisien dan efektif sesuai tujuan penelitian. Kegunaan dari desain penelitian geografi sebagai berikut.

1.    Memberi pegangan yang lebih jelas dan terarah kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya.
2.    Memberikan gambaran tentang masalah atau kesulitan apa yang akan dihadapi.

Desain penelitian geografi sekurang-kurangnya mempunyai ruang lingkup yang terdiri atas tujuh langkah sebagai berikut.

1. Penentuan Judul Penelitian

Penentuan judul penelitian sangat penting karena dalam judul tergambarkan objek dan subjek apa yang ingin diteliti, lokasinya di mana, tujuan, dan sasaran apa yang ingin dicapai. Syarat pemilihan judul sebagai berikut.

a.    Judul ditetapkan setelah peneliti mengetahui permasalahan pokok objek yang akan diteliti.
b.    Judul penelitian mencerminkan keseluruhari isi penulisan.
c.    Judul harus mengemukakan kalimat singkat dan jelas.

Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan untuk menentukan judul penelitian sebagai berikut.

a.    Keterjangkauan
Prinsip pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa judul maupun objek yang akan diteliti sedapat mungkin terjangkau oleh kemampuan peneliti. Kemampuan peneliti dapat berupa tingkat pengetahuan, waktu yang tersedia, kesulitan memperoleh pembimbing dan kerja sama dengan pihak lain.

b.    Ketersediaan Data
Judul yang dipllih sedapat mungkin tersedia datanya. Para peneliti akan mengalami kesulitan, apabila judul yang dipilih tidak tersedia datanya.

c.    Signifikansi Judul yang Dipilih
Yakni seberapa pentingkah suatu permasalahan sehingga harus diteliti.

2. Penentuan Masalah Penelitian

Ketika seseorang ingin meneliti atau mencari jawaban, terlebih dahulu ia akan menemukan masalah. Masalah tersebut dapat ditemukan dari lingkungan sekitar. Setelah menemukan masalah kemudian baru dirumuskan. Masalah adalah suatu kondisi atau keadaan yang dihadapi, yang disebabkan adanya kesenjangan antara sesuatu yang seharusnya dilakukan (expected conditional) dan kenyataan yang terjadi (actual condition).

Masalah dalam penelitian diartikan sebagai masalah-masalah yang ingin dikaji oleh seseorang peneiiti berkaitan dengan kondisi atau keadaan yang dihadapi oleh seseorang atau sekelompok orang atau organisasi yang dianggap tidak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan atau tidak sesuai dengan norma atau aturan yang seharusnya dilakukan. Di dalam penelitian, masalah sangat berperan dalam mengarahkan seorang peneiiti untuk melakukan kegiatan penelitiannya. Tanpa merumuskan masalah para peneiiti dapat mengalami kebingungan, bahkan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian maupun dalam penulisan.

Dalam kegiatan penelitian, yang dapat menjadi sumber masalah adalah adanya kesenjangan antara 'yang seharusnya terjadi' dengan 'yang sebenarnya terjadi'. Dengan demikian, yang menjadi masalah adalah 'apa yang menjadi penyebab timbulnya kesenjangan antara yang sebenarnya terjadi dengan yang seharusnya terjadi'.

Ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam merinci masalah utama (judul penelitian) sebagai berikut.

a.    Masih berhubungan erat dengan masalah utama (judul penelitian).
b.    Mendukung tujuan penelitian.
c.    Mengembangkan atau memperluas cara-cara menguji suatu teori.
d.    Memberikan sumbangan kepada pengembangan metodologi penelitian.
e.    Memanfaatkan konsep-konsep teori atau data dan teknik dari disiplin yang bertalian.
f.    Menunjukkan variabel-variabel apa saja yang perlu diteliti.

3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian berkenaan dengan hal-hal yang diharapkan dapat dicapai melalui pelaksanaan penelitian atau menyajikan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai dilakukan. Oleh karena itu, rumusan tujuan penelitian harus konsisten dengan rumusan masalah dan harus mencerminkan proses penelitiannya. Dengan demikian, rumusan tujuan penelitian bukan merupakan tujuan peneliti melalukan penelitian.

Tujuan penelitian terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat apa yang ingin dicapai yang dinyatakan dalam satu kalimat. Sementara tujuan khusus merupakan perincian tujuan umum yang lebih spesifik dan dirumuskan dalam beberapa butir pernyataan yang mengacu kepada rumusan masalah.

4. Penetapan Hipotesis

Hipotesis merupakan pernyataan (jawaban) sementara yang masih perlu diuji kebenarannya. Jawaban sementara yang dimaksud adalah jawaban sementara terhadap masalah yang telah dirumuskan. Hipotesis yang dirumuskan harus bisa menjawab masalah penelitian. Sehingga antara hipotesis dan rumusan masalah terlihat keterkaitan secara konsistensi.

Peneliti akan mengamati suatu gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi fokus perhatiannya. Sebelum mendapatkan fakta yang benar, mereka akan membuat dugaan tentang gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi titik perhatiannya tersebut.

Cara merumuskan hipotesis sebagai berikut.

a.    Hipotesis harus mendukung judul dan tujuan penelitian.
b.    Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris.
c.    Hipotesis harus bersifat spesifik.

Dalam statistik dikenal dua jenis hipotesis, yakni hipotesis nol (HO) dan Hipotesis alternatif (Ha). Hipotesis Nol (HO) adalah hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan atau tidak adanya perbedaan atau tidak ada pengaruh antara dua variabel yang dipersoalkan. Hipotesis alternatif (Ha) adalah suatu hipotesis yang menyatakan ketidaksamaan, perbedaan atau pengaruh antara dua variabel yang dipersoalkan.

5. Populasi dan Sampel

Populasi adalah himpunan individu atau objek yanjj banyaknya terbatas atau tidak terbatas. Himpunan individu yang terbatas adalah himpunan individu yang dapat diketahui atau diukur dengan jelas jumlah maupun batasnya, sedangkan himpunan individu yang tidak terbatas adalah himpunan individu yang sulit diketahui jumlahnya walaupun batas wilayahnya kita ketahui.

Sampel adalah sebagian dan objek atau individu yang dapat mewakili suatu populasi. Secara garis besar ada dua cara yang dapat dilakukan dalam pengambilan sampel sebagai berikut.

a.    Probability sampling, yaitu cara pengambilan sampel dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih. Contoh: Suatu populasi terdiri atas 1.000 orang mahasiswa jurusan geografi. Setiap unsur populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih 1/1.000 orang. Probability Sampling terdiri atas berikut ini.

1)    Sampel acak sederhana (simple random sampling).
2)    Sampel sistematik (systematic sampling).
3)    Sampel acak berstrata (stratified random sampling).
4)    Sampel gugus (cluster sampling).
5)    Sampel daerah (area sampling).

b.    Non probability sampling, yaitu cara pengambilan sampel dengan tidak memberi kemungkinan atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih karena tidak diketahui/dikenal jumlah populasi sebenarnya. Non probability sampling terdiri atas sampel purposif, sampel kuota, sampel bola salju, dan sampel rute acak. Pemilihan sampel tergantung dari masalah yang dihadapi, tujuan penelitian, besamya populasi dan jumlah sampel yang diperlukan waktu dan biaya yang tersedia, serta kemudahan untuk memperoleh sampel. Dalam penentuan sampel yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

a.    Tentukan populasi di daerah penelitian.
b.    Tentukan jumlah sampel yang akan diteliti.
c.    Tentukan metode pengambilan sampel.

6. Metode Pengumpulan Data

Secara garis besar metode pengumpulan data, terdiri atas observasi, wawancara, angket, pengumpulan data sekunder, dan pengumpulan data melalui pengindraan jauh.

7. Mengolah dan Menganalisis Data

Pengolahan data dalam penelitian geografi dapat dilakukan dengan cara editing data, coding dan frekuensi, serta tabulasi, sedangkan metode analisis dalam penelitian geografi dapat dilakukan dengan cara analisis statistik, pengindraan jauh, komputer, dan deskriptif.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top