Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Sikap positif warga negara terhadap nilai-nilai Pancasila teriihat dalam sejarah perjuangan bangsa dan negara Republik Indonesia. Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 telah terbukti bahwa Pancasila yang merupakan ideologi, pandangan hidup bangsa, dan dasar Negara Kesatuan Rl benar-benar sesuai dengan kepribadian bangsa dan jiwa bangsa Indonesia serta merupakan sarana untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia.

Pertama, Pancasila hanya akan berkembang kalau segenap komponen masyarakat bersedia bersikap proaktif, terus-menerus melakukan reinterpretasi (penafsiran ulang) terhadap Pancasila dalam suasana dialog kritis -konstruktif. Bila masyarakat bersikap pasif. Pancasila akan makin kehilangan relevansinya. Atau, bias pula Pancasila berubah menjadi ideologi tertutup, karena penafsirannya didominasi oleh penguasa atau kelompok masyarakat tertentu.

Kedua, karena terbuka untuk ditafsirkan oleh siapa saja, biasa terjadi Pancasila semata-mata ditafsirkan sesuai dengan kepentingan si penafsjr,...

Sikap positif itu terutama adalah kesediaan segenap komponen masyarakat untuk aktif mengungkapkan pemahamannya mengenai Pancasila.

Sikap positif lain adalah kesediaan segenap komponen bangsa menjadikan nilai-nilai Pancasila makin tampak nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehari-hari

Sikap positif yang paling dibutuhkan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang berwibawaadalah terus - menerus secara konslsten berjuang memperkecil kesenjangan antara ideal-ideal Pancasila dengan kenyataan kehidupan berbangsa sehari-hari.

Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara menggunakan berbagai jalur dan penciptaan suasana yang menunjang, perlu dimasyarakatkan dan dibudayakan dengan cara antara lain sebagai berikut.

1. Jalur Pendidikan

Pasal 6 ayat (1) menyatakan 'Setiap warga negara yang berusia tujuh tahun sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar'.

a. Pendidikan informal
Pemerintah berusaha meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan secara mandiri. Setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan, yang PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang utama dan pertama bagi semua anak. Keluarga harus menjadi wadah pembentukan insan Pancasila dan sekaligus menjadi pangkal pembentukan masyarakat Pancasila.

b.    Pendldikan formal
Pemerintah harus mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tlnggi bagi seluruh rakyat Indonesia, menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti.

Pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan perguruan tinggi.
Terciptanya suasana belajar yang didasari oleh nilai luhur Pancasila sangat diperlukan di sekolah. Di sekolah terjalin hubungan yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan antara guru, karyawan dan siswa.

c.    Pendldikan nonformal

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan serta berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

2.    Jalur Media Massa

Media massa dapat dijadikan wahana bagi pendidikan Pancasila yang demokrasi, baik media modern seperti pers, radio, televisi, dan internet maupun media tradisional, seperti aneka macam kesenian rakyat, wayang, ludruk, ketoprak, dan dolanan anak-anak. Penampilan media massa diarahkan untuk membawa misi permasyarakatan dan Pancasila sebagai dasar Negara dan nilai-nilai demokrasi. Menurut Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, peranan pers nasional adalah

a.    Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui
b.    Menegakkan nilai-nilai dasar demokratis, mendorong terwujudnya supremasi hokum dan hak asasi manusia, serta menghormati kebhinekaan;
c.    Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar;
d.    Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
e.    Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

3.    Jalur Organlsasl Polltlk, Organisasl Soslal Kemasyarakatan, dan Pranata Sosial

Khusus bagi partai politik seperti dalam pasal 6 Undang-Undang No. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik, ditegaskan tujuan partai politik adalah :

a.    Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD1945;
b.    Mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedauiatan rakyat dalam Negara Kesatuan Rl.
c.    Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fungsi partai politik antara lain adalah mendidik politik bagi anggotanya dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Republik Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, partai politik juga berfungsi sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa untuk menyejahterakan masyarakat.

Sebagai sebuah ideologi terbuka, Pancasila diharapkan menjadi semangat berperilaku bagi warga negara Indonesia, sebagai contoh di bawah ini.

1. Perllaku yang Sesual dengan Nllai-Nllai Pancasila

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang kehidupan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila diharapkan menjadi pedoman dalam melaksanakan bidang kehidupan politik. Pada dasamya manusia mempunyai kemampuan serta mampu menjaga keseimbangan, keserasian, serta keselarasan dalam kedudukannya sebagai insan Pancasila.

a.    Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Nilai-nilai sila Ketuhanan Yang Maha Esa, antara lain:

1)    Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2)    Hormat menghormati dan bekerja sama dengan pemeluk agama lain;
3)    Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
4)    Tidak memaksakan salah satu agama kepada orang lain.

b.    Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Nilai-nilai Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, antara lain:

1)    Mengakui persamaan derajat, harkat, dan martabat manusia;
2)    Saling mencintai sesama manusia;
3)    Mengembangkan sikap tenggang rasa;
4)    Tidak semena-mena terhadap orang lain, suka memberi bantuan kepada korban bencana alam;
5)    Suka memberi bantuan kepada korban bencana alam

c.    Sila Persatuan Indonesia
Nilai-nilai Sila Persatuan Indonesia, antara lain:
1)    Mengembangkan sikap saling menghargai antarsuku, agama, ras, dan antargolongan;
2)    Mengembangkan sikap saling asah, saling asih, dan saling asuh;
3)    Tidak membedakan warna kulit dan suku serta etnik;
4)    Membina persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kemajuan bangsa dan negara.

d.    Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan daiam Permusyawaratan/ Perwakilan.
Nilai-nilai sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan daiam Permusyawaratan j dan Perwakilan, antara lain:
1)    Menghargai perbedaan pendapat.
2)    Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3)    Mengembangkan sikap demokratis.
4)    Mau menerima hasil keputusan demi kepentingan bersama.

e.    Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, antara lain:
1)    Memajukan perbuatan yang luhur;
2)    Bersikap adil terhadap sesama manusia;
3)    Menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan;
4)    Berani bertanggung jawab atas semua perilaku yang telah dilakukan;
5)    Membiasakan hidup sederhana, serta hemat guna menciptakan keseimbangan hidup.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top