Pengertian Perilaku Ridha dan Contohnya

Pengertian Perilaku Ridha dan Contohnya

Menurut bahasa, rida berarti rela. Menurut istilah, rida adalah menerima segala sesuatu yang terjadi dengan senang hati. Orang yang rida menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi itu merupakan kehendak Allah SWT. Oleh karena itu, dia tidak menentang hukum dan ketentuan Allah SWT.

Orang yang telah tertanam sikap ridha di dalam qalbunya akan memandang segala sesuatu itu indah dan menyenangkan. Sabda Nabi saw. yang artinya: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla dengan hikmat keagungannya telah menjadikan kesenangan dan kegembiraan pada ridha dan yakin. Ia pun menjadikan kesedihan dan kedukaan pada ragu dan kedongkolan."

1.    Sifat yang Berkaitan dengan Rida

Sabar merupakan perilaku menahan nafsu dan mengekangnya dari kebencian sekalipun menyakitkan dan mengharap akan segera berlalunya musibah. Sedangkan ridha adalah kelapangan jiwa dalam menerima takdir Allah SWT. dan menjadikan ridha sendiri sebagai penawarnya. Sebab di dalam hatinya selalu tertanam sangkaan baik (husnuzan) kepada Sang Khaliq.

Nabi Muhammad saw. membagi kesabaran dalam 3 macam, yaitu sebagai berikut.

a.    Sabar dalam menghadapi segala macam musibah.
b.    Sabar dalam mematuhi perintah Allah SWT.
c.    Sabar dalam menahan diri untuk tidak melakukan maksiat.

Dari Anas bin Malik r.a. bahwa Nabi saw, bersabda, "Sesungguhnya apabila Allah SWT. mencintai suatu kaum, maka Dia mengujinya. Barang siapa ridha terhadap ujian-Nya, maka dia memperoleh ridha-Nya dan barang siapa tidak suka, maka mendapat murka-Nya." (HR. Tarmizi).

2.    Contoh Perilaku yang Mencerminkan Sikap Ridha

Sikap rida dapat ditunjukkan melalui hal-hal sebagai berikut.

a.    Sabar dalam melaksanakan kewajiban hingga selesai dengan kesungguhan us aha atau ikhtiar dan penuh tanggung jawab.
b.    Senantiasa mengingat Allah SWT. dan tetap melaksanakan salat dengan khusyuk.
c.    Tidak iri hati atas kekurangan atau kelebihan orang lain dan tidak riya untuk dikagumi hasil usahanya.
d.    Senantiasa bersyukur atau berterima kasih kepada Allah SWT. atas segala nikmat pemberian-Nya. Hal itu adalah upaya untuk mencapai tingkat tertinggi dalam perbaikan akhlak.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top