Ciri, Macam, dan Fungsi Nilai

Ciri, Macam, dan Fungsi Nilai

a.    Clri-ciri nilai


Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah sebagai berikut.

1)    Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu.
2)    Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.
3)    Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya. Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan (sumber Masyhuri Arifin: http://exalute.wordpress.com/2008/07/24/Pancasila-sebagai-sumber-nilai)

b.    Macam-macam nilai

Menurut Prof.Dr. Notonegoro, nilai dibedakan menjadi 3 bagian.
1)    Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
2)    Nilai vita), yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan atau aktivitas.
3)    Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu

a)    nilai kebenaran/kenyataan yang bersumber pada unsur akal manusia,
b)    nilai keindahan yang bersumber pada rasa manusia,
c)    nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak dan kemauan,
d)    nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan/kerohanian yang tertinggi dan mutlak, nilai religius ini bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.

Menurut Aristoteles, manusia sebagai makhluk sosial yang hidup dalam komunitas politiknya memiliki nilai-nilai yang patut dikembangkan dan dipertahankan, seperti nilai kesatuan, nilai solidaritas, nilai kebersamaan, dan nilai berorganisasi. Nilai-nilai tersebut mengarah pada kehidupan bersama yang baik, sehingga dalam pandangan Aristoteles negara yang baik adalah mengarahkan tujuan dan pelaksanaannya untuk kebaikan bersama.

c.    Fungsi nilai

Fungsi nilai dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.

1)    Nilai berfungsi mengatur cara-cara berplkir dan bertingkah laku manusia secara ideal. Hal ini terjadi karena anggota masyarakat selalu dapat melihat cara bertindak dan bertingkah laku yang terbaik, dan dapat memengaruhi dirinya sendiri. Nilai digunakan sebagai bahan pertimbangan.
2)    Nilai mengembangkan seperangkat alat yang siap dipakai untuk menetapkan harga sosial dari pribadi grup. Nilai menjadi ukuran terhadap kedudukan orang lain.
3)    Nilai dapat berfungsi sebagai pengawas dengan daya tahan dan daya mengikat tertentu. Mereka mendorong, menuntun, dan kadang-kadang menekan manusia untuk beibuat yang tidak baik.
4)    Nilai dapat berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota masyarakat.
5)    Nilai merupakan penentu arah bagi manusia dalam memenuhi kepentingan semangat pada manusia untuk mewujudkan tercapainya cita-cita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top