Pengertian dan Unsur-Unsur Marketing Mix Lengkap

Pengertian dan Unsur-Unsur Marketing Mix Lengkap

Pengertian dan Unsur-Unsur Marketing Mix - Marketing mix merupakan salah satu strategi di bidang pemasaran yang difokuskan pada menciptakan rasa kepuasan para konsumen terhadap produk; promosi, dan distribusi produk. Keputusan perusahaan di dalam rpembuat sebuah produk menyangkut penentuan bentuk, ukuran, warna, mpdel, merek, pembungkus, kualitas, manfaat, dan garansi, servis. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dixialam menetapkan harga, yaitu meliputi penetapan harga pokok, pembiayaan, keuntungan, saingan, harga jual, jumlah potongan, dan cara pembayaran.
Pengertian dan Unsur-Unsur Marketing Mix Lengkap

Di dalam penetapan promosi, perusahaan harus memikirkan periklanan, personal selling, promosi penjualan produk, dan publisitas. Variabel-variabel dari marketing mix tersebut dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil suatu strategi pemasaran dalam usaha untuk mendapatkan posisi yang kuat di pasar. Setiap variabel marketing mix tersebut dapat dibuat dalam beberapa tingkatan sebagai berikut.

1. Kualitas produk dan harga yang tinggi.
2. Kualitas produk dan harga yang sedang.
3. Kualitas produk dan harga yang rendah.

Marketing mix merupakan salah satu konsep utama dalam pemasaran modern. Unsur-unsur pokok dalam marketing mix yang dapat di gabungkan oleh perusahaan, terdiri atas empat variabel yang dikenal dengari 4P, berikut ini penjelasan tentang marketing mix 4P :

1. Produk (Jasa)

Produk merupakan titik sentral atau elemen paling penting dalam kegiatan marketirig. Hal tersebut dikarenakan, hanya dengan produknyalah perusahaan dapat berusaha untuk memenuhi “kebutuhan dan keinginan” dari konsiumen. Walaupun begitu, produk tetap tidak berdiri sendiri. Produk tetap memiliki hubungan yang erat dengan target market yang dipilih. Adapun sifat dari produk/jasa tersebut sebagai berikut.

a. Tidak Berwujud
Produk yang berupa jasa memiliki sifat tidak berwujud karena tidak bisa dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum ada transaksi pembelian.

b. Berubah-Ubah
Bidang jasa sesunjggühnya sangat mudah' berubah-ubah, sebab jasa ini sangat tergantung kepada siapa yang menyajikan, kapan disajikan, dan di mana disajikan. Misalnya, jasa yang diberikan oleh sebuah restoran mewah akan berbeda dengan jasa yang diberikan oleh rumah makan di pinggir jalan.

c. Daya Tahan
Jasa tidak dapat disimpan: Misalnya, seorang pelanggan yang telah memesan sebuah kamar di hotel tetap akan dikenakan biaya sewa, walaupun pelanggan tersebut tidak menempati kamar yang ia sewa.

d. Tidak dapat Dipisahkan
Suatu produk atau jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, baik sumber tersebut berupa orang atau benda. Misalnya, jasa yang diberikan oleh sebuah hotel tidak akan bisa terlepas dari bangunan hotel tersebut.

2. Price (Harga)

Harga adalah sejumlah uang atau alat tukar lain yang senilai, yang harus dibayarkan untuk suatu produk atau jasa, pada waktu tertentu dan di pasar tertentu. Kebijaksanaan harga dapat dilakukan atau ditentukan oleh setiap level lembaga, yaitu kebijaksanaan harga oleh produsen, grosir, dan retailer.

Menentukan harga secara tepat tergantung pada berbagai faktor, misalnya faktor harga pokok barang, kualitas barang, daya beli masyarakat, keadaan persaingan, dan konsumen yang dituju.

a. Produsen Dapat Menetapkan Harga dalam Dua Bentuk 
Produsen dapat menentukan harga dari produk yang dihasilkan dengan cara berikut.

1) Harga Setinggi Mungkin.
Harga dapat dinaikkan karena belum ada saingan di pasaran. Biasanya, produk ini dipasarkan untuk orang kaya. Produsen juga mengharapkan laba yang besar untuk menutup biaya dalam menciptakan produk tersebut.

2) Harga Serendah Mungkin
Produsen juga dapat menetapkan harga serendah mungkin agar produk yang dihasilkan dapat menerobos masuk ke pasaran dan menarik perhatian pembeli, sehingga pembeli beralih dari produk lain ke produk yang ditawarkan produsen.

b. Kebijaksanaan Harga Grosir
Grosir adalah pedagang yang menjual barang dalam jumlah besar. Pedagang grosir dapat membuat kebijakan harga dengan memberikan diskon. Diskon yang diberikan oleh grosir kepada retailer dapat berbentuk potongan pembayaran tunai, pembelian produk dalam jumlah yang banyak, atau melihat jauh dekatnya jarak lokasi pedagang eceran dengan pusat grosir tersebut. Ini berarti, pedagang grosir juga mempertimbangkan biaya transportasi dalam pengangkutan barang.

c. Kebijaksanaan Harga Retailer
Ada beberapa macam kebijaksanaan harga yang dilakukan oleh retailer sebagai berikut.

1) Price Lining
Penetapan harga ini banyak dilakukan oleh toko yang menjual produk berupa pakaian, yaitu baju, kaus, sepatu, dan sandal. Contohnya, kaus dari berbagai merek dan ukuran ditumpuk dalam suatu kotak dan diberi harga sama. Para pembeli tinggal memilih barang yang dia sukai, namun harganya sama.

2) Margin Princing
Penetapan harga pada kebijaksanaan ini didasarkan pada asas kira-kira. Apabila pedagang sudah merasa mendapatkan untung maka produknya akan langsung dijual. Kebijaksanaan harga ini banyak digunakan oleh pedagang kaki lima. Mereka menawarkan harga tertentu, kemudian ditawar oleh pembeli. Jika sudah ada untungnya maka barang tersebut langsung dijual.

3) Judgement Pricing
Dasar penetapan harga pada kebijaksanaan ini berdasarkan perkiraan. Biasanya dalam satu kodi atau satu lusin barang yang dibeli terdapat satu atau dua potong yang lebih bagus dibandingkan yang lainnya. Maka, barang tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya dan ditempatkan di pojok toko atau etalase dekat barang-barang yang mahal. Barang yang harganya mahal ini justru kadang-kadang lebih cepat laku dibandingkan dengan harga barang yang lebih murah.

4) Competitors Price
Untuk memperoleh reputasi sebagai toko yang murah, adakalanya toko memasang harga murah untuk barang-barang yang dikenal oleh umum. Bahkan, adakalanya orang menjual rugi barang-barang yang dikenal umum ini sebagai cara menarik pelanggan.

5) Odd Prices
Oddprices adalah penetapan harga ganjil. Kebijaksanaan ini biasa diterapkan oleh supermarket ataupun minimarket. Contohnya, harga Rp89.999,00 dan harga Rp49.955,00.

6) Costumary Prices
Pada kebijaksanaan ini, dalam jangka panjang harga suatu barang tetap stabil dan tidak mengalami perubahan. Walaupun harga bahan-bahan kebutuhan pokok meningkat dan mengakibatkan harga bahan baku produk pun meningkat, produsen tetap tidak menaikkan harga jual. Namun, produsen menurunkan kuantitas dan atau kaulitas produknya. Contohnya, detergen yang semula harganya Rp13.000,00 dengan berat 1 kg, menjadi harga Rp13.000,00 dengan berat 800 gr.

7) Combination Offers
Kebijaksanaan ini dilaksanakan dengan menjual dua produk yang saling terkait dalam satu kemasan paket. Misalnya, sikat gigi dengan pasta gigi, dan detergen dengan pembersih lantai. Dengdn cara itu, konsumen yang membutuhkan kedua barang tersebut merasa telah membeli produk dengan harga yang murah karena membayar satu paket kemasan yang berisi dua produk.

3. Place (Saluran Distribusi)

Saluran distribusi adajah lembaga-lembaga yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen. Semakin panjang jalur distribusi yang dilalui oleh suatu barang hingga sampai ke konsumen maka akan menyebabkan semakin tinggi pula harga barang yang dibeli konsumen tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa pengusaha atau produsen yang menyiasati hal tersebut dengan memangkas jalur distribusi, sehingga barang yang sampai ke konsumen pun tidak terlalu tinggi harganya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memangkas jalur distribusi.

a. Distribusi barang dari pintu ke pintu.
b. Distribusi dengan surat-menyurat.
c. Distribusi oleh toko milik perusahaan sendiri.
d. Perusahaan mendirikan cabang-cabang di daerah konsumen.
e. Beberapa perusahaan mengadakan organisasi penjualan bersama.

Bagi pengusaha kecil, kebijaksanaan ini sangat cocok untuk mengembangkan usaha. Oleh karena itu, produsen harus mempersiapkan terlebih dahulu perencanaan tentang distribusi barang yang akan dilakukan Sebelum merencanakan pemasaran produknya. Dalam hal ini, yang paling penting, yaitu perantara dan pemilihan saluran distribusinya. Perantara sangat penting karena dalam segala hal merekalah yang berhubungan langsung dengan konsumen.

Berikut berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh pihak pemasaran agar barang hasil produksi sampai di tangan konsumen dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya.

a. Distribusi Selektif
Distribusi selektif merupakan kegiatan penyaluran barang yang dilakukan secafa selektif. Distribusi selektif biasanya diterapkan pada bararig-barang yang harganya relatif piahal.

b. Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif merupakan suatu penjualan atau penyaluran barang yang dilakukan melalui satu golongan saluran, atau pengecer yang terbatas. Contohnya, penjualan komputer, foto, dan kacamata (hanya diberikan pada lembaga penyalur yang menjadi sales representatif).

c. Distribusi Intensif
Distribusi intensif adalah distribusi yang diusahakan sebanyak mungkin agar produsen dapat menjual produk sebanyak-banyaknya. Dalam distribusi ini, para agen tidak dibatasi jumlah penjualannya.

Tidak semua produsen barang dapat menyalurkan barang hasil produksinya langsung kepada konsumennya. Oleh karena itu, biasanya para produsen mempunyai relasi bisnis untuk menyalurkan barang produksinya. Relasi bisnis ini sering kali disebut dengan jalur distribusi. Beberapa alasan seorang produsen menggunakan jaringan saluran distribusi sebagai berikut.

a. Penghematan waktu dan biaya.
b. Adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.
c. Produsen dapat berkonsentrasi dalam bidang produksi.
d. Jarak yang terlalu jauh antara produsen dan konsumen.

Saluran distribusi konvensional meliputi berikut.
a. Distribusi Secara Langsung
Pada distribusi ini, barang yang dihasilkan oleh perusahaan disampaikan secara langsung ke tangan konsumen. Distribusi semacam ini dikenal sebagai saluran nol tingkat.

b. Distribusi Secara Semilangsung
Pada distribusi ini, barang yang dihasilkan oleh produsen disalurkan terlebih dahulu ke pengecer, baru sampai ke tangan konsumen. Distribusi ini dikenal sebagai saluran satu tingkat.

c. Distribusi Secara Tidak Langsung
Barang-barang yang dihasilkan perusahaan disampaikan secara tidak langsung ke tangan konsumen melalui lembaga penyalur. Distribusi secara tidak langsung ini ada dua macam, yaitu distribusi dengan saluran dua tingkat dan distribusi dengan saluran tiga tingkat.

1) Saluran dua tingkat, yaitu distribusi barang dari produsen, kemudian ditangani oleh grosir, selanjutnya ke tingkat pengecer, barulah sampai ke tangan konsumen.
Produsen -» Grosir -» Pengecer -» Konsumen

2) Saluran tiga tingkat, yaitu barang dari produsen, kemudian ditangani oleh grosir, selanjutnya dibawa oleh pemborong besar, kemudian beralih ke tangan pengecer, barulah tiba di tangan konsumen.
Produsen -» Grosir -» Pemborong besar -» Pengecer -» Konsumen

Namun, pada saat ini telah terjadi perkembangan dan perubahan dalam sistem pemasaran vertikal. Produsen, grosir, maupun pengecer tidak lagi harus di tempat yang berbeda atau di tempatnya masing-masing. Saat ini, sering kali antara produsen, grosir, dan pengecer telah disatukan. Hal ini bertujuan untuk melipatgandakan keuntungan yang akan diperoleh. Contohnya, beberapa minimarket, seperti alfamart dan indomart yang memiliki cabang hampir di semua wilayah di Indonesia. Berikut ilustrasi sistem pemasaran tersebut.
ilustrasi sistem pemasaran vertikal
Dalam distribusi secara tidak langsung, setiap saluran distribusi memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab tersebut.

1) Sebagai tempat dilakukannya proses pemesanan, pengiriman, dan transaksi pembelian.
2) Sebagai tempat pergudangan barang dari produsen.
3) Sebagai tempat persediaan barang dan pengelolaan persediaan.
4) Melakukan pengambilan barang dan menyalurkannya kepada konsumen.
5) Menyediakan variasi produk-produk perusahaan.

4. Promosi atau Promotion

Promosi dagang adalah kegiatan komunikasi untuk meningkatkan volume penjualan dengan pameran, periklanan, demonstrasi, dan usaha lain yang bersifat persuasif. Dapat disimpulkan bahwa promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mengenalkan, mengomunikasikan, dan memopulerkan hasil produksinya kepada pasar. Promosi dan produk tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, harus ada kesinambungan antara produk, selera konsumen, dan teknik promosi yang tepat sehingga dapat membantu kesuksesan usaha marketing.

Dalam kegiatan promosi ini melibatkan beberapa kegiatan yang dikombinasikan, di antaranya dengan advertising, personal selling, promosi penjualan, dan publicity. Semua kegiatan tersebut dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan angka penjualan. Berikut penjelasan dari kegiatan-kegiatan tersebut.

a. Advertising (Mengiklan)
Advertising adalah bentuk presentasi atau penyajian dan promosi mengenai ide, barang-barang, atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu. Contohnya, iklan di media cetak atau elektronik, papan reklame, spanduk, dan poster.

b. Personal Selling
Personal selling adalah presentasi melalui percakapan antara satu atau dua orang penjual dengan tujuan melakukan kegiatan penjualan. Personal selling ini dapat terjadi di berbagai tempat, seperti di rumah, toko, maupun perusahaan-perusahaan yang dikunjungi oleh agen-agen penjual produk tersebut.

c. Sales Promotion
Sales promotion atau promosi penjualan, yaitu kegiatan memberi dorongan kepada pembeli agar mau membeli suatu produk dengan imbalan akan mendapat hadiah atau bonus tertentu. Biasanya sales promotion dilakukan pada periode tertentu. Hadiah-hadiah yang diberikan dapat dilakukan melalui undian, potongan harga, atau jual obral. Tujuan diadakan sales promotion sebagai berikut.

1) Meningkatkan jumlah penjualan jangka pendek.
2) Menghindarkan konsumen lari ke merek lain.
3) Menarik para pembeli baru.
4) Memberi penghargaan kepada pemakai lama.
5) Meningkatkan daya beli.

d. Public Relation atau Publicity
Kegiatan publicity bertujuan untuk memberikan citra yang baik bagi masyarakat terhadap perusahaan. Dengan kegiatan ini, perusahaan berusaha menunjukkan citra yang baik dan menangkis berita-berita negatif tentang perusahaan. Publicity dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengundang para wartawan berkunjung ke perusahaan, memberikan wawancara, kemudian memuat berita-berita perusahaan di surat kabar tanpa pembayaran.
Read More
Pengertian Kepuasan Pelanggan, Pelayanan dan Analisis

Pengertian Kepuasan Pelanggan, Pelayanan dan Analisis

Pengertian Kepuasan Pelanggan, Analisis dan Pelayanan - Kepuasan pelanggan adalah suatu keadaan ketika keinginan, harapan, dan kebutuhan pelanggan dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Berikut ini akan kita pelajari perihal yang berkaitan dengan aspek kepuasan pelanggan.
Pengertian Kepuasan Pelanggan, Pelayanan dan Analisis

1. Pelayanan Prima

Pelayanan prima adalah kegiatan pelayanan yang dilakukan sebaik-baiknya kepada pelanggan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan tersebut. Ada istilah pembeli adalah raja. Oleh karena itu, pembeli harus mendapatkan pelayanan yang baik, karena setiap pembeli juga pasti selalu menginginkan pelayanan yang baik dan memuaskan. Pelayanan yang baik inilah yang disebut dengan pelayanan prima (excellent service). Dengan pelayanan prima inilah perusahaan dapat menarik pelanggan baru dan tetap mempertahankan pelanggan yang lama.

Untuk menunjang pelaksanaan pemasaran, dalam pelayanan prima telah dikembangkan konsep TQM (Total Quality Management), yaitu sistem manajeman yang melibatkan semua manajer dan pegawai untuk turut serta memperbaiki kualitas dan kuantitas proses organisasi agar kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan dapat terpenuhi. Prinsip-prinsip dalam pelayanan prima dikembangkan berdasarkan prinsip A3, yaitu attitude, attention, dan action. Berikut penjelasan ketiga prinsip tersebut.

a. Attitude (Sikap)

Pembeli atau pelanggan akan merasa puas apabila mendapatkan pelayanan dengan sikap yang baik. Berikut bentuk sikap dan perilaku yang baik tersebut.

1) Berpikir positif dengan tidak memanfaatkan kelengahan pembeli dan tidak apriori.
2) Penampilan serasi, seperti cara berhias^ cara berbusana, dan ekspresi wajah.
3) Sikap menghargai dengan cara tutur bahasa yang baik, sopan, dan memuaskan.
4) Mendengarkan saran dan kritik serta berusaha memenuhi keinginan pembeli.

b. Attention (Perhatian)

Attention merupakan pemberian perhatian kepada pembeli dengan mengadakan komunikasi yang diarahkan pada pembelian produk/jasa. Berikut ini beberapa bentuk pemberian attention.

1) Mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan. .
2) Mengamati perilaku pelanggan, memperhatikan bahasa tubuh, dan gerak tubuh.
3) Mencurahkan perhatian penuh kepada pelanggan. Misalnya, dengan menghargai setiap pendapat dan saran pembeli, berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan, dan mendengarkan serta mencatat kebutuhan pelanggan.

c. Action (Tindakan)

Tindakan merupakan suatu layanan nyata dengan melakukan tindakan tertentu kepada pembeli atau pelanggan. Berikut ini beberapa bentuk tindakan yang dapat dilakukan.

1) Mencatat pesanan pelanggan.
2) Mencatat kebutghan pelanggan.
3) Menegaskan kembali kebutuhan pelanggan.
4) Mewujudkan kebutuhan pelanggan.
5) Berterima kasih kepada pelanggan.

Semua tindakan tersebut dilakukan dengan tujuan agar pelanggan merasa puas dan kembali ke perusahaan atau toko tersebut atau menjadi pelanggan tetap. Selain beberapa tindakan di atas, terdapat beberapa pelayanan yang disediakan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan pada saat berbelanja. Berikut ini beberapa bentuk pelayanan tersebut,

a. Atraksi
Atraksi dilakukan dengan tujuan menarik pembeli supaya masuk ke dalam toko untuk berbelanja. Atraksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, contohnya menggunakan pengeras suara atau hal lain yang dapat menarik perhatian dan minat pembeli.

b. Comfort Service
Comfort Service adalah memberikan kenyamanan atau perasaan nikmat selama berbelanja. Misalnya dengan tersedianya berbagai sarana prasarana yang dibutuhkan oleh pembeli, seperti toilet, telepon umum, tempat beribadah, dan tempat untuk istirahat.

c. Buying Service
Buying Service biasanya dengan adanya pramiuniaga yang luwes dan terdidik. Tugasnya untuk melayani konsumen, seperti memberikan kredit, dan membungkus kado gratis.

d. Goodwill on Countesy Service
Goodwill on countesy Service bertujuan agar pembeli atau pelanggan menjadi pelanggan tetap. Pelayanan ini dapat dilakukan dalam bentuk memberikan garansi, dan dapat menukarkan barang jika tidak sesuai dengan pesanan.

e. Shopping Service
Shopping Service merupakan pelayanan yang mestinya akan langsung dirasakan atau diterima oleh pembeli atau pelanggan pada saat masuk ke toko atau supermarket. Contohnya, pelanggan yang masuk akan langsung disambut oleh pelayan toko yang ramah dan menanyakan kebutuhan pelanggan.

2. Menganalisis Kepuasan Pelanggan

Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap pelayanan yang disediakan maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan.tidak efisien. Berikut ini beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengukur kepuasan pelanggan.

a. Sistem Keluhan dan Saran

Sistem keluhan dan saran dapat dilakukan dengan cara menyediakan formulir bagi pelanggan untuk menuliskan berbagai tanggapan pelanggan, baik berupa kritik maupun saran. Selain itu, juga dapat berupa kotak saran dan telepon pengaduan dari pelanggan. Sistem ini banyak memberikan informasi dan berbagai gagasan baru bagi toko atau perusahaan yang terkait, karena mereka dapat lebih cepat mengetahui. dan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

b. Survei Kepuasan Pelanggan

Industri yang responsif senantiasa mengukur kepuasan pelanggan dengan cara mengadakan survei berkala. Survei berkala dilakukan dengan mengirimkan daftar pertanyaan yang berupa kuesioner atau menelepon secara acak beberapa pelanggan untuk mengetahui perasaan dan tanggapan mereka terhadap berbagai kinerja industri. Selain itu, dalam survei juga menanyakan tentang kinerja industri saingan mereka.

c. Ghost Shopping (Pelanggan Bayangan)

Pelanggan bayangan, artinya menyuruh orang berpura-pura menjadi pelanggan dan melaporkan titik-titik kuat ataupun titik-titik lemah yang dialami waktu membeli produk dari industri saingannya. Selain Itu, pelanggan bayangan juga melaporkan kemampuan wiraniaga yang menangani produk dari industri. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan berbagai informasi secara tersembunyi agar tidak ada data yang dimanipulasi.

d. Analisis Pelanggan yang Beralih

Analisis ini dilakukan apabila ada beberapa pelanggan yang beralih ke industri lainnya. Caranya, dengan menghubungi pelanggan yang tidak membeli lagi atau berganti pemasok untuk mengetahui berbagai penyebabnya. Pertanyaan yang biasanya diajukan, antara lain apakah harga yang ditawarkan terlalu tinggi, apakah pelayanannya kurang baik, apakah produknya kurang dapat diandalkan dan sebagainya, sampai industri mengetahui penyebab beralihnya pelanggan tersebut.
Read More
 Pengertian Pidana, Tujuan, Jenis-Jenis serta Sumbernya

Pengertian Pidana, Tujuan, Jenis-Jenis serta Sumbernya

Pengertian Pidana, Tujuan, Jenis-Jenis serta Sumbernya - Pidana adalah istilah yang tentu tidak asing bagi telinga kita. Kita pasti seringkali mendengar atau melihat kata pidana entah itu ketika kita menonton televisi ataupun membaca berita di koran. Tapi apakah sebenarnya pengertian pidana itu sendiri?
 Pengertian Pidana, Tujuan, Jenis-Jenis serta Sumbernya

Nah dalam ulasan kali ini kita akan bersama membahas tentang apa itu pengertian pidana, tujuan pidana, macam-macam pidana, dan seluk beluknya. Langsung saja, silahkan disimak.

Pengertian Pidana Menurut Ahli

Dari segi bahasa, pidana berasal dari bahasa belanda (straf) yang berarti hukuman. Secara umum pengertian pidana adalah sebuah penderitaan atau hukuman yang dijatuhkan pada seseorang yang telah terbukti bersalah melakukan suatu perbuatan tindak pidana.

Dalam dunia hukum pidana, pidana merupakan suatu hal penting dan mutlak diperlukan. Tujuan dari pidana sendiri merupakan sebagai pencegahaan umum sekaligus khusus bagi seluruh anggota masyarakat untuk tidak melanggar hukum pidana.
Banyak pendapat mengenai pengertian pidana yang diberikan para ahli, selengkapnya silahkan simak ulasan berikut.

a. Pengertian pidana menurut Sudarto
Pidana merupakan penderitaan / nestapa yang sengaja diberikan kepada seseorang yang terbukti melakukan suatu perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu (perbuatan tindak pidana)

b. Pengertian pidana menurut Ted Honderich
Pidana adalah suatu penderitaan (nestapa) dari pihak yang berwenang sebagai bentuk hukuman yang diberikan kepada seseorang pelaku yang melakukan sebuah pelanggaran.

c. Pengertian pidana menurut Van Hamel
Pidana adalah suatu penderitaan (nestapa) yang mempunyai sifat khusus, yang telah diberikan oleh pihak yang berwenang untuk menjatuhkan / memberi pidana atas nama negara sebagai penanggung jawab dari ketertiban hukum umum bagi seorang pelanggar, yakni semata-mata karena orang tersebut telah melanggar suatu peraturan hukum yang harus ditegakkan oleh negara.

d. Pengertian pidana menurut Roeslan Saleh
Pidana adalah reaksi yang diberikan atas delik dan yang berwujud suatu nestapa (penderitaan) yang dengan sengaja diberikan negara untuk pembuat delik itu.

Secara umum, pidana (perbuatan kriminal) adalah segala perbuatan yang melanggar hukum. Seseorang yang melanggar hukum disebut seorang kriminal. tetapi selama perbuatan seseorang belum ditetapkan oleh hakim, maka orang ini disebut sebagai terdakwa.

Hal ini dilakukan karena merupakan asas dasar dari sebuah negara hukum, seseorang tetap dinyatakan tidak bersalah sebelum kesalahannya bisa dibuktikan. Pelaku tindak kriminal yang telah dinyatakan bersalah oleh hakim atau pengadilan disebut terpidana atau narapidana dan harus menjalani hukuman.

Tujuan Pidana

Berikut ini merupakan tujuan dari pidana:

a. Sebagai tindak pembalasan, terhadap
1. Subjek, kesahalan yang dilakukan seseorang (pelaku)
2. Objek, perbuatan yang dilakukan seseorang (pelaku)

b. Sebagai tindakan pencegahan (preventif)
1. Pencegahaan umum, pencegahaan agar masyarakat tidak melakukan sebuah kejahatan karena takut akan mendapatkan hukuman penjara.
2. Pencegahaan khusus, pencegahaan yang dilakukan agar orang-orang yang sebelumnya pernah melakukan kejahatan jera dan tidak melakukannya lagi.

c. Sebagai tindakan represif (mendidik) dan perbaikan (verbetering)
Bertujuan untuk mendidik seseorang yang pernah mendapatkan hukuman itu dapat dimaafkan dan diterima kembali di masyarakat.

d. Tidak berdaya (onschadelijk)
Bertujuan untuk menyingkirkan penjahat yang sudah tidak bisa lagi diperbaiki.

e. Memperbaiki  kerugian masyarakat.
Bertujuan untuk memperbaiki kerugian-kerugian yang diterima masyarakat akibat kejahatan-kejahatan yang terjadi sebelumnya.

f. Gabungan
Pidana bertujuan sebagai pembalasan dan juga sekaligus mempertajankan ketertiban.

Jenis-Jenis Pidana

Tidak semua hukuman yang diberikan kepada para penjahat mempunyai bobot yang sama. Hal ini dilakukan karena tindak kejahatan yang dilakukan beragam dan dianggap memiliki bobot yang berbeda.

Hal ini diatur dalam pasal 10 KUHP yang menentukan macam-macam hukuman yang dapat dijatuhkan, antara lain yaitu:

1. Hukuman mati
Banyak pro-kontra mengenai hukuman mati ini. Di beberapa negara hukuman mati sudah dihapuskan karena dianggap melanggar HAM. Di Indonesia sendiri walaupun banyak pro-kontra hukuman mati ini masih diberlakukan.

2. Hukuman penjara
Hukuman penjara sendiri dibagi menjadi dua, hukuman penjara sementara yang beraku 1 – 20 tahun, dan hukuman penjara seumur hidup. Dalam masa penahan para narapidana diwajibkan mengerjakan pekerjaan yang ada di dalam maupun luar penjara.

3. Hukuman kurungan
Hukuman kurungan berbeda dengan hukuman penjara. Seseorang yang terkena hukuman kurungan biasanya diberikan pilihan untuk dihukum kurungan atau denda. Selain itu terpidana juga tidak bisa dikurung ditahan didaerah luar tempat tinggalnya sementara hukuman penjara bisa ditahan dimana saja.

4. Hukuman denda
Terdakwa dapat memilih antara hukuman denda dan hukuman kurungan. Hukuman kurungan pengganti denda yang bisa diberikan maksimal adalah 6 bulan.

5. Hukuman tutupan
Pidana ini diberikan dengan berdasar kepada alasan-alasan / maksud-maksud politik terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan dan diancam dengan hukuman penjara menurut KUHP.

Hukum Pidana

Berbicara tentang pidana tidak akan pernah terlepas dari hukum pidana. Pidana dan hukum pidana memang sangat terkait. Hukum pidana sendiri merupakan keseluruhan peraturan-peraturan yang mengikatkan kepada suatu perbuatan yang mencakup syarat-syarat tertentu yang berakibat pidana.
Pada dasarnya hukum pidana berfokus kepada 2 hal, yaitu:

1. Perbuatan yang memenuhi atau mencakup syarat-syarat tertentu
2. Pidana

Sumber Hukum Pidana

1. Sumber Tertulis

Di Indonesia pada saat ini masih menggunakan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) turunan dari Belanda. Indonesia sampai saat ini masih belum mempunyai Kitab Undang-undang Hukum Pidana Nasional sendiri.

Alasan tetap dipakainya Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Belanda) adalah untuk mencegah adanya kevakuman hukum. Selain itu kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia juga masih belum bisa untuk membuat Kitab Undang-undang Hukum Pidana sendiri.

Kitab Undang-undang Hukum Pidana dibagi kedalam tiga buku, yaitu:
1. Buku 1 (satu) Tentang Ketemuan Umum (Pasal 1-103)
2. Buku 2 (dua) Tentang Kejahatan (104-488)
3. Buku 3 (tiga) Tentang Pelanggaran (489-569)

Secara umum, sumber hukum pidana tertulis ada empat, yaitu:
1. Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)
2. Undang-undang yang berlaku untuk merubah, menambah atau mengurangi isi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)
3. Undang-undang Hukum Pidana Khusus
4. Aturan-aturan diluar ketentuan Undang-undang Hukum Pidana

2. Sumber Tidak Tertulis

Hukum tidak tertulis adalah hukum yang ada dan tumbuh berkembang di masyarakat secara turun temurun dan dijunjung tinggi oleh masyarakat yang bersangkutan.

Contoh dari sumber hukum tidak tertuis ini adalah hukum adat yang ditaati dan dijunjung tinggi oleh suatu suku. Hukum adat ini diturunkan langsung oleh tetua suku hingga turun temurun menjadi peraturan sendiri bagi sukunya.

Kelemahan hukum tidak tertulis dibandingan dengan hukum tertulis adalah tidak ada kepastian yang diberikan. Selain itu, hukum tidak tertulis dianggap kurang konsisten karena tidak tertulis secara pasti dan dapat seketika berubah menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.

Nah, demikian diatas ulasan mengenai pengertian pidana serta seluk beluknya secara lengkap. Dengan adanya ulasan diatas kami harapkan pengetahuan Anda tentang pengertian pidana dan seluk-beluknya bisa bertambah. Dan semoga bisa menjadi sumber referensi yang berguna.
Read More
Pengertian Norma, Jenis, Contoh, Sanksi dan Fungsinya

Pengertian Norma, Jenis, Contoh, Sanksi dan Fungsinya

Pengertian Norma, Jenis, Contoh, Sanksi dan Fungsinya - Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti manusia tidak dapat hidup sendiri. Mereka membutuhkan orang lain untuk melangsungkan kehidupannya di masyarakat. Segala bentuk kehidupan sosial manusia untuk hidup bersama di masyarakat tentunya ada sebuah aturan yang mengikat. Aturan ini harus ditaati dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat, tanpa terkecuali. Jika tidak maka proses kehidupan atau keharmonisan bermasyarakat dapat terganggu dan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Pengertian Norma, Jenis, Contoh, Sanksi dan Fungsinya
Aturan dalam masyarakat in isudah ada sejak zaman nenek moyang. Manusia membentuk sebuah aturan untuk mengatur hidup mereka dalam rangka mencipatkan kerukunan, keteraturan serta kedisiplinan dalam bermasyarakat. Aturan inilah yang disebut dengan norma. Lalu seperti apakah penjelasan detail mengenai norma dan apa fungsinya?

1. Pengertian Norma

Norma berasal dari bahasa Yunani “norm” yang mempunyai arti pedoman, patokan, atau kaidah. Selain itu ada pula yang menyebutkan bahwa norma berasal dari bahasa Latin “Mos”  yang berati tata kelakuan, kebiasaan atau adat istiadat.

Selain definisi di atas ada juga ada beberapa pendapat mengenai definisi atau pengertian norma yang disampaikan oleh para ahli. Definisi tersebut adalah sebagai berikut:

  • John J. Macionis berpendapat bahwa norma adalah aturan-aturan serta harapan-harapan masyarakat untuk memandu perilaku para anggota-anggotanya.
  • Robert Mz. Lawang berpendapat bahwa norma adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan baik dan pantas sehingga sejumlah anggapan yang baik dan dan perlu dihargai sebagaimana mestinya.
  • Hans Kelsen berpendapat bahwa norma ialah perintah yang sama sekali tidak personal.
  • Soerjono Soekano berpendapat bahwa norma adalah suatu perangkat atau alat untuk menciptakan hubungan baik antar anggota masyarakat.
  • Isworo Hadi Wiyono menurutnya norma adalah peraturan atau petunjuk hidup yang memberi ancar-ancar perbuatan mana yang boleh dijalankan dan perbuatan mana yang harus di hindari.
  • Antonny Gidden mempunyai pendapat bahwa norma adalah prinsip atau aturan konkret yang seharusnya diperhatikan oleh masyarakat.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan pengertian norma ialah kaidah atau aturan yang menjadi sebuah petunjuk dalam masyarakat untuk mengatur segala perilaku dan hal lain agar terjalin hubungan yang harmonis, baik dan saling bertoleransi.

2. Macam Norma, Contoh dan Sanksinya

Norma pada umumnya hanya berlaku pada masyarakat tertentu yang tinggal di suatu daerah tertentu dan dalam waktu tertentu. Jadi norma antara daerah satu dengan daerah lain atau negara satu dengan negara lain akan berbeda pula norma yang berlaku.

Namun ada beberapa norma yang berlaku secara universal atau keseluruhan dan harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat diseluruh belahan negeri. Contoh norma yang bersifat universal misalnya norma larangan. Larangan untuk membunuh, larangan untuk mencuri, larangan untuk bertindak kriminal dan sebagainya. Norma larangan tersebut wajib ditaati dan dijalankan oleh semua orang tanpa pandang bulu. Di masyarakat terdapat beragam jenis norma, jenis-jenis norma tersebut antara lain ialah:

1. Norma susila atau kesusilaan

Pengertian norma susila yaitu segala peraturan dalam kehidupan manusia yang dibuat dengan hati nurani manusia. Norma ini dapat menentukan mana tindakan baik dan mana tindakan yang tidak baik yang harus dihindari.

Contoh dari norma susila yaitu setiap manusia dilarang untuk mencuri, membunuh, harus saling menghormati, dan harus selalu bersikap jujur.

Bagi seseorang yang melanggar norma susila akan mendapatkan hukuman. Sanksi atau hukuman tersebut ialah berasal dari hati nurani atau perasaan manusia itu sendiri. Jika melakukan kesalahan pastilah seseorang yang mempunyai hati nurani akan merasa bersalah dan berdosa karena telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hati nuraninya.

2. Norma kesopanan

Norma kesopanan yaitu peraturan yang berasal dari pergaulan dalam masyarakat. Norma ini mengatur tentang dasar kepatuhan dan kesopanan dalam kehidupan masyarakat dan sering disebut dengan norma sopan santun, norma tat krama juga norma adat istiadat.

Contoh dari norma kesopanan yaitu :
- Orang yang lebih mudah harus menghormati orang yang lebih tua
- Sebelum pergi ke luar rumah harus berpamitan kepada orang tua terlebih dahulu
- Mengenakan pakaian yang pantas dan sopan
- Tidak memotong pembicaraan orang

Sanksi hukuman bagi orang yang telah melanggar norma kesopanan ini akan mendapat celaan atau gunjingan dari orang lain sehingga ia akan diacuhkan dari masyarakat,  mendapat celaan dan gunjingan sehingga akan menimbulkan rasa malu dan hina.

3. Norma agama

Norma agama merupakan ketentuan atau peraturan hidup yang berasal dari sang Maha Pencipta Tuhan Yang Maha Esa yang didalamnya berisi larangan, perintah serta ajaran. Norma ini merupakan norma dasar yang dijadikan patokan oleh norma-norma lain seperti norma susila, norma kesopanan dan norma hukum.

Contoh dari norma agama ialah larangan tidak boleh membunuh, larangan tidak boleh merampok, larangan tidak boleh iri dan dengki serta larangan untuk tidak boleh durhaka terhadap orang tua.

Sanksi hukuman bagi seseorang yang melanggar norma ini yaitu akan mendapatkan hukuman dari Tuhan kelak di akhirat dan diancam dengan tidak akan masuk surga.

4. Norma hukum

Norma hukum adalah peraturan yang dibuat oleh pejabat yang mempunyai wewenang, aturan ini bersifat memaksa dan harus ditaati oleh seluruh masyarakat dalam rangka menciptakan pergaulan hidup yang rukun serta mengatur tata tertib kehidupan bermasyarakat.

Contoh dari norma hukum yaitu aturan-aturan hukum  yang tertera dan tercantum pada undang-undang dan tidak satu wargapun dapat mengelak dari aturan ini. Misalnya undang-undang pasal 1234 BW yang menyatakan bahwa tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu dan untuk tidak berbuat sesuatu.

Bagi seseorang yang melanggar norma ini maka dapat dikenakan hukuman pidana ataupun penjara dan hukuman tersebut bersifat memaksa yang berarti memiliki kekuatan penuh untuk seseorang menaatinya. Sebagai contoh seseorang yang tidak membayar pajak maka akan dikenakan denda. Untuk pembahasan lebih detail tentang hukum pidana kami sudah menyiapkan Pengertian Pidana, Tujuan, Jenis-Jenis serta Sumbernya yang bisa anda lihat.

3. Fungsi Norma Dalam Kehidupan Masyarakat

Norma dibuat dalam rangka mengatur segala kegiatan masyarakat untuk mencapati kerukunan dan kesepakatan. Tentu norma ini mempunyai fungsi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Fungsi norma dalam kehidupan masyarakat yaitu:
  1. Norma digunakan sebagai pedoman yang mengatur kehidupan bermsyarakat
  2. Norma dapat menciptakan suasana tertib dan damai
  3. Norma akan mengikat seluruh masyarakat karena bersifat memaksa harus ditaati
  4. Norma memberikan batasan dalam berperilaku dan bertindak
  5. Norma merupakan wujud nyata dari nilai yang ada di masyarakat
  6. Norma akan memaksa setiap individu untuk menaatinya dan beradaptasi dengan aturan masyarakat yang pada akhirnya dapat menyerap nilai-nilai yang diharapkan.


Itulah penjelasan mengenai pengertian norma, jenis norma dan hukuman bagi yang melanggar serta fungsi norma dalam kehidupan bermasyarakat. Didalam kehidupan masyarakat, setiap orang harus dapat menjadi individu yang berperilaku baik dan bertoleransi antar sesama masyarakat sehingga akan tercipta lingkungan masyarakat yang damai dan tentram.
Read More
Pengertian Pemasaran, Fungsi, Strategi, Teknik Menjual

Pengertian Pemasaran, Fungsi, Strategi, Teknik Menjual

Pengertian Pemasaran, Fungsi, Strategi, Teknik Menjual - Pemasaran adalah proses, cara, atau perbuatan memasarkan (menjual ke tengah-tengah masyarakat) suatu barang dagangan. Perencanaan pemasaran terhadap suatu produk sangat penting. Perencanaan atau konsep pemasaran yang baik dan menarik dapat memikat konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Selain itu, banyaknya produk yang hampir sama atau memiliki fungsi sama yang ditawarkan di pasaran, membuat produsen harus merencanakan pemasaran sebaik mungkin agar dapat menarik konsumen lebih banyak dibandingkan dengan produsen lainnya.
Pengertian Pemasaran, Fungsi, Strategi, Teknik Menjual
Kegiatan pemasaran berkaitan dengan pihak yang memasarkan, konsumen, dan produk yang dipasarkan. Oleh karena itu, pihak yang memasarkan dituntut memiliki keahlian dan kepandaian dalam mempromosikan atau memasarkan produknya. Sebaik apa pun produk yang telah dihasilkan oleh produsen, tidak akan mendapatkan tanggapan yang baik atau diinginkan masyarakat jika strategi pemasarannya kurang tepat. Produk yang dihasilkan tidak akan laku di pasaran, bahkan produsen dapat mengalami kerugian yang besar.

Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang. Sampai saat ini pemasaran sangat memengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.

Tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang dijual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan sehingga produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia.

Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang/jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, serta mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut. Seperti itulah pengertian pemasaran secara lengkap.

2. Fungsi Pokok Pemasaran

Pemasaran merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Pemasaran merupakan usaha Untuk menciptakan suatu standar kehidupan masyarakat. Pemasaran mempunyai beberapa fungsi pokok sebagai berikut.

a. Pembelian
Pembelian bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga, pelayanan dari penjual, dan kualitas produk tertentu.

b. Penjualan
Penjualan merupakan kegiatan pokok pada pemasaran. Penjualan akan memengaruhi naik turunnya pendapatan perusahaan. Target penjualan yang baik akan menjadi keuntungan sebuah perusahaan.

c. Penyimpanan
Penyimpanan merupakan kegiatan menyimpan barang pada saat barang selesai diproduksi sampai pada saat barang-barang tersebut dikonsumsi.

d. Pengangkutan
Pengangkutan merupakan suatu kegiatan memindahkan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang Itu dikonsumsi.

e. Pembelanjaan
Pembelanjaan merupakan salah satu fungsi untuk mendapatkan modal, baik dari supplier bahan baku maupun dana kredit jangka pendek dari bank.

f. Penanggungan Risiko
Penanggungan risiko berfungsi untuk menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran barang. Misalnya, risiko kebakaran dan risiko merosotnya harga penjualan.

g. Standardisasi dan Grading
Standardisasi merupakan kegiatan menentukan batas-batas dasar dalam bentuk khusus terhadap barang-barang, baik berdasarkan jumlah, kualitas, kapasitas, maupun ukuran fisik barang. Misalnya, ukuran kapasitas (kg untuk gula).

Adapun grading merupakan kegiatan dalam mengelompokkan barang ke dalam standar kualitas yang diakui secara internasional. Kegiatan grading dapat dilakukan dengan cara memeriksa dan menyortir dengan alat ataupun pancaindra. Grading biasanya dilakukan pada barang-barang hasil pertanian, perkebunan, ataupun perikanan.

h. Pengumpulan Informasi Pasar.
Pengumpulan informasi pasar merupakan kegiatan mengumpulkan dan menafsirkan keterangan-keterangan mengenai barang yang beredar di pasar.

3. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah suatu rencana yang sudah ditentukan oleh perusahaan dalam bidang pemasaran untuk mencapai suatu tujuan. Pemasaran merupakan wujud dari keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar. Pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.

Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin mencari keuntungan. Namun, untuk mencapai keuntungan tersebut; strategi pemasaran yang diterapkan oleh setiap perusahaan berbeda-beda. Penerapan strategi pemasaran haruslah disesuaikan dengan kondisi dan situasi perusahaan maupun pasar. Selain itu, penentuan pelaksanaan strategi pemasaran sebaiknya didasarkan atas analisis faktor lingkungan dan internal perusahaan melalui analisis keunggulan dan kelemahan perusahaan serta ancaman yang dihadapinya. Faktor lingkungan yang dianalisis, yaitu meliputi keadaan pasar, konsumen, saingan teknologi, keadaan perekonomian, peraturan pemerintah, dan budaya bangsa. Adapun faktor internal yang akan dianalisis, meliputi masalah keuangan, pemasaran pembelanjaan, organisasi produksi, dan sumber daya manusia.

Penentuan strategi pemasaran dapat dilaksanakan oleh manajemen pemasaran dengan cara sebagai berikut.

a. Mencari para konsumen yang potensial.
b. Memberikan kepuasan pada para pembeli.
c. Melaksanakan marketing mix.
d. Melaksanakan segmentasi pasar.

Untuk lebih jelasnya tentang poin c anda bisa membaca Pengertian dan Unsur-Unsur Marketing Mix Lengkap yang sudah kami sediakan.

Dalam menjalankan strategi pemasaran harus memperhatikan beberapa faktor yang nantinya berpengaruh penting pada penjualan. Faktor tersebut sebagai berikut.

a. Strategi perusahaan yang diterapkan oleh para pesaing.
b. Tujuan perusahaan yang bersangkutan.
c. Posisi persaingan perusahaan.
d. Perilaku pembelian konsumen dalam pasaran yang ditargetkan.
e. Sifat dan watak lingkungan ekonomi masyarakat konsumen.
f. Daur hidup produk (product life cycle).

4. Segmentasi Pasar

Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh seorang pengusaha adalah mempelajari tipe pasar yang akan menjadi sasaran produksinya. Setiap pasar memiliki karakter dan jenis yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pengusaha atau pihak yang akan memasarkan harus mengamati dan menyusun rencana yang sesuai untuk melakukan segmentasi pasar. Segmentasi pasar merupakan kegiatan pembagian pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan pasar yang bersifat heterogen. Beberapa tujuan diadakannya kegiatan segmentasi pasar sebagai berikut.

a. Memudahkan pelaksanaan analisis pasar.
b. Mencapai posisi yang kuat dalam penjualan barang dan jasa.
c. Meningkatkan laba.
d. Pemasaran produk menjadi lebih efektif dan efisien.
e. Perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan.
f. Perusahaan dapat membedakan pasarnya.

Adapun lima hal yang mendasari segmentasi pasar sebagai berikut.

a. Faktor penghasilan.
b. Faktor demografi.
c. Faktor sosiologis.
d. Faktor psikologis.
e. Faktor geografis.

Beberapa manfaat segmentasi pasar sebagai berikut.

a. Penjual dan produsen dapat mengatur produk menjadi lebih baik sehingga menjadi daya tarik pemasarannya.
b. Penjual dan pembeli dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respons pasar yang berbeda-beda sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
c. Penjual dan produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-kesempatan pemasaran.

5. Keterampilan Teknik Menjual

Ilmu menjual adalah suatu seni untuk memengaruhi orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, setiap pihak yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran produk harus memiliki dan menguasai teknik menjual yang baik agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dalam dunia penjualan, terdapat berbagai macam teori yang berkenaan dengan teknik-teknik menjual. Teori-teori tersebut mengajarkan cara mengawali dan mengakhiri proses penjualan dengan sukses. Biasanya, kegiatan penjualan diawali dengan kegiatan atau sesuatu hal yang dapat menarik minat hingga memberi kepuasan pembeli terhadap produk yang ditawarkan. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah teknik AIDAS (Attention, Interes, Desire, Action, Satisfaction).

Berikut penjelasan tentang teknik AIDAS.

a. Attention (perhatian), penjual harus berusaha untuk membuat calon pembeli merasa tertarik dan akhirnya memperhatikan penawaran yang dilakukan oleh penjual.
b. Interes (minat), penjual harus dapat mengubah perhatian calon pembeli menjadi minat atau ketertaikan yang semakin kuat terhadap produk yang ditawarkan penjual.
c. Desire (keinginan), penjual harus dapat meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk yang ditawarkan penjual. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon pembeli jika membeli produk yang ditawarkan serta kerugian jika tidak membeli produk tersebut.
d. Action (tindakan), penjual harus meyakinkan kepada pembeli bahwa keputusannya untuk membeli produk yang ditawarkan merupakan keputusan yang tepat.
e. Satisfaction (kepuasan), penjual atau produsen harus memperhatikan bahwa kualitas produk yang ditawarkan harus sesuai dengan apa yang dijelaskan, sehingga pembeli merasa puas dan tidak mengajukan komplain.

Seorang penjual harus memiliki sifat-sifat kepribadian yang meliputi penuh perhatian, penuh inisiatif, tidak mudah putus asa, ketajaman daya ingat, selalu gembira, periang, sopan santun, bijaksana, mudah bergerak, dan lurus hati serta disiplin.

Sukses tidaknya penjualan yang dilakukan tergantung sikap seorang penjual. Adapun sikap penjual yang disenangi pembeli sebagai berikut

a. Pengetahuan atas diri sendiri, maksudnya seorang penjual sebelum mengenal para pembeli/pelanggan terlebih dahulu harus mengenal dirinya sendiri.
b. Pengetahuan tentang barang yang akan dijual, maksudnya seorang penjual yang pandai mengetahui secara mendalam mengenai barang-barang yang dijualnya terutama kualitas, kuantitas, kekuatan, model, dan cara menggunakan.
c. Pengetahuan tentang calon pembeli/pelanggan, maksudnya seorang penjual harus dapat mengenal segala hal yang menyangkut para pembeli dan pelanggan. Dengan demikian, pelanggan atau pembeli merasa diperhatikan dan dihormati.

Setiap calon penjual harus mempunyai keterampilan, teknik, serta ilmu dalam menjual. Ilmu menjual memiliki manfaat yang besar bagi penjual. Manfaat-manfaat tersebut sebagai berikut.

a. Memperlancar tugas penjual dalam melakukan kegiatan perdagangan.
b. Penjual dapat mengatasi segala macam tantangan atau hambatan yang kadang timbul di tengah kegiatan jual beli.
c. Membantu penjual dalam mengatasi persaingan yang semakin ketat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
d. Meningkatkan omset penjualan.

Ada dua objek sasaran dalam ilmu menjual sebagai berikut.

a. Penjual
Penjual adalah orang yang melakukan kegiatan menjual barang atau jasa. Proses yang dilakukan seorang penjual ketika melakukan penjualan meliputi beberapa hal berikut.

1) Kegiatan awal mencari pelanggan.
2) Mempelajari kebiasaan cara membeli barang dan jasa.
3) Melayani pertanyaan dari calon pembeli.
4) Melaksanakan demograsi dan menjelaskan manfaat dari barang dan jasa.

b. Barang atau Jasa yang Dijual
Barang atau jasa yang dijual atau ditawarkan produsen kepada konsumen disebut produk. Sebelum kegiatan jual beli berlangsung, penjual harus memahami terlebih dahulu barang dagangannya. Artinya, penjual harus dapat memberikan informasi tentang barang dagangannya secara maksimal kepada pembeli sehingga pembeli dapat mengetahui apakah barang tersebut yang dibutuhkannya atau bukan. Selain itu, pemajangan barang dagangan dengan menarik juga diperlukan terhadap barang yang akan dijual. Tujuan pemajangan ini adalah untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong keinginan konsumen untuk memiliki barang yang dipajang.
Read More
Pengertian APEC, Latar Belakang, Tujuan dan Manfaatnya

Pengertian APEC, Latar Belakang, Tujuan dan Manfaatnya

Pengertian APEC, Tujuan, Latar Belakang, Prinsip dan Manfaatnya - Negara Indonesia merupakan negara dengan bentuk kesatuan. Indonesia menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain dan bergabung menjadi salah satu anggota dari berbagai macam organisasi dunia. Mulai dari Organisasi dunia yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan maupun kemanusian. Yang mana salah satu organisasi yang diikuti tersebut adalah organisasi APEC.
Pengertian APEC, Latar Belakang, Tujuan dan Manfaatnya
Organisai APEC sangat bermanfaat bagi Indonesia karena dengan mengikuti organisasi ini Indonesia semakin dikenal oleh negara lain serta menunjukan Indonesia merupakan negara besar yang kuat dan mampu bertahan menghadapi krisis global dan persaingan antara negara-negara internasional.

Pengertian APEC

APEC merupakan singkatan dari Asian Pacific Economic Corporation. Organisasi ini merupakan ikatan organisasi kerjasama dalam bidang ekonomi regional negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Indonesai merupakan salah satu negara yang menjadi bagian dari organisasi ini.

APEC pertama kali terbentuk pada tahun 1989 di Canbera Australia pada sebuah acara pertemuan tingkat menteri. Bob Hawke merupakan perdana menteri Australia yang menjabat pada waktu itu sekaligus menjadi pelopor berdirinya APEC. Dalam pidatonya di Seoul, Korea, APEC terbentuk dengan keanggotaan sebanyak 12 negara.

Negara-negara anggota APEC tersebut ialah Ausstralia, Brunei Darusalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Sealndai Baru, Filipina, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, Cina, Hong Kong, Taiwan, Meksiko, Papua Nugini, Chile, Peru, Rusia dan Vietnam.

Jadi kesimpulan pengertian APEC adalah organisasi yang bekerjasama dalam bidang ekonomi yang beranggotakan negara-negara Asia Pasifik yang di pelopri oleh Bob Hawke pada tahun 1989 dan pada awal berdirinya beranggotakan sebanyak 12 negara. Dan pada saat ini anggota APEC bertambah menjadi 22 negara yang bergabung diantaranya: Republik Tiongkok, Hong Kong, RRC, Meksiko, Papua New Guinea, Chili, Peru, Russia, Vietnam, Mongolia.

Latar Belakang Berdirinya APEC

Ada beberapa faktor yang melatar belakangi berdirinya APEC, untuk lebih jelasnya silahkan simak berikut ini:

  1. Perubahan keadaan politik dunia, seperti munculnya organisai perdangan dunia yang muncul dan bersifat tertutup.
  2. Proses globalisasi, negara kawasan Asia Pasifik terdorong untuk saling berkoordinasi dalam bidang ekonomi dan saling tergantung satu sama lain.
  3. Kecemasan gagalnya perundingan Uruguay yang membahas mengenai masalah perdagangan bebas.
  4. Perubahan politik ekonomi di Uni Soviet dan Eropa Timur.
  5. Perkembangan teknologi komunikasi yang mendukung terjalinnya kerjasama negara-negara Asia Pasifik.

Tujuan Pembentukan APEC

Pembentukan APEC mempunyai tujuan yang disetujui dan disepakati oleh negar-negara anggotanya yaitu sebagai berikut:

  1. Menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi yang saling menguntungkan seluruh negara di kawasan Asia Pasifik.
  2. Memperkuat setiap negara untuk menghadapi persaingan dalam bidang ekonomi yang bersifat tertutup.
  3. Menghindari krisis globalisasi ekonomi.
  4. Mengantisipasi jika perundingan Uruguay tidak berhasil.
Secara garis besar tujuan APEC yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi negara di kawasan Asia Pasifik melalui peningkatan volume perdagangan serta investasi.

Manfaat APEC bagi Indonesia

Indonesia resmi menjadi salah satu anggota APEC sejak tahun 1989 hingga saat ini. Dengan bergabung pada organisasi ini Indonesia semakin dikenal oleh negara lain. Selain itu APEC juga memberikan manfaat serta keuntungan lain untuk Indonesia yaitu:

  1. APEC menjadi media atau forum yang dapat digunakan untuk membahas seputar ekonomi dunia.
  2. APEC menjadi salah satu cara sebagai konsolidasi terbuka dalam rangka perdagangan bebas.
  3. Turut membantu peran swasta dan masyarakat Indonesia dalam bidang perdagangan yang menguntungkan melalui investasi yang berdampak positif secara langsung pada Indonesia.
  4. Meningkatkan SDM (sumber daya manusia)
  5. APEC menjadi forum untuk bertukar informasi dan pengalaman.
  6. Menyalurkan kepentingan Indonesia dalam konteks ekonomi secara internasional

Prinsip Umum Kerjasama APEC

APEC mempunyai prinsip khusus dalam menjalankan kerjasama antar anggota yang meliputi seluruh negara di kawasan Asia Pasifik. Prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Menyeluruh atau comprehensive yaitu meliputi semua hambatan yang terjadi pada sistem perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka.
  2. Konsisten WTO yaitu salah satu langkah liberalisasi dan merupakan fasilitas untuk konsisten WTO.
  3. Kesebandingan (comparability) ialah mewujudkan kesebandingan antar negara anggota yang meliputi kesebandingan langkah liberalisasi dan fsilitasi.
  4. Tidak memihak (non discrimination) ialah seluruh negara anggota dapat menikmati hasil dari liberalisasi dan fasilitasi.
  5. Transparan (transparency) ialah adanya janiman tentang peraturan secara transparan dan terbuka untuk menwujudkan iklim usaha yang pasti.
  6. Standstill ialah menahan untuk tidak menerapkan kebijakan-kebijakan yang dapat menambah tingkat proteksi atau perlindungan.
  7. Simultaneous start, continuous process and differentiated timetable ialah segera meulai proses liberalisasi dan fasilitasi secara berkesinambungan dan selalu memperhatikan tingkat pembangunan dari setiap negara anggota.
  8. Fleksibel (flexibility) yaitu secara fleksibel menghadapi setiap perbedaan dari pembangunan setiap negar anggota.
  9. Kerjasama (corporation) yaitu kerjasama dalam bidang ekonomi serta teknik yang mendukung liberalisasi dan fasilitasi yang harus ditempuh secara aktif.

Peran Indonesia Dalam Organisai APEC

Indonesia menjadi salah satu bagian dari APEC remsi masuk sebagai anggota yaitu pada tahun 1989. Oraganisasi ini sangat menguntungkan untuk Indonesia, selain itu Indonesa juga mempunyai peranan penting dalam APEC. Apa saja peranan Indonesia dalam APEC? Berikut ini ringkasannya:

  • Sebagai bukti bahwa Indonesai merupakan negara yang mempu bertahan dari krisis global
Seperti yang kita ketahui bahwa APEC merupakan kerjasama dalam bidang ekonomi yang beranggotakan negara di kawasan Asia Pasifik. APEC meningkatkan persaingan dalam perdagangan bebas internasional dan bagi negara yang tidak mampu bertahan tentu akan mengalami kemunduran.

Indonesia merupakan salah satu anggota APEC yang mampu bertahan sebagai negara yang cukup maju dan berkembang. Selain itu kemampuan Indonesia untuk bertahan menghadapi krisis global juga menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara dengan ekonomi yang kuat.

  • Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan APEC 2013
Indonesia cukup berperan besar dengan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan pertemuan APEC yang diselenggarakan pada tahun 2013. Dengan hal ini maka Indonesia akan semakin dikenal dan mempunyai posisi strategis di mata dunia.

Hal ini dapat memajukan ekonomi Indonesia dengan mengenalkan beragam budaya dan wisata sehingga pada akhirnya akan banyak warga asing yang datang untuk mengunjungi Indonesia.

  • Indonesia menjadi penggerak ekonomi
Dengan bergabungnya Indonesia menjadi salah satu anggota APEC maka kesempatan pihak swasta maupun asing untuk dapat mengembangkan perdagangan semakin luas, sehingga ekonomi dan pembangunan akan berjalan beriringan dan ekonomi semakin berkembang.

Masyarakat Indonesia harusnya mensyukuri dan mendukung hal ini karena Indonesia kini mampu menujukan kepada dunia dan tidak di anggap remeh oleh negara-negara lain. Dengan kegiatan organisasi ini tentunya akan dapat menyumbang kontibusi penuh serta bermanfaat pada kerjasama bilateral perdagangan  dan investasi.

Itulah penjabaran mengenai pengertian APEC dan seluk beluknya. Dengan mengetahui semua tentang organisasi APEC, semoga dapat menambah pengetahuan kita sehingga agar mempunyai wawasan yang luas dan selalu update terhadap berita nasional maupun internasional.
Read More